SALATIGA – Komitmen nyata dalam memperluas jejaring akademik dan pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat oleh FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pihak fakultas secara resmi melaksanakan kunjungan kelembagaan ke Masjid Klenteng dan Pondok Pesantren Annashiiha Salatiga pada Jumat (22/5). Agenda ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI guna menginisiasi kolaborasi strategis antarlembaga. Kunjungan ini juga melibatkan jajaran dekanat dan tenaga kependidikan FEBI. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pengasuh dan pendiri pesantren Annashiiha. Melalui langkah awal ini, sinergi pendidikan tinggi dan nilai lokal mulai dibangun demi kemajuan bersama.
Komitmen Nyata Hasil Kunjungan Kelembagaan
Acara silaturahmi ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang berdampak luas. Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, menegaskan bahwa komitmen ini harus diwujudkan dalam program aksi yang nyata. “Nota kesepahaman yang akan disepakati harus benar-benar direalisasikan secara konkret, bukan sekadar di atas kertas,” tegas Prof. Rahmawan. Oleh karena itu, kegiatan kunjungan ini dirancang untuk mendalami filosofi etos kerja Muslim Tionghoa yang diintegrasikan di sana. Langkah tersebut diharapkan membawa dampak besar bagi kurikulum kewirausahaan di fakultas.
Adopsi Inkubasi Bisnis dan Kemandirian Santri
Pesantren Annashiiha sendiri dinilai sukses mengubah pola pikir mahasiswa menjadi mandiri melalui praktik wirausaha yang terukur. Model pengelolaan usaha mereka melibatkan santri semester akhir dalam mengelola unit bisnis secara mandiri. Bahkan, mahasiswa diberikan tanggung jawab penuh dari proses belanja hingga laporan laba-rugi. Saat ini, sistem kerja kelompok berbasis jam kerja adil tersebut telah menghasilkan laba bersih kumulatif Rp25.000.000,-. Keberhasilan konkret inilah yang menginspirasi universitas untuk mengadopsi sistem mentor bisnis serupa bagi civitas akademika.
Rencana Program Beasiswa dan Inovasi Sosial
Selanjutnya, hasil dialog kedua belah pihak menyepakati perluasan program bagi masyarakat yang kurang mampu. Rencana program santri khusus akan segera diluncurkan tahun depan oleh pihak ponpes Annashiiha dengan menyasar anak yatim piatu dari panti asuhan. Mereka akan difasilitasi dengan pembebasan biaya pendidikan, pemberian uang saku, dan keterlibatan langsung di unit usaha. Selain itu, inovasi sosial ini didukung penuh oleh kerja sama jaringan pengusaha luas.


