SKRIPSI AKS
Determinan Kecurangan Laporan Keuangan: Suatu Pendekatan Teori Fraud Hexagon
Penelitian ini dilakukan karena terdapat fenomena adanya kecurangan
laporan keuangan yang memiliki frekuensi kasus paling sedikit, namun dampak
rata-rata total kerugiannya justru menduduki peringkat tertinggi dibandingkan jenis
fraud lainnya. Alasan lainnya yaitu masih adanya kasus kecurangan laporan
keuangan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini bertujuan untuk
menguji apakah terdapat pengaruh antara variabel independen stabilitas keuangan,
tekanan eksternal, pengawasan yang tidak efektif, pergantian auditor, pergantian
direksi, arogansi, dan kolusi terhadap variabel dependen kecurangan laporan
keuangan.
Penelitian ini berjenis kuantitatif dan menggunakan data sekunder yaitu
laporan tahunan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode penelitian
2017-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling
sehingga didapat 20 sampel perusahaan selama 5 tahun dan menghasilkan 100 data
pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis regresi logistik.
Hasil penelitian dengan analisis regresi logisik menunjukan bahwa variabel
pergantian auditor berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan.
Sedangkan variabel stabilitas keuangan, tekanan eksternal, pengawasan yang tidak
efektif, pergantian direksi, arogansi, dan kolusi tidak berpengaruh terhadap
kecurangan laporan keuangan.
Kata kunci: Stabilitas Keuangan, Tekanan Eksternal, Pengawasan yang Tidak
Efektif, Pergantian Auditor, Pergantian Direksi, Arogansi, Kolusi
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain