Depok, 22–26 Juli 2025 – Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) sukses menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) 2025 di Universitas Indonesia dengan mengusung tema:
“Resilience of Multi-Sector through Technology Transformation to Strengthen Inclusive and Sustainable Islamic Economic Growth.”
Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 200 kader ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem ekonomi Islam berkelanjutan berbasis teknologi.
Presidium FoSSEI Nasional Tegaskan Komitmen Generasi Muda dalam Ekonomi Islam
Dalam paparannya, Sidiq Dwi Prasetyo, Presidium Nasional FoSSEI sekaligus alumni Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, menegaskan urgensi peran generasi muda dalam dakwah ekonomi Islam.
“Ekonomi Islam adalah ilmu langit, tugas kita membumikannya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia menekankan bahwa Temilnas bukan sekadar kompetisi ilmiah, melainkan ruang inkubasi pemikiran strategis, ukhuwah kader, dan konsolidasi dakwah ekonomi Islam.
Tokoh Nasional Soroti Transformasi Digital sebagai Pilar Ekonomi Islam Masa Depan
Temilnas 2025 semakin bernas dengan kehadiran para tokoh nasional, antara lain:
- Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D – Dean & CEO Asian Development Bank Institute (Keynote Speaker)
- Umar Aditiawarman, Ph.D – Pakar Ekonomi Islam dan Teknologi
- Dr. Fadlu Imansyah, S.E., M.M. – Akademisi dan Konsultan Bisnis Syariah
- Irfan Farullian – Praktisi Keuangan Syariah
- Bondan Margono – Aktivis Ekonomi Digital dan Syariah
Para pembicara sepakat bahwa transformasi digital lintas sektor adalah kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi Islam yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tantangan global.
FoSSEI: Kolaborasi Lintas Generasi untuk Ekonomi Islam yang Adil dan Relevan
Temilnas FoSSEI 2025 menjadi forum strategis bagi konsolidasi gerakan ekonomi Islam nasional. FoSSEI menegaskan pentingnya sinergi antara nilai-nilai syariah, literasi digital, dan pembangunan ekonomi multisektor.
Acara ini bukan hanya ruang akademik, tetapi juga menjadi:
- Sarana konsolidasi kader ekonomi Islam lintas kampus dan angkatan
- Ajang pemantapan nilai intelektualitas dan spiritualitas
- Pilar kolaborasi generasi muda dan tokoh nasional
“Kami berharap Temilnas ini menjadi titik tolak bagi sistem ekonomi Islam yang lebih adil secara syariah, relevan dengan kemajuan teknologi, inklusif secara sosial, dan berkelanjutan secara ekonomi,” tutup Presidium FoSSEI.


