SUKOHARJO – Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PBS) FEBI UIN Raden Mas Said menggelar Workshop Inklusi Keuangan Syariah pada Kamis (16/4). Acara yang berlangsung di Gedung Rektorat ini bertujuan memperluas akses finansial bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM. Inisiatif ini menjadi langkah konkret mahasiswa dalam menjembatani kesenjangan literasi keuangan di era digital. Dengan demikian, peran akademisi tidak hanya terbatas pada teori di dalam kelas saja.
Peran Strategis UMKM dalam Workshop Inklusi Keuangan Syariah
Pemaparan materi utama disampaikan oleh Bapak Suharto selaku Senior Marketing Bank Muamalat yang menyoroti urgensi sektor UMKM. Beliau menjelaskan bahwa UMKM menyerap hingga 97% tenaga kerja sehingga menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Workshop Inklusi Keuangan Syariah ini diharapkan mampu membuka jalan bagi pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan syariah. “Generasi muda harus menjadi motor edukasi agar masyarakat desa lebih melek terhadap layanan perbankan syariah,” tegas beliau. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa sangat krusial dalam proses pemberdayaan ini.
Transformasi Digital dan Kesejahteraan Masyarakat Desa
Selain aspek pembiayaan, tantangan digitalisasi menjadi fokus utama dalam diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Akses terhadap pasar digital dan pelatihan usaha terus didorong guna meningkatkan daya saing ekonomi umat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, pemahaman mendalam mengenai inklusi keuangan diharapkan dapat menciptakan pemerataan kesejahteraan di wilayah Sukoharjo. Pada akhirnya, sinergi antara kampus dan masyarakat akan memperkuat fondasi ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan ini pun resmi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendampingi UMKM.


