FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmen pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) digelar pada Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan ini menghadirkan pelatihan akuntansi bagi pelaku UMKM. Peserta berasal dari pedagang Pasar Tempoe Doeloe Gunung Kunci Kartasura.
Selain itu, kegiatan disambut langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Sambutan pembuka diberikan untuk menguatkan semangat kolaborasi akademisi dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha kecil.
“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat dan dampak nyata bagi pelaku UMKM,” ujar Prof. Rahmawan Arifin, M.Si.
Selanjutnya, beliau juga menekankan bahwa penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama. Akademisi dan pelaku usaha saling bertukar pengalaman serta pengetahuan praktis.
Dengan demikian, keberadaan FEBI tidak hanya hadir di ruang kelas. Namun, manfaatnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Materi Akuntansi Produksi untuk UMKM
Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri dari FEBI. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif.
Para pemateri adalah Wahyu Pramesti, M.Si., Sayekti Endah Retno Meilani, S.E., M.Si., serta Ning Karnawijaya, M.S.I.
Dalam sesi utama, peserta dikenalkan pada kertas kerja perhitungan biaya produksi. Materi tersebut menjadi fokus penting dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI).
Selain itu, peserta juga diberikan panduan praktis menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Perhitungan tersebut mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, serta overhead produksi.
Selanjutnya, pemateri menjelaskan cara menentukan harga jual yang menguntungkan. Materi disampaikan melalui contoh kasus usaha sederhana.
Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memahami proses perhitungan secara bertahap.
Para peserta juga terlihat antusias selama pelatihan berlangsung. Pertanyaan dan diskusi aktif mewarnai sesi pembelajaran.
Oleh sebab itu, materi tidak hanya bersifat teoritis. Namun, juga disesuaikan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.
Pentingnya Perhitungan HPP yang Akurat
Dalam sesi penutup, pemateri menekankan pentingnya perhitungan Harga Pokok Produksi. Perhitungan tersebut menjadi dasar penentuan harga jual produk.
“Perhitungan HPP yang akurat adalah fondasi harga jual yang sehat,” jelas Wahyu Pramesti.
Selanjutnya, beliau juga mengingatkan risiko kesalahan perhitungan biaya. Harga yang terlalu rendah dapat menggerus keuntungan secara perlahan.
Namun demikian, masalah tersebut sering tidak disadari oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, penggunaan kertas kerja perhitungan menjadi sangat penting.
Para peserta juga dianjurkan menggunakan kertas kerja tersebut secara konsisten. Perhitungan harus dilakukan pada setiap periode produksi.
Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memantau keuntungan usaha secara lebih akurat.
Selain itu, pelatihan ini juga memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang pada kegiatan berikutnya.
Akhirnya, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi. Ilmu pengetahuan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


