FEBI UIN Surakarta Bidik Standar Global AACSB & ZEVA

Transformasi Global! FEBI UIN Surakarta Pertajam Mutu lewat Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA

LEMBANGFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta baru saja menuntaskan agenda strategis nasional. Melalui delegasinya, fakultas berpartisipasi aktif dalam Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA di Lembang pada 4–6 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam Indonesia (APSEII) untuk meningkatkan daya saing global. Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E., menjadi delegasi dalam perumusan arah kebijakan asosiasi pada Rapat Kerja APSEII 2026 di Lembang tersebut. Partisipasi ini merupakan komitmen nyata universitas dalam mewujudkan tata kelola institusi pendidikan yang unggul. Fokus utama kegiatan mencakup peningkatan kualitas riset melalui Research Camp dan penguatan kelembagaan melalui Rapat Kerja APSEII 2026. Selain itu, kegiatan ini mencakup sosialisasi instrumen akreditasi internasional AACSB dan ZEVA untuk meningkatkan kesiapan program studi anggota dalam menghadapi standarisasi global.

Strategi Global Melalui Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA

Selanjutnya, integrasi instrumen akreditasi global dipandang sebagai langkah krusial bagi pengembangan manajerial perguruan tinggi keagamaan Islam. Pengetahuan mendalam mengenai persiapan Self-Evaluation Report (SER) telah dibahas secara komprehensif dalam sesi ini. Oleh karena itu, standar kualitas pengajaran dan riset yang diakui dunia menjadi target utama pengembangan prodi. Melalui Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional AACSB & ZEVA, FEBI berupaya menyelaraskan kurikulum lokal dengan standar pendidikan tinggi wilayah Eropa dan Amerika. Akreditasi ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi lulusan di pasar tenaga kerja internasional.

“Pemahaman mendalam tentang standar AACSB dan ZEVA sangat membantu kami dalam memetakan mutu internasional di lingkungan fakultas,” ujar Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E., Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah.

Akselerasi Riset dan Publikasi Internasional

Selain aspek manajerial, delegasi juga terlibat dalam Research Camp intensif untuk mempertajam orisinalitas artikel ilmiah. Riset difokuskan pada pengasahan novelty dan positioning artikel ilmiah pada klaster Islamic Social Finance serta Keuangan dan Investasi Islam. Pendampingan langsung dari mentor ahli, seperti Prof. Raditya Sukmana dan Dr. Tika Arundina, memungkinkan akselerasi kualitas manuskrip riset mengenai filantropi Islam diaspora agar memenuhi standar jurnal internasional bereputasi. Hal ini selaras dengan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029 dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

Kolaborasi Strategis di Forum APSEII

Di sisi lain, forum ini menjadi jembatan strategis untuk merumuskan arah kebijakan asosiasi melalui Rapat Kerja APSEII. Koordinasi internal dilakukan guna memperkuat sinergi antar program studi ekonomi Islam di seluruh Indonesia. Pembahasan mencakup penguatan kerja sama riset dan pemberian rekomendasi kebijakan fiskal syariah kepada pemerintah. Melalui sinergi ini, posisi tawar institusi dalam memberikan dampak nyata bagi literasi keuangan syariah semakin kokoh. Agenda ini pun ditutup dengan optimisme tinggi terhadap peningkatan kapasitas akademik dan organisasi fakultas.

Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai kesimpulan, hasil dari kegiatan ini akan dijadikan fondasi penting bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa dan dosen. Seluruh rangkaian sesi telah dijalankan dengan tertib sesuai jadwal yang ditetapkan oleh panitia. Wawasan baru mengenai manajemen organisasi dan akreditasi kini telah dibawa pulang ke kampus untuk diimplementasikan segera. Upaya standarisasi ini merupakan bagian dari visi besar menuju ketahanan ekonomi nasional yang inklusif. Akhirnya, FEBI UIN Raden Mas Said terus melangkah pasti dalam memberikan kontribusi bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Tags: No tags

Comments are closed.