SURAKARTA – Kualitas pendidikan tinggi yang prima tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui komitmen dan proses yang berkelanjutan. Guna mewujudkan standar mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung A. Melalui forum ini, seluruh civitas akademika diajak untuk melihat kembali pencapaian dan tantangan selama satu semester terakhir.
Langkah strategis ini sejalan dengan visi besar pemangku kebijakan pusat demi kemajuan mutu pendidikan Islam nasional. Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar menekankan bahwa pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas sebagai ilmuwan, tetapi juga berkarakter sebagai intelektual, cendekiawan yang berakhlak mulia, dan mampu bersaing secara global. Arahan tersebut direspon cepat oleh fakultas melalui penguatan sistem pembelajaran yang bermutu tinggi.
Transformasi Mutu Melalui Evaluasi Pembelajaran
Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) FEBI, Mufti Arief Arfiansyah. Seluruh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta turut dihadirkan untuk menyelaraskan visi akademik. Dalam pemaparannya, evaluasi pembelajaran dijadikan sebagai instrumen strategis untuk memetakan capaian sekaligus merumuskan solusi atas kendala perkuliahan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dosen sangat menentukan arah perbaikan mutu ke depan. Langkah ini menegaskan bahwa kualitas lulusan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dikawal ketat.
Mendengar Suara Mahasiswa Lewat EDOM
Selain memaparkan data internal, forum ini juga mengupas tuntas form Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM). Melalui EDOM, kritik serta saran konstruktif dari mahasiswa selama satu semester dibahas secara mendalam. Hal ini membuktikan bahwa aspirasi mahasiswa sangat didengar untuk membawa perubahan nyata. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat capaian pembelajaran kita,” ujar Mufti Arfiansyah di sela-sela acara. Ungkapan langsung tersebut menegaskan komitmen fakultas dalam merespons umpan balik secara adaptif.
Budaya Mutu untuk Kemajuan Bersama
Selanjutnya, hasil evaluasi ini akan dijadikan acuan utama dalam menyusun strategi perkuliahan pada semester berikutnya. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menciptakan ruang belajar yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak luas. Dengan demikian, program evaluasi pembelajaran bukan lagi sekadar rutinitas formal di atas kertas. Sebaliknya, agenda ini diposisikan sebagai jangkar utama dalam meningkatkan kepuasan belajar mahasiswa secara menyeluruh. Peningkatan fasilitas dan metode mengajar akan terus dioptimalkan secara bertahap.
Sebab, mutu akademik bukanlah sebuah target akhir yang statis. Budaya mutu harus terus dijaga dan ditingkatkan bersama oleh seluruh elemen fakultas. Melalui langkah evaluatif ini, FEBI bersiap melangkah lebih jauh untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing. Mari bersama-sama mengawal momentum pertumbuhan ini demi masa depan pendidikan yang lebih gemilang.


