Sukoharjo, 11 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan kegiatan Public Lecturer bertajuk “Integrasi CSR dalam Profil Lulusan Mazawa: Peluang, Tantangan, dan Implikasi Kurikulum”. Kegiatan ini menghadirkan Lintang Eka Prakusya, S.Geo., M.H., CSR Officer dari PT Danone Indonesia, sebagai narasumber utama.
Kuliah umum ini diselenggarakan di Aula Mangkunegara FEBI dan dibuka oleh Rina Hastuti, M.M., Ph.D., Ketua Jurusan Manajemen dan Akuntansi Syariah, mewakili Dekan FEBI. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh dosen Mazawa serta dosen lintas program studi di lingkungan kampus.
CSR Officer: Profil Baru untuk Lulusan Prodi Mazawa
Tema ini diangkat karena pentingnya perluasan profil lulusan Prodi Mazawa. Selama ini, lulusan hanya dikenal kompeten dalam pengelolaan ZISWAF. Namun, peluang kerja saat ini menuntut keterampilan lebih luas.
Oleh karena itu, Prodi Mazawa ingin menambahkan profil CSR Officer dalam kurikulum. Dengan begitu, lulusan dapat bersaing di sektor industri nasional dan global. Penambahan profil ini tentu memerlukan kajian mendalam. Terutama dalam aspek kurikulum dan pengembangan keterampilan mahasiswa.
Tiga Pilar CSR dan Praktik Terbaik dari Industri
Dalam pemaparannya, Lintang menjelaskan bahwa CSR bukan sekadar aktivitas sosial perusahaan. CSR adalah strategi yang menyatu dengan keberlanjutan bisnis. Ia terdiri dari tiga pilar utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Lebih lanjut, ia menjabarkan bentuk kegiatan CSR yang dijalankan Danone melalui PT Tirta Investama. Fokus utama mereka adalah konservasi sumber daya air dan pelestarian lingkungan sekitar.
Diskusi Interaktif dan Implikasi untuk Kurikulum
Setelah sesi materi, diskusi berlangsung aktif mengenai CSR dalam Profil Lulusan Mazawa. Banyak dosen bertanya seputar implikasi CSR terhadap kurikulum Mazawa. Beberapa topik yang dibahas meliputi penyusunan RPS, kerja sama strategis, dan kebutuhan keahlian analitis mahasiswa untuk bisa diterima sebagai CSR Officer.
Menurut Lintang, perusahaan mencari talenta yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memahami kebutuhan sosial masyarakat.
Dengan adanya kuliah umum ini, Prodi Mazawa berharap dapat melangkah lebih jauh. Tujuannya adalah membentuk lulusan yang adaptif, kritis, dan siap terjun ke dunia industri. Terutama pada sektor-sektor yang mengedepankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.




