Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University Hadir di Youth Eco-Culture Camp 2025: 10 Negara Bahas Circular Economy dan Perdamaian Dunia

Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University Hadir di Youth Eco-Culture Camp 2025: 10 Negara Bahas Circular Economy dan Perdamaian Dunia

Ponorogo, 24 Oktober 2025 – Tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan terus meningkat. Untuk menjawab hal tersebut, The International Youth Eco-Culture Camp 2025 hadir sebagai wadah kolaborasi lintas negara dan budaya. Program ini mempertemukan para pemuda dari berbagai latar belakang untuk belajar, berbagi, dan bertindak bersama.

Kegiatan perkemahan berlangsung pada 24 Oktober 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mereka mewakili institusi dari 10 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keikutsertaan lintas negara ini menunjukkan komitmen bersama terhadap pembelajaran antarbudaya dan kolaborasi pemuda global.

Perkemahan ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan dialog, pertukaran budaya, dan kegiatan berbasis komunitas. Peserta diajak menumbuhkan rasa tanggung jawab ekologis, memahami keberagaman budaya, dan membangun semangat kerja sama global.

Salah satu agenda utama adalah Peace and Sustainability Dialogue bertema “Circular Economy Toward Sustainability: Learning from Circular Economics Singapore.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University, Australia, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta belajar mengenai konsep ekonomi sirkular dan penerapannya dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperluas wawasan internasional, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dan duta keberlanjutan. Mereka belajar bahwa kolaborasi, empati, dan aksi nyata adalah kunci dalam menjaga bumi serta warisan budaya dunia.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 bukan sekadar pertemuan, tetapi juga gerakan anak muda dunia untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau, damai, dan berkelanjutan.

Tags: No tags

Comments are closed.