FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menghadirkan langkah strategis dalam meningkatkan layanan mahasiswa. Pada Kamis, 05 Februari 2026, FEBI menyelenggarakan kegiatan pengambilan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) bekerja sama dengan Bank Mandiri Living. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 10.00 WIB dan disambut antusias oleh mahasiswa baru. Sejak pagi, suasana aula terasa hidup. Mahasiswa datang dengan rasa penasaran. Mereka menyadari kartu ini bukan sekadar identitas. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momen penting awal perjalanan akademik mereka.
KTM Multifungsi untuk Aktivitas Akademik dan Harian
Melalui kerja sama ini, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) FEBI dirancang sebagai kartu multifungsi. Kartu tersebut dapat difungsikan sebagai ATM dan e-money. Selain itu, kartu ini terintegrasi dengan layanan pembayaran non-tunai. KTM dapat digunakan untuk transportasi publik. Fungsinya mencakup KRL, MRT, Transjakarta, dan moda lain. Kartu ini juga dapat dipakai untuk tol, parkir, belanja, hingga SPBU. Dengan demikian, satu kartu menghadirkan banyak kemudahan.
Pada tahap ini, mahasiswa diperkenalkan langsung dengan manfaat KTM. Proses pengambilan dilakukan secara tertib. Selanjutnya, mahasiswa diarahkan memahami fitur kartu. Kemudian, mereka menyadari efisiensi yang ditawarkan. Oleh sebab itu, KTM ini diposisikan sebagai solusi kebutuhan kampus dan keseharian. Pada akhirnya, mahasiswa merasakan layanan yang lebih modern.
Kolaborasi FEBI dan Bank Mandiri Living
Kolaborasi antara FEBI dan Bank Mandiri Living dinilai strategis. Kerja sama ini dilakukan untuk mendukung transformasi layanan digital kampus. Dalam kegiatan tersebut, layanan perbankan dijelaskan secara langsung. Proses aktivasi kartu juga dibantu oleh petugas. Dengan pendekatan ini, mahasiswa merasa dilibatkan. Selain itu, edukasi keuangan turut diberikan.
Perwakilan FEBI menyampaikan harapannya. “KTM ini kami rancang untuk mendukung mobilitas mahasiswa,” ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana dialogis. Ia menambahkan bahwa kemudahan akses menjadi fokus utama. Oleh karena itu, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) diposisikan sebagai simbol integrasi akademik dan finansial. Di sisi lain, pihak Bank Mandiri Living menyambut baik kolaborasi ini. “Kami ingin mahasiswa terbiasa dengan transaksi non-tunai,” ungkap perwakilan bank. Dengan demikian, literasi keuangan dapat diperkuat sejak dini.
KTM sebagai Simbol Transformasi Layanan FEBI
Lebih jauh, kehadiran Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) multifungsi menandai transformasi layanan FEBI. Langkah ini dipandang relevan dengan kebutuhan generasi digital. Selain itu, layanan ini memperkuat citra kampus adaptif. Transisi menuju ekosistem non-tunai pun semakin nyata. Pada saat yang sama, identitas akademik mahasiswa diperkuat.
Kegiatan ini juga dirasakan sebagai pengalaman awal kebersamaan. Mahasiswa saling berbagi cerita. Mereka merasa menjadi bagian dari perubahan. Oleh karena itu, suasana kegiatan terasa inklusif. Selanjutnya, FEBI berkomitmen memperluas layanan serupa. Ke depan, integrasi sistem akan terus dikembangkan. Dengan langkah ini, FEBI menegaskan perannya sebagai fakultas yang responsif. Pada akhirnya, KTM bukan hanya kartu. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) menjadi pintu masuk pengalaman kampus yang lebih modern dan berdampak.


