SURAKARTA – Agenda bertajuk Pekan Inkubasi Bisnis Mahasiswa (PIBMA) Batch 3 resmi dibuka. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag.. Beliau merupakan Wakil Rektor 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Didampingi oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin selama acara berlangsung. Sebanyak 20 tenan bisnis mahasiswa kini siap menyambut kehadiran para pengunjung dengan beragam produk. Aneka kuliner kekinian hingga layanan jasa unik seperti photobox yang estetik. Momentum ini dirancang sebagai wadah nyata bagi mahasiswa dalam mengasah naluri bisnis mereka.
Kepala Laboratorium FEBI, M. Irsyad, Lc., M.E., menyampaikan mengenai pentingnya ekosistem kewirausahaan. Beliau menegaskan bahwa teori di kelas harus diimbangi dengan pengalaman lapangan yang nyata. Sinergi antara kurikulum dan praktik ini menjadi pilar utama dalam mencetak lulusan yang mandiri. Selain itu, dukungan institusi diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk berani mengambil risiko dalam berbisnis. Implementasi PIBMA ini merupakan bukti nyata komitmen fakultas dalam mendukung kemandirian ekonomi mahasiswa. Setiap transaksi yang terjadi merupakan bagian dari proses belajar yang sangat berharga bagi peserta.
Praktikum Bisnis Nyata melalui Program PIBMA
Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dengan konsep yang dinamis. Setiap minggu, tenan yang mengisi selasar Gedung B akan berganti secara terjadwal. Program ini diampu oleh mahasiswa semester enam sebagai bagian dari Praktikum Kewirausahaan Islami. Tiap kelompok terdiri dari lima hingga enam mahasiswa yang berasal dari lintas program studi. Mereka dibimbing secara langsung oleh dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan untuk memastikan strategi bisnis. “Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki mentalitas pengusaha yang beretika sesuai prinsip syariah,” tutur Ibu Resmi Diwatie, M.E. Langkah ini diambil agar mahasiswa memiliki portofolio bisnis yang kuat sebelum lulus nanti.
Panitia juga membagikan voucer belanja senilai 5000 rupiah untuk menarik minat seluruh civitas akademika. Strategi pemasaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan volume penjualan para peserta praktikum. Di sisi lain, pembagian voucer ini menciptakan interaksi sosial yang hangat di lingkungan kampus. Proses belajar ini tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada manajemen pelanggan. Keterlibatan aktif dosen pembimbing memastikan setiap tantangan di lapangan dapat diatasi secara cepat. Program ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi fakultas lain dalam pengembangan bakat mahasiswa.
Harapan Besar bagi Ekosistem Wirausaha Kampus
Testimoni positif mulai bermunculan dari para mahasiswa yang terlibat langsung sebagai pelaku usaha. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas tempat yang strategis di selasar Gedung B. Kemampuan komunikasi dan kerja sama tim mereka terasah dengan sangat baik selama kegiatan ini. Walaupun tantangan operasional sering muncul, namun hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman berharga. Atmosfer kompetisi yang sehat di antara para pemilik tenan mendorong inovasi produk yang berkelanjutan. Di masa depan, PIBMA diproyeksikan akan menjadi inkubator bisnis yang lebih luas jangkauannya. Visi besar fakultas adalah melahirkan entrepreneur muda yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru.


