SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah strategis demi meningkatkan mutu lulusan. Manajemen fakultas secara resmi menggelar agenda Review Kurikulum OBE FEBI UIN Surakarta. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Wahid, Bandungan pada hari Kamis (21/05) yang dhadiri oleh jajaran dekanat, ketua program studi dan sekretaris program studi. Langkah ini diambil guna menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan standar Outcome Based Education (OBE) terkini. Melalui kegiatan ini, perbaikan dokumen akademik akan difokuskan pada kebutuhan dunia kerja secara riil. Kehadiran kurikulum yang adaptif tentunya akan berdampak positif untuk peningkatan kualitas pendidikan. Pertemuan penting tersebut menghadirkan pakar nasional, Prof. Dr. Boediono, sebagai narasumber utama dalam membedah dokumen kurikulum.
Urgensi Integrasi SKKNI dalam Review Kurikulum OBE
Selanjutnya, perhatian utama dalam forum ini tertuju pada integrasi kurikulum dengan standar industri modern. Pilihan format terbaik yang direkomendasikan adalah Dokumen Kurikulum OBE Terintegrasi SKKNI dan DUDI. Pendekatan mutakhir tersebut dinilai sangat efektif untuk mendukung penilaian maksimal dari pihak BAN-PT. “Pendekatan yang paling mutakhir saat ini adalah kurikulum terintegrasi SKKNI dan DUDI karena lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tegas Prof. Boediono. Oleh karena itu, unsur dunia industri wajib dilibatkan agar mahasiswa Anda menjadi lebih adaptif saat lulus nanti. Keselarasan ini dipercaya mampu memperkecil jarak antara dunia perkuliahan dan realitas industri.
Penyelarasan Visi Global dan Spesifikasi Target
Di sisi lain, konstruksi penyusunan draf akademik juga tidak luput dari evaluasi mendalam. Berdasarkan hasil tinjauan, rancangan kurikulum sebaiknya diawali dari pemantapan visi program studi, bukan langsung melompat pada CPL. Visi tersebut harus diselaraskan secara vertikal dengan poin-poin unggulan universitas dan fakultas. Selain itu, pihak manajemen juga mencatat bahwa visi program studi saat ini belum memuat target tahun capaian yang jelas. Penyempurnaan ini dilakukan agar arah perkembangan keilmuan di kampus dapat diukur dengan lebih akurat. Dengan demikian, peta jalan pendidikan yang ditempuh oleh para mahasiswa menjadi semakin terarah.
Skema Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa dan Dosen
Selain pembenahan dokumen tertulis, penguatan kompetensi praktis melalui skema sertifikasi juga menjadi poin krusial yang dibahas. Langkah strategis dapat diarahkan melalui pengambilan sertifikasi kompetensi level P1 bagi mahasiswa aktif. Di samping itu, peluang emas untuk meraih sertifikasi tambahan seperti instruktur junior juga terbuka lebar. Tidak hanya mahasiswa, para dosen pun didorong untuk memiliki sertifikasi instruktur level 4 hingga 6. Standardisasi kompetensi ini sengaja dirancang agar keahlian lulusan diakui secara legal oleh negara. Implementasi awal dari program sertifikasi ini disarankan untuk berfokus terlebih dahulu pada bidang MBS.
Sebagai penutup diskusi, potensi pengembangan bidang minat mahasiswa pada program studi MBS turut dipetakan. Minat terbesar sejauh ini masih didominasi oleh bidang Manajemen SDM, pemasaran, serta sektor keuangan. Menanggapi hal tersebut, program studi disarankan segera memilih salah satu bidang paling potensial sebagai keunggulan utama. Contoh konkretnya, lulusan Ekonomi Syariah ke depan dapat diarahkan untuk memiliki sertifikasi khusus Penyelia Halal. Semua perbaikan teknis, termasuk sinkronisasi tanggal pengantar, akan segera diselesaikan oleh tim penyusun. Bersama-sama, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen mencetak generasi profesional yang siap bersaing.


