Surakarta, 24 Juli 2025 — Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta turut ambil bagian dalam webinar nasional bertema “Kunci Sukses Pengelolaan Wakaf Produktif”. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Kamis, 24 Juli 2025 pukul 13.30 WIB.
Acara dipandu oleh Dr. K.H. Agus Priyatno, M.M., Ketua Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi BWI. Narasumber utama adalah Ustazah Bannasari, S.Ag., Direktur Wakaf Orbit Adora Relief International. Ia memaparkan praktik wakaf produktif bertaraf internasional dan bagaimana membangun ekosistem wakaf yang berkelanjutan.
Strategi Wakaf Produktif Menurut BWI
Webinar membahas enam poin utama dalam strategi pengelolaan wakaf produktif:
- Integrasi Ekosistem Wakaf Nasional
Mendorong sinergi antara BWI, Kemenag, Kemenkeu, dan KNEKS. - Literasi dan Edukasi
Edukasi masif untuk kampus, pesantren, dan masyarakat umum. - Regulasi dan Tata Kelola
Revisi UU Wakaf dan pedoman teknis wakaf uang. - Penguatan SDM Nazhir
Pelatihan khusus dan sistem akreditasi lembaga. - Digitalisasi Wakaf
Pemanfaatan platform seperti SatuWakaf, SAMAWI, dan IIWCP. - Kolaborasi Stakeholder
Kerja sama antara pemerintah, sektor keuangan syariah, masyarakat sipil, dan dunia usaha.
Peran Mazawa FEBI dalam Literasi Wakaf
Dosen dan mahasiswa Mazawa FEBI UIN Raden Mas Said mengikuti sesi ini secara aktif. Mereka belajar langsung dari pengalaman Wakaf Orbit, lembaga nazhir wakaf bertaraf internasional. Kolaborasi dan profesionalisme menjadi poin penting yang perlu diadopsi oleh SDM wakaf masa depan.
“Kami melihat Wakaf Orbit sebagai role model. Mahasiswa Mazawa perlu dibekali wawasan kolaboratif dan literasi digital agar siap menjadi pengelola wakaf yang andal,” ujar salah satu dosen Mazawa.
Meskipun UIN Surakarta belum menjadi nazhir institusional, Prodi Mazawa telah membekali mahasiswanya untuk mampu berperan strategis dalam ekosistem wakaf nasional.


