Menggandeng Jemaah Masjid, FEBI UIN Surakarta Sukses Luncurkan Program Bank Sampah

Menggandeng Jemaah Masjid, FEBI UIN Surakarta Sukses Luncurkan Program Bank Sampah

KARTASURAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Workshop Bank Sampah Masjid Lestari di Masjid An-Nur Keputren, Kartasura (29/6). Kegiatan pengabdian masyarakat ini digagas untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Melalui pendekatan ecotheology, masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat peradaban hijau. Langkah nyata ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat luas dalam mengelola sisa pembuangan rumah tangga sehari-hari.

Menggagas Circular Economy Berbasis Keumatan

Acara yang dipandu oleh Dr. Arif Muannas, M.Sc. ini dihadiri oleh perwakilan jamaah dari lima masjid di wilayah Kartasura. Selanjutnya, para peserta diajak memahami konsep circular economy atau ekonomi sirkular yang dipaparkan oleh Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah daru Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Oleh karena itu, sampah tidak lagi dibuang begitu saja, tetapi diputar kembali menjadi sumber pendapatan baru bagi umat. “Masjid harus menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan karena kebersihan adalah bagian integral dari keimanan kita,” tegas Dekan FEBI UIN Raden Mas Said saat memberikan sambutan.

Penerapan Program Bank Sampah Keputren Ecotheo Farm

Selain itu, diperkenalkan pula program Bank Sampah Masjid Lestari yang terintegrasi langsung dengan program Keputren Ecotheo Farm. Sistem ini dirancang sedemikian rupa agar masyarakat dapat menyetorkan sampah kering yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Dengan demikian, setiap botol plastik yang dikumpulkan oleh jamaah di rumah bisa berubah menjadi berkah ekonomi yang bernilai tinggi. Program ini dikelola secara profesional oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) demi menjamin transparansi serta keberlanjutan manfaatnya

Antusiasme Warga dalam Sesi Diskusi

Sementara itu, sesi tanya jawab yang interaktif berhasil memantik antusiasme dan komitmen yang tinggi dari seluruh perwakilan jamaah. Berbagai pertanyaan kritis mengenai teknis penyetoran dan bagi hasil tabungan didiskusikan secara mendalam bersama seluruh fasilitator. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi nyata yang akan segera diimplementasikan di lingkungan masjid masing-masing. Penanggung jawab acara, Zulfikar Ali Ahmad, S.E., M.Sc., memastikan bahwa pendampingan berkala akan terus dilakukan oleh pihak kampus.

Tags: No tags

Comments are closed.