Management Development Program

Buka Management Development Program, Prof. Dr. Rahmawan Arifin Ajak Civitas Akademika FEBI Perkuat Komitmen Manajemen

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Management Development Program (MDP) Batch 3. Agenda tahunan ini diselenggarakan di Hotel Wahid Bandungan, Jawa Tengah. Acara ini resmi dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, pada Kamis, 21 Mei 2026. Melalui pembukaan workshop MDP ini, komitmen manajemen civitas akademika FEBI siap dibangun kembali secara kuat. Program strategis tersebut dihadiri oleh jajaran dekanat, kepala program studi, hingga tenaga kependidikan.

Komitmen Baru Melalui Pembukaan Workshop MDP

Sebagai pimpinan, Prof. Dr. Rahmawan Arifin memberikan pesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa kerja seluruh civitas akademika. “Semangat bekerja itu seperti iman, ada kalanya kita naik ada kalanya turun. Kita harus menjaga agar semangat kita tetap di atas,” ujar beliau dengan tegas. Oleh karena itu, momentum pembukaan workshop MDP ini diharapkan mampu melahirkan kembali semangat baru yang lebih segar. Kebersamaan ini juga menjadi ruang terbaik untuk mempererat sinergi antara dosen dan tenaga kependidikan.

Sinergi Tanpa Sekat demi Kemajuan Fakultas

Selanjutnya, sebuah ekosistem kerja yang harmonis ingin diwujudkan melalui kegiatan intensif ini. Batasan komunikasi antara dosen dan tenaga kependidikan (tendik) kini mulai dilebur secara perlahan. Sebab, semua elemen tanpa terkecuali memiliki kontribusi besar bagi kemajuan fakultas. Hubungan kekeluargaan yang erat tentu akan membuat atmosfer kerja yang jauh lebih positif. Alhasil, visi besar FEBI untuk menjadi fakultas yang unggul dapat dicapai dengan lebih mudah.

Membangun Adab dan Profesionalisme Mahasiswa

Di sisi lain, beberapa permasalahan nyata di dunia akademik turut dibahas dalam forum tersebut. Penurunan adab dan etika mahasiswa menjadi perhatian serius yang disoroti oleh manajemen. Contohnya adalah kebiasaan merokok sembarangan, cara berbicara mahasiswa yang tidak sopan dan keengganan mahasiswa untuk menyapa dosen. Maka dari itu, peningkatan keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Langkah konkret seperti menegur mahasiswa secara edukatif akan mulai diterapkan demi menjaga marwah institusi.

Selain tindakan preventif tersebut, penguatan nilai profesionalisme juga menjadi fokus utama dalam diskusi. Seluruh civitas akademika diajak untuk menjadi teladan nyata bagi para mahasiswa. Dengan demikian, atmosfer akademik yang beradab dan berprestasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Workshop ini akhirnya ditutup dengan penyusunan rencana aksi strategis untuk menyambut tahun ajaran baru. Bersama-sama, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang.dan dunia pendidikan.

Tags: No tags

Comments are closed.