SURAKARTA, 11 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memantapkan langkah menuju internasionalisasi. Upaya strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Review Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk delapan mata kuliah kajian ekonomi Islam. Langkah besar tersebut diambil guna merespons tantangan global sekaligus memperkuat identitas institusi di ranah akademik internasional. Kegiatan penting ini menghadirkan pakar ekonomi Islam terkemuka, Dr. Aam Slamet Rusydiana, sebagai narasumber utama. Diskusi hangat yang berlangsung di ruang rapat pimpinan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua program studi dan dosen FEBI UIN Surakarta.
Membangun Ketangguhan Akademik Melalui Review Kurikulum
Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahawan Arifin, M.Si., menekankan pentingnya membangun daya tahan akademik (academic resilience) pada diri mahasiswa. Menurut beliau, proses pembelajaran di kampus perlu dirancang secara menantang agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan ilmiah. Melalui implementasi hasil review kurikulum ini, program pembelajaran pada semester mendatang akan mulai mengangkat tema-tema ekonomi klasik. “Proses pembelajaran perlu dirancang tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang menguasai teori dan konsep,” ujar Prof. Rahawan. Dengan demikian, fondasi keilmuan Anda sebagai bagian dari komunitas akademik akan menjadi semakin kaya dan relevan.
Dr. Aam Slamet Rusydiana Dorong Penguatan Distingsi dan Branding Lokal
Pembahasan selanjutnya menitikberatkan pada pentingnya membangun diferensiasi akademik yang kuat bagi fakultas. Terkait hal ini, Dr. Aam Slamet Rusydiana memberikan pandangan strategisnya mengenai identitas lembaga. Beliau menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi keagamaan Islam harus memiliki keunikan yang menjadi pembeda utama. “Setiap perguruan tinggi perlu memiliki keunggulan yang menjadi ciri khas dan pembeda dengan institusi lain,” papar Dr. Aam. Oleh karena itu, kurikulum baru dirancang agar mampu merumuskan identitas akademik yang kuat dan mudah dikenali.
Mengangkat Kearifan Lokal Ekonomi Islam Nusantara ke Dunia Internasional
Selain pembeda kelembagaan, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen mengembangkan kajian yang berakar pada kearifan lokal. Sistem bagi hasil tradisional dan praktik ekonomi berbasis komunitas dinilai layak diangkat menjadi keunggulan akademik. Langkah glokalisasi ini diharapkan mampu menghubungkan nilai-nilai lokal Nusantara dengan perspektif global yang diakui dunia. Menurut Dr. Aam, kajian bertema sejarah peradaban Islam di Nusantara masih relatif sedikit diteliti oleh akademisi. Melalui sinergi ini, sivitas akademika FEBI diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya khazanah literatur ekonomi Islam dunia.
Peluang Kolaborasi Global dan Sertifikasi Profesional bagi Lulusan
Sebagai langkah nyata internasionalisasi, jejaring akademik akan terus diperluas ke berbagai negara seperti Malaysia dan Turki. Peluang studi lanjut dan program beasiswa parsial kini tengah diinisiasi bersama BAZNAS untuk meningkatkan kapasitas SDM. Di sisi lain, penguatan kompetensi lulusan juga dilakukan melalui sertifikasi profesional yang diakui oleh BNSP. Indikator pemeringkatan dunia seperti Times Higher Education (THE) turut dijadikan sebagai standar mutu internasional. Akhirnya, ekosistem riset yang berkelanjutan antara dosen dan mahasiswa akan tercipta dengan sangat baik di lingkungan kampus.


