SUKOHARJO – Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan forum Industrial Engagement pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh jajaran Dekanat FEBI, serta para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) di lingkungan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan strategis ini dirancang khusus untuk mengundang mitra industri dalam memberikan gambaran komprehensif mengenai keterlibatan dunia kerja. Sinergi ini bertujuan memastikan kurikulum akademik tetap relevan dengan dinamika industri syariah yang terus berkembang pesat. Melalui kolaborasi ini, Anda akan dipersiapkan menjadi lulusan yang adaptif dan siap pakai di berbagai sektor.
Penandatanganan MoA dalam Agenda Industrial Engagement
Langkah konkret dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara fakultas dengan mitra. Legalitas formal ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Program magang satu semester, riset kolaboratif, hingga praktisi mengajar kini telah memiliki payung hukum yang sangat kuat. Keberlanjutan karier mahasiswa Ekonomi Syariah di masa depan pun dijamin oleh kerja sama yang inklusif ini. Oleh sebab itu, Industrial Engagement menjadi jembatan utama yang menghubungkan teori kelas dengan praktik lapangan.
Kontribusi Sektor Publik dan Perbankan Syariah
Daftar mitra industri yang hadir memberikan masukan berharga bagi pengembangan kompetensi mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah. BPS Kabupaten Sukoharjo dan NGO Human Initiative menekankan pentingnya penguasaan data statistik serta operasional proyek kemanusiaan. Sementara itu, sektor perbankan seperti KB Bank Syariah Solo, ASBISINDO, BPRS Dana Amanah, dan BPRS Insan Madani menyoroti aspek mentalitas. Mahasiswa juga didorong untuk menguasai hard skill seperti Excel agar efektif dalam menjalankan magang durasi panjang. “Penguatan mental dan keahlian teknis adalah kunci utama kesuksesan mahasiswa di dunia kerja,” ungkap salah satu narasumber perbankan.
Jejaring Kewirausahaan dan Ritel Syariah
Sektor kewirausahaan juga hadir memperkuat ekosistem Industrial Engagement melalui kehadiran PT Ekonomi Aisyiyah Hasanah Makmur dan HIPMI Syariah. KPMI Korwil Solo serta KSPPS Bina Insan Mandiri turut memaparkan peluang magang di bidang digital marketing dan operasional UMKM. Keterlibatan para pimpinan perusahaan ini menunjukkan bahwa sektor riil sangat terbuka bagi talenta muda Ekonomi Syariah. Mahasiswa dapat belajar langsung mengenai manajemen bisnis syariah dari para praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya. Kehadiran mitra membuktikan bahwa jejaring industri fakultas sangat luas dan beragam.
Mencetak Lulusan Unggul Melalui Sinergi Strategis
Komitmen Prodi Ekonomi Syariah dalam mencetak lulusan unggul semakin dipertegas dengan adanya keterlibatan penuh jajaran pimpinan prodi. Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala berdasarkan masukan langsung dari para mitra industri yang hadir dalam diskusi panel. Harapannya, setiap lulusan tidak hanya menguasai teori ekonomi Islam, tetapi juga mahir dalam implementasi industri. Dengan demikian, standar kualitas pendidikan di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta akan terus meningkat secara signifikan. Forum ini pun resmi menjadi langkah awal bagi transformasi karier profesional mahasiswa di masa depan.


