Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan PPL mahasiswa dengan skema Magang Berdampak. Kegiatan PPL ini dilaksanakan pada 2 Februari 2026. Lokasi kegiatan berada di BPRS Insan Madani. Oleh karena itu, PPL menjadi sarana strategis penguatan kompetensi mahasiswa.
Kunjungan PPL tersebut dilaksanakan dalam rangka serah terima mahasiswa magang. Proses serah terima dilakukan secara formal dan terstruktur. Selain itu, dialog kelembagaan turut difasilitasi dalam pertemuan. Dengan demikian, audiens dapat memahami makna pembelajaran kontekstual. Transisi dari kampus ke dunia kerja mulai dirasakan mahasiswa.
PPL sebagai Penguatan Pembelajaran Berbasis Praktik
Program PPL dirancang untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas industri jasa keuangan. Mahasiswa diperkenalkan pada budaya kerja lembaga keuangan syariah. Selain itu, pemahaman operasional BPRS disampaikan secara langsung. Oleh sebab itu, PPL menjadi media pembelajaran aplikatif. Dalam konteks ini, pengalaman lapangan memiliki nilai strategis.
Serah terima magang PPL dilakukan dengan penuh keterbukaan. Mahasiswa diserahkan kepada pihak BPRS Insan Madani secara resmi. Selanjutnya, mekanisme pelaksanaan magang dijelaskan secara rinci. Dengan begitu, mahasiswa memahami peran dan tanggung jawabnya. Transisi pembelajaran teoritis menuju praktik berlangsung terarah.
Peran BPRS Insan Madani dalam Pembinaan PPL
Kegiatan PPL ini diterima oleh Bapak Heri Soehartono Soetoyo dan Bapak Sriwoto. Keduanya memberikan arahan awal kepada mahasiswa. “Mahasiswa diharapkan mampu belajar secara aktif,” ujar salah satu pimpinan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi penerimaan. Oleh karena itu, PPL dipandang sebagai proses pembelajaran bersama.
Menurut pihak BPRS Insan Madani, mahasiswa perlu memahami etika kerja syariah. Selain itu, kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi perhatian utama. Dengan demikian, PPL tidak hanya menekankan keterampilan teknis. Pembentukan karakter profesional turut ditekankan. Transisi sikap akademik menuju profesional menjadi fokus pembinaan.
Komitmen FEBI terhadap PPL Magang Berdampak
FEBI diwakili oleh Dr. Arif Muannas dan Dr. Zakky dalam kegiatan tersebut. Kehadiran dosen pendamping menegaskan peran institusi. “PPL harus memberi dampak nyata bagi mahasiswa,” ungkap perwakilan FEBI. Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan fakultas. Oleh karena itu, PPL dirancang selaras dengan capaian pembelajaran.
Evaluasi pelaksanaan PPL akan dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, refleksi pengalaman mahasiswa menjadi bagian penting proses akademik. Dengan cara ini, kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan. PPL diposisikan sebagai investasi pengembangan lulusan. Pada akhirnya, audiens diajak melihat nilai strategis magang berdampak.
Melalui kegiatan PPL di BPRS Insan Madani, FEBI menegaskan orientasi pembelajaran aplikatif. Mahasiswa didorong menjadi lulusan adaptif dan profesional. PPL menjadi ruang aktualisasi kompetensi nyata. Dengan semangat kolaboratif, mutu lulusan FEBI terus diperkuat.


