SURAKARTA – Dalam upaya nyata mewujudkan ekosistem ekonomi hijau yang inklusif, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah mengambil langkah strategis. Langkah penting ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Akselerasi Program Bank Sampah Masjid Lestari” pada Jumat, 25 Juni 2026, bertempat di Gedung FEBI. Pertemuan ini secara khusus dirancang untuk merumuskan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi langsung dengan inklusi keuangan syariah.
Sinergi Lintas Sektor untuk SDGs
Kegiatan Forum Group Discussion ini merupakan implementasi nyata dari SDGs Poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. FEBI UIN Surakarta menghadirkan dua pilar penting sebagai mitra strategis dalam diskusi ini, yaitu manajemen Bank Syariah Sragen dan perwakilan dari Komunitas Relawan Resik-Resik Masjid (KORREM). Melalui kolaborasi ini, diharapkan aksi penyelamatan lingkungan yang bermula dari masjid juga dapat memberikan dampak kesejahteraan ekonomi yang nyata bagi jemaah.
“Kita mempertemukan dua kekuatan hebat hari ini untuk mencapai target-target SDGs 2030,” jelas Ketua Tim PkM FEBI UIN Raden Mas Said, Dr. Arif Muannas. Beliau menambahkan, “KORREM memiliki basis aksi nyata di lapangan, sementara Bank Syariah Sragen membawa keahlian manajemen keuangan syariah. Kolaborasi ini memastikan adanya dampak positif terhadap lingkungan dan pengentasan kemiskinan lewat ekonomi sirkular yang berjalan secara masif serta akuntabel.”
Inovasi Integrasi Tabungan Syariah
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam Forum Group Discussion ini adalah pemaparan skema integrasi tabungan wadiah (titipan) oleh Bank Syariah Sragen. Skema tersebut dapat diadopsi oleh pengurus Bank Sampah Masjid Lestari. Dengan sistem inovatif ini, jemaah yang menyetorkan sampah kering ke masjid dapat langsung melihat nilai rupiahnya terkonversi menjadi saldo tabungan syariah. Hal ini disambut antusias oleh KORREM, sebab selama ini aksi bersih-bersih masjid menghasilkan potensi sampah anorganik cukup besar yang kini memiliki wadah penyaluran jelas dan bernilai guna.
Komitmen Berkelanjutan FEBI
Agenda FGD ini dibuka oleh Prof. Rahmawan Arifin selaku Dekan FEBI UIN Surakarta, yang juga memaparkan rencana program PkM FEBI tahun 2026. Pengembangan Bank Sampah Masjid Lestari di Kartasura menjadi salah satu program utama. Melalui sinergi antara akademisi, praktisi keuangan syariah, dan komunitas sosial ini, FEBI UIN Surakarta optimis gerakan ini mampu menjadi motor penggerak kelestarian lingkungan hidup sekaligus kemandirian ekonomi umat. Sebagai tindak lanjut, beberapa poin kesepakatan kerja sama lanjutan serta timeline pemetaan masjid percontohan telah dihasilkan dalam pertemuan ini. FEBI UIN Surakarta berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, aktif dalam pengabdian masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


