SUKOHARJO – Sejumlah manajer HRD dari berbagai perusahaan mitra di Sukoharjo menyatakan komitmen kuat dalam membangun kolaborasi industri bersama FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Komitmen tersebut diimantapkan dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Menara Wijaya pada hari Senin (11/05). Pertemuan kolaboratif ini dihadiri langsung oleh kepala Disnaker, Setyo Aji Nugroho, dekan FEBI Prof. Dr. Rahmawan Arifin serta puluhan perusahaan mulai dari sektor tekstil, kesehatan, hingga teknologi. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas dinamika dunia kerja yang menuntut kesiapan mental serta adab profesional dari para lulusan. Pertemuan ini menjadi wadah bagi para praktisi personalia untuk menyelaraskan ekspektasi industri dengan proses pembelajaran di bangku kuliah. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir standarisasi kompetensi yang mampu menjawab tantangan ekonomi industrial secara berkelanjutan. Sinergitas yang dibangun bersama ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pertumbuhan bisnis dan kualitas sumber daya manusia daerah.
Transformasi Adab Melalui Kolaborasi Industri
Salah satu poin krusial yang disoroti oleh para HRD adalah penurunan daya juang dan adab pada generasi Z saat memasuki dunia profesional. Banyak perusahaan garmen, tekstil, hingga jasa periklanan melaporkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketahanan mental menghadapi tekanan. “Harapannya ada pembekalan dari aspek adab bagi mahasiswa sebelum terjun magang,” ungkap salah satu praktisi HRD dari sektor periklanan. Oleh sebab itu, kolaborasi industri ini akan menitikberatkan pada program pembekalan karakter dan etika profesi yang lebih intensif. Dengan adanya komitmen ini, mahasiswa diharapkan memiliki integritas tinggi dan tidak lagi dianggap kurang bermental oleh para pengguna tenaga kerja.
Akselerasi Rekrutmen dan Praktisi Mengajar
Selain pembenahan karakter, fokus kolaborasi industri juga mencakup pembukaan peluang rekrutmen serta program praktisi mengajar di lingkungan kampus. Beberapa HRD dari rumah sakit hingga pabrik manufaktur menyambut baik peluang bagi alumni FEBI untuk mengisi posisi staf profesional dan manajemen. Namun, industri tetap memberikan catatan mengenai pentingnya penguasaan keterampilan komputer dan bahasa Inggris yang linear dengan kebutuhan pasar. Praktisi HRD didorong untuk berpartisipasi langsung dalam mengajar guna mentransfer budaya kerja profesional kepada mahasiswa secara dini. Kerja sama ini diyakini akan mempermudah perusahaan dalam mendapatkan kandidat yang sudah sesuai dengan kriteria internal mereka.
Kebutuhan akan riset mendalam mengenai regulasi industri terbaru, seperti kebijakan lahan dan biaya masuk bahan baku, turut menjadi agenda dalam kemitraan ini. Para HRD mengakui bahwa artikel ilmiah atau jurnal yang membahas solusi atas kendala operasional perusahaan masih sangat terbatas. Melalui dukungan akademisi FEBI, diharapkan muncul inovasi strategi pemasaran dan manajemen risiko yang dapat diaplikasikan langsung oleh mitra industri. Hubungan timbal balik ini diperkuat dengan skema penelitian bersama yang hasilnya dapat bermanfaat bagi efisiensi perusahaan di masa depan. Kolaborasi industri yang saling menguntungkan ini dipastikan akan terus dikembangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman secara bertahap.
Pada akhirnya, keberhasilan transisi mahasiswa menuju dunia profesional sangat bergantung pada keterbukaan pihak industri dalam memberikan ruang bimbingan. Komitmen para HRD dalam memfasilitasi pelatihan kerja menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk membuktikan kompetensi nyata mereka. Setiap kendala teknis yang muncul di lapangan akan dijadikan bahan evaluasi bersama untuk penyempurnaan kurikulum pendidikan di masa depan. Dengan demikian, visi FEBI untuk mencetak lulusan yang unggul dan siap pakai dapat terealisasi secara nyata serta akurat. Inilah momentum penting bagi dunia usaha dan pendidikan untuk bergerak seirama demi kemajuan ekonomi nasional.


