SURAKARTA – Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang siap kerja. Langkah strategis diambil melalui pengembangan program magang (internship) di KB Bank Syariah Surakarta guna menjawab tantangan industri perbankan modern. Kunjungan kerja sama ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 April 2026 oleh Dr. Moh. Rifqi Khairul Umam, M.M dan Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E selaku ketua dan sekretaris prodi Ekonomi Syariah. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan atmosfer kerja nyata. Sinergi ini merupakan bentuk nyata komitmen fakultas dalam menyediakan jembatan karir yang solid bagi mahasiswa FEBI.
Pengembangan Program Magang (Internship) di KB Bank Syariah Surakarta
Sistem pendidikan tinggi saat ini dituntut untuk lebih adaptif terhadap dinamika pasar tenaga kerja yang sangat cepat berubah. Oleh karena itu, pengembangan program magang (internship) di KB Bank Syariah Surakarta didesain secara khusus untuk mengasah keterampilan praktis mahasiswa. Mereka akan terlibat langsung dalam operasional perbankan syariah yang menggunakan teknologi mutakhir. Pengalaman ini sangat berharga karena mahasiswa akan dibimbing oleh para profesional berpengalaman di bidangnya. Kegiatan magang ini juga didukung oleh program literasi keuangan yang melibatkan OJK, sehingga memberikan nilai tambah dalam penguatan pemahaman mahasiswa.
“Kami percaya bahwa pengalaman lapangan adalah kunci utama dalam membangun karakter serta kompetensi mahasiswa kami,” ujar ketua Prodi Ekonomi Syariah
Skema Magang di KB Bank Syariah Surakarta
Kunjungan kerja sama ini disambut hangat oleh Pak Amiruddin selaku Pemimpin Cabang KB Bank Syariah KC Solo dan Pak Hudi Hariyanto selaku Manajer Bisnis KB Bank Syariah KC Solo. Dalam pembahasan program magang, disepakati bahwa perlu dilakukan penyusunan silabus yang terstruktur sebagai bentuk pembekalan awal bagi mahasiswa sebelum terjun ke lapangan, sehingga mereka memiliki kesiapan konseptual dan teknis. Skema magang yang dirancang tidak hanya bersifat observatif, tetapi berjenjang mulai dari tahap observasi hingga mampu melakukan analisis bisnis, terutama pada posisi frontliner yang menjadi garda terdepan operasional perbankan.
Dari sisi kapasitas, setiap cabang direncanakan hanya menerima maksimal empat mahasiswa agar proses pembimbingan dapat berjalan lebih optimal dan terarah. Program magang Perbankan Syariah (PBS) akan diprioritaskan terlebih dahulu sebelum mahasiswa dari program Ekonomi Syariah (ES), dengan mempertimbangkan kesesuaian kompetensi inti. Selain itu, magang mandiri tetap difasilitasi untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang memiliki inisiatif atau peluang di luar program utama.
Dampak Jangka Panjang bagi Karier Mahasiswa
Selanjutnya, program ini diproyeksikan dapat menekan angka pengangguran terdidik melalui kesiapan kerja yang lebih matang. Kurikulum magang disusun secara sistematis agar setiap peserta mendapatkan rotasi kerja yang komprehensif. Meskipun demikian, evaluasi berkala tetap dilakukan oleh pihak fakultas bersama pihak bank untuk menjaga kualitas program. Melalui metode ini, standar kompetensi lulusan dapat terjaga dan terus ditingkatkan sesuai standar global. Selain itu, diskusi tersebut membahas tentang peluang kerja bagi mahasiswa, di mana program magang berpotensi menjadi jalur rekrutmen dengan posisi yang tersedia seperti frontliner dan marketing.


