pkm-sdgs-febi-uin-surakarta-pembentukan-bank-kompos

FEBI UIN Surakarta Luncurkan Bank Kompos di Kartasura untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kartasura, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen berfokus pada pembentukan Bank Kompos FEBI UIN Surakarta yang melibatkan warga Keputren Kartasura, khususnya jamaah Masjid An Nur.

Tim pengabdian yang terdiri dari Betty Eliya Rokhmah, Ade Setiawan, dan Agus Setiawan mengemas kegiatan dalam bentuk workshop. Melalui pelatihan ini, warga mendapatkan pendampingan langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos bermanfaat untuk pertanian dan penghijauan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menambah nilai guna sampah organik.

Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

Dalam sesi materi, tim PkM memperkenalkan tahapan pembuatan kompos secara sederhana.

  1. Pengumpulan sampah organik – warga diajak memisahkan sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan.
  2. Pencacahan bahan – sampah dipotong kecil agar mudah terurai.
  3. Pencampuran bahan tambahan – tanah, serbuk gergaji, atau aktivator ditambahkan untuk mempercepat pembusukan.
  4. Fermentasi – campuran ditutup selama beberapa minggu dengan pengadukan rutin.
  5. Pemanenan kompos – setelah matang, kompos siap digunakan sebagai pupuk alami.

Melalui metode ini, sampah yang biasanya terbuang percuma dapat diolah menjadi sumber daya produktif bagi masyarakat.

Apresiasi dari Dekan FEBI

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa program bank kompos merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.

“FEBI berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat. Bank kompos ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan keberkahan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujarnya.

Warga Kartasura Antusias

Warga Keputren Kartasura menyambut positif program ini. Banyak di antara mereka berkomitmen menerapkan konsep pengelolaan sampah di rumah masing-masing. Mereka menilai bank kompos mampu menjadi solusi nyata, sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan berbasis nilai Islam.

Tim PkM berharap program ini berkembang menjadi wadah kolektif warga dalam mengelola sampah organik. Hasil kompos bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian lokal atau bahkan menjadi peluang ekonomi baru.

Komitmen FEBI untuk SDGs

Program bank kompos ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Responsible Consumption and Production serta Climate Action. Dengan demikian, FEBI UIN Surakarta tidak hanya menanamkan literasi ekonomi Islam, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan global yang berkelanjutan.

pkm-febi-uin-surakarta-sampah-media-sedekah

FEBI UIN Surakarta Edukasi Jamaah Masjid An Nur: Sedekah Sampah Jadi Berkah

Kartasura, 19 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen FEBI hadir di Masjid An Nur Kartasura dengan membawa gagasan segar: “Sampah sebagai Media Sedekah agar Berkah.”

Program ini dipandu oleh tim PkM yang terdiri dari Betty Eliya Rokhmah, Ade Setiawan, dan Agus Setiawan. Tujuannya sederhana namun bermakna: mengubah persepsi jamaah tentang sampah agar tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sumber keberkahan.

Sampah Jadi Amal Jariyah

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa sampah plastik dapat dikumpulkan di wadah khusus di depan masjid untuk kemudian dikelola sebagai sedekah. Sementara itu, sampah organik bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman di sekitar masjid. Dengan cara ini, jamaah bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus bersedekah.

“Sedekah tidak selalu berupa uang atau barang. Dari sampah pun kita bisa memulai amal jariyah, jika dikelola dengan baik, sedekah sampah bisa menjadi salah satu solusinya” ungkap Betty Eliya Rokhmah.

Agus Setiawan menambahkan, konsep serupa telah berhasil dijalankan di Masjid Salman ITB dan Masjid Al Ihsan Sidoarjo. Kedua masjid itu berhasil mengubah pengelolaan sampah jamaah menjadi dana sosial untuk mendukung berbagai program keumatan.

Apresiasi dari Dekan FEBI

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., turut memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk nyata kontribusi kampus dalam memberikan solusi bagi persoalan sosial-ekonomi umat.

“FEBI berkomitmen hadir di tengah masyarakat. Kami ingin menghadirkan program yang bukan hanya memperkuat literasi ekonomi Islam, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme Jamaah dan Komitmen Keberlanjutan

Acara berlangsung interaktif dengan respon positif jamaah. Banyak yang menyatakan siap menerapkan konsep zero waste di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program PkM berbasis SDGs yang konsisten dilakukan oleh FEBI UIN Surakarta. Harapannya, konsep sedekah sampah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan keberlanjutan lingkungan.

WhatsApp Image 2025-09-17 at 14.41.13

Kepala OJK Solo Resmi Buka Festival on Islamic Financial 2025 FEBI UIN Surakarta

Sukoharjo, 17 September 2025 — Suasana Pelataran Gedung FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dipenuhi antusiasme mahasiswa baru ketika Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, secara resmi membuka Festival on Islamic Financial 2025 dengan prosesi pemotongan pita. Kehadirannya bersama para perwakilan lembaga keuangan menandai dimulainya festival literasi keuangan syariah terbesar di kampus tersebut.

Dalam sambutannya, Eko Hariyanto menegaskan bahwa literasi keuangan adalah keterampilan penting bagi mahasiswa di era digital. “Pemahaman tentang produk keuangan syariah tidak hanya berguna untuk kehidupan pribadi, tetapi juga untuk membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif,” ujarnya.

Festival Literasi Keuangan Syariah

Acara yang merupakan bagian dari Festival on Islamic Financial 2025 ini mengangkat tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future.” Seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan hadir dan mengikuti pameran sejak sesi pertama.

Agar lebih interaktif, mahasiswa diminta mengunjungi minimal lima stan pameran dari 27 lembaga keuangan yang hadir. Mereka mengumpulkan stempel khusus di formulir presensi yang wajib dicetak berwarna dan diserahkan kepada panitia.

Partisipasi Lembaga Keuangan

Sebanyak 27 lembaga keuangan dibawah naungan OJK Solo ikut serta dalam expo, di antaranya Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Indo Premier Sekuritas, BTN, Bank Mega Syariah, Pegadaian Syariah, BPRS Dana Amanah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, BCA Syariah dan lainnya.

Melalui kehadiran lembaga-lembaga tersebut, mahasiswa dapat mengenal produk keuangan lebih luas. Tidak hanya tabungan dan pembiayaan, tetapi juga investasi, asuransi, dan instrumen keuangan berbasis syariah.

Harapan FEBI UIN Surakarta

Menurut pimpinan FEBI, literasi keuangan tidak cukup hanya dipelajari di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan praktisi agar memahami realitas industri. Festival ini diharapkan memperkuat jejaring kampus dengan dunia kerja, sekaligus membuka peluang magang, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

FEBI optimistis Festival on Islamic Financial 2025 meninggalkan kesan mendalam. Literasi keuangan syariah bukan hanya bekal akademik, tetapi juga modal hidup bagi mahasiswa untuk menjadi generasi profesional, inovatif, dan berintegritas.

praktisi-goes-to-campus-febi-uin-surakarta

Praktisi Goes to Campus FEBI UIN Surakarta: Menguatkan Keuangan Syariah untuk Masa Depan Berkelanjutan

Sukoharjo, 17 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan syariah. Melalui kegiatan Praktisi Goes to Campus yang digelar di Aula Lantai 1 Gedung A, puluhan mahasiswa semester 5 FEBI mendapatkan kesempatan emas untuk bertemu langsung dengan pakar keuangan syariah dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Acara ini mengusung tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future”, sebuah gagasan yang relevan dengan perkembangan global. Dunia keuangan syariah saat ini tidak hanya dipandang sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai solusi untuk keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Narasumber Inspiratif dari MES dan BTN Syariah

Dalam kegiatan ini, FEBI menghadirkan dua narasumber berpengaruh. Pertama, Ibrahim Fatwa Wijaya, SE, M.Sc., Ph.D., pakar dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem keuangan syariah berbasis inovasi. Kedua, Syaiful Amri, M.M., perwakilan dari Bank BTN Syariah, yang membagikan pengalaman nyata mengenai implementasi produk perbankan syariah serta peluang karier bagi mahasiswa di sektor keuangan syariah.

Selanjutnya menurut Ibrahim Fatwa, mahasiswa perlu dibekali dengan pemahaman kritis sekaligus keterampilan praktis agar siap menghadapi tantangan industri keuangan global. Sementara itu, Syaiful Amri menambahkan bahwa perbankan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan, terutama di sektor perumahan dan pembiayaan halal.

FEBI Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Global

Wakil Dekan II FEBI, Dr. Ika Yoga, M.Si. menegaskan bahwa acara ini bukan hanya untuk mahasiswa. Menurutnya, civitas akademika, alumni, bahkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari penguatan literasi keuangan syariah.

“FEBI hadir bukan hanya mencetak sarjana. Kami ingin mahasiswa FEBI berdaya saing, dosen semakin kompeten, dan masyarakat terinspirasi dari keuangan syariah yang inklusif,” ujarnya.

Keuangan Syariah untuk Masa Depan

Dengan terselenggaranya Praktisi Goes to Campus FEBI, mahasiswa tidak sekadar belajar teori. Mereka merasakan langsung praktik nyata dari para ahli. Dosen mendapatkan wawasan baru untuk riset, sedangkan masyarakat luas dapat melihat bahwa keuangan syariah adalah solusi ekonomi berkelanjutan.

Acara ini menegaskan bahwa FEBI UIN Surakarta terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang bermanfaat bagi semua pihak — dari kampus hingga masyarakat.

financial-literacy-expo

FEBI Hadirkan Puluhan Booth Literacy Festival Bertajuk Financial Literacy EXPO 2025

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Festival on Islamic Financial 2025. Salah satu agenda utama adalah Financial Literacy EXPO dengan tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future.”

Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang literasi keuangan syariah sebagai fondasi masa depan ekonomi yang berkelanjutan. Seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan hadir sejak sesi pertama dan mengikuti rangkaian pameran.

Mahasiswa diminta mengunjungi minimal lima stan pameran. Setiap kunjungan mendapat stempel khusus pada formulir presensi. Formulir wajib dicetak berwarna oleh mahasiswa dan diserahkan kepada panitia. Mekanisme ini mendorong mahasiswa terlibat aktif, bukan hanya hadir secara formal.

Dibaca juga : Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Tampil Memukau di KAIB ke-16 Pontianak

Pameran Financial Literacy EXPO 2025 menghadirkan 27 lembaga keuangan. Beberapa di antaranya adalah Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Indo Premier Sekuritas, BTN, Bank Mega Syariah, Pegadaian Syariah Solo Baru, BPRS Dana Amanah (BDA), Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, serta BCA Syariah.

Melalui Financial Literacy EXPO 2025 ini, mahasiswa dapat mengenal produk dan layanan keuangan lebih dekat. Tidak hanya tabungan atau pembiayaan, tetapi juga investasi, asuransi, dan instrumen keuangan syariah.

Menurut pimpinan FEBI, literasi keuangan tidak cukup dipelajari di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan lembaga keuangan agar memahami praktik, tantangan, dan peluang. FEBI berharap kegiatan ini membuat mahasiswa mampu memanfaatkan potensi keuangan syariah sekaligus siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional. Festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kampus dengan industri. Kolaborasi diharapkan membuka peluang magang, penelitian, dan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa.

FEBI optimistis kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Literasi keuangan syariah bukan hanya bekal akademik, tetapi juga modal hidup bagi mahasiswa agar menjadi generasi profesional, inovatif, dan berintegritas.

peluncuran-aplikasi-satu-wakaf-febi-uin-surakarta

UIN Surakarta Luncurkan Aplikasi Satu Wakaf: MAZAWA Jadi Laboratorium Wakaf Digital

Surakarta, 12 September 2025 – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menjadi PTKIN pertama di Indonesia yang meluncurkan aplikasi Satu Wakaf. Inisiatif ini diumumkan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-33 di Gedung Graha.

Aplikasi Satu Wakaf hadir sebagai platform digital inovatif untuk mendukung pengelolaan wakaf di lingkungan kampus. Kehadiran aplikasi ini menandai langkah maju UIN Surakarta dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat peran wakaf di dunia pendidikan.

MAZAWA Jadikan Aplikasi Sebagai Laboratorium Wakaf Digital

Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) menyambut aplikasi Satu Wakaf dengan penuh antusias. Bagi MAZAWA, aplikasi ini menjadi laboratorium nyata yang mendukung implementasi kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori wakaf digital, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan manajemen keuangan wakaf dan tata kelola yang transparan.

Dengan adanya aplikasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman operasional yang biasanya hanya bisa dipelajari di luar kampus. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri wakaf modern.

Literasi dan Kesadaran Wakaf Diperkuat

Peluncuran aplikasi juga diiringi dengan paparan dari Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI), Anas Nasikhin, M.Si.. Ia menekankan pentingnya dana wakaf abadi untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi.

Prodi MAZAWA berkomitmen memperluas program edukasi wakaf melalui kuliah tamu, seminar, dan pengabdian masyarakat. Dengan langkah ini, sivitas akademika diharapkan menjadi agen penyebar semangat wakaf produktif, tidak hanya di fakultas tetapi di seluruh lingkungan UIN Surakarta.

Peluang Riset dan Kolaborasi

Dengan dukungan BWI, aplikasi Satu Wakaf juga membuka peluang riset baru. Prodi MAZAWA siap mengkaji efektivitas wakaf digital, regulasi, serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Kajian ini akan memperkuat kontribusi UIN Surakarta dalam literatur akademik tentang ekonomi Islam.

Wakaf sebagai Instrumen Strategis

Peluncuran aplikasi Satu Wakaf membuktikan bahwa wakaf bukan sekadar amanah keagamaan. Di era digital, wakaf berkembang menjadi instrumen strategis pendidikan, ekonomi, dan sosial.

UIN Surakarta bersama Prodi MAZAWA berharap langkah ini menginspirasi perguruan tinggi Islam lainnya untuk memanfaatkan potensi wakaf secara lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusi umat bagi pembangunan bangsa.

Narasumber dari PT Danone memaparkan materi CSR di Aula Mangkunegara FEBI UIN Surakarta

Public Lecturer FEBI UIN Raden Mas Said: CSR dalam Profil Lulusan Mazawa

Sukoharjo, 11 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan kegiatan Public Lecturer bertajuk “Integrasi CSR dalam Profil Lulusan Mazawa: Peluang, Tantangan, dan Implikasi Kurikulum”. Kegiatan ini menghadirkan Lintang Eka Prakusya, S.Geo., M.H., CSR Officer dari PT Danone Indonesia, sebagai narasumber utama.

Kuliah umum ini diselenggarakan di Aula Mangkunegara FEBI dan dibuka oleh Rina Hastuti, M.M., Ph.D., Ketua Jurusan Manajemen dan Akuntansi Syariah, mewakili Dekan FEBI. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh dosen Mazawa serta dosen lintas program studi di lingkungan kampus.

CSR Officer: Profil Baru untuk Lulusan Prodi Mazawa

Tema ini diangkat karena pentingnya perluasan profil lulusan Prodi Mazawa. Selama ini, lulusan hanya dikenal kompeten dalam pengelolaan ZISWAF. Namun, peluang kerja saat ini menuntut keterampilan lebih luas.

Oleh karena itu, Prodi Mazawa ingin menambahkan profil CSR Officer dalam kurikulum. Dengan begitu, lulusan dapat bersaing di sektor industri nasional dan global. Penambahan profil ini tentu memerlukan kajian mendalam. Terutama dalam aspek kurikulum dan pengembangan keterampilan mahasiswa.

Tiga Pilar CSR dan Praktik Terbaik dari Industri

Dalam pemaparannya, Lintang menjelaskan bahwa CSR bukan sekadar aktivitas sosial perusahaan. CSR adalah strategi yang menyatu dengan keberlanjutan bisnis. Ia terdiri dari tiga pilar utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bentuk kegiatan CSR yang dijalankan Danone melalui PT Tirta Investama. Fokus utama mereka adalah konservasi sumber daya air dan pelestarian lingkungan sekitar.

Diskusi Interaktif dan Implikasi untuk Kurikulum

Setelah sesi materi, diskusi berlangsung aktif mengenai CSR dalam Profil Lulusan Mazawa. Banyak dosen bertanya seputar implikasi CSR terhadap kurikulum Mazawa. Beberapa topik yang dibahas meliputi penyusunan RPS, kerja sama strategis, dan kebutuhan keahlian analitis mahasiswa untuk bisa diterima sebagai CSR Officer.

Menurut Lintang, perusahaan mencari talenta yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memahami kebutuhan sosial masyarakat.

Dengan adanya kuliah umum ini, Prodi Mazawa berharap dapat melangkah lebih jauh. Tujuannya adalah membentuk lulusan yang adaptif, kritis, dan siap terjun ke dunia industri. Terutama pada sektor-sektor yang mengedepankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Gambar WhatsApp 2025-01-10 pukul 14.40.01_aeec94ea

PPL di Boyolali: Prof. Sri Walyoto Pantau Langsung Progres Mahasiswa FEBI

Boyolali, 9 Januari 2025 – Empat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta yang tengah menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali mendapat kunjungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Sri Walyoto, Ph.D.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi progres tugas mahasiswa selama PPL dan memberikan bimbingan terkait pelaksanaan tugas lapangan. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sri Walyoto berdialog dengan mahasiswa dan pihak dinas untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah dirancang.

DPL memberikan masukan strategis untuk pengembangan kompetensi mahasiswa, termasuk terkait kontribusi mereka dalam membantu program-program dinas yang relevan. “PPL bukan hanya soal pengalaman kerja, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu beradaptasi dengan dinamika lapangan serta memberikan dampak nyata,” ujar Prof. Sri Walyoto.

Para mahasiswa mengaku mendapat wawasan berharga dari kegiatan ini, khususnya dalam memahami peran dinas dalam pemberdayaan koperasi dan tenaga kerja di Boyolali. Program PPL ini juga diharapkan menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan komunikasi, manajemen, dan pemecahan masalah di dunia kerja nyata.

Melalui program PPL, FEBI UIN Raden Mas Said terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Prof. Sri Walyoto berharap pengalaman ini mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa sebagai bekal mereka memasuki dunia kerja setelah lulus.

Gambar WhatsApp 2025-01-07 pukul 16.14.27_e02566ce

FEBI UIN Raden Mas Said Matangkan Program Kerja Berbasis Anggaran 2025

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Rapat Koordinasi Program Kerja Berbasis Anggaran 2025 pada Selasa, 7 Januari 2025. Bertempat di Aula Mangkunegaran FEBI, acara ini dihadiri jajaran Dekanat dan pimpinan Program Studi, dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si.

Agenda rapat mengupas tuntas program kerja masing-masing program studi untuk tahun 2025, disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia. “Koordinasi ini penting untuk memastikan setiap rencana berjalan selaras dengan visi fakultas menuju penguatan daya saing global berbasis lokal,” ujar Prof. Rahmawan.

Sebagai bagian dari agenda, Dekan FEBI menyerahkan PAGU Anggaran secara simbolis kepada tiga bidang yang dipimpin oleh Wakil Dekan I, II, dan III. Penyerahan ini menegaskan komitmen FEBI untuk menjalankan program berbasis akuntabilitas dan transparansi.

Dengan sinergi seluruh pihak, FEBI optimis menghadapi tantangan 2025, menjadikan fakultas ini semakin unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Pelantikan Organisasi Mahasiswa FEBI: Menyongsong Masa Depan Pemimpin Bangsa

Surakarta, 23 Desember 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar pelantikan pengurus organisasi mahasiswa dan lembaga semi otonom di Gedung Graha. Sebanyak 332 pengurus baru dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Bisnis Syariah, Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah, serta LSO Fresh dan Pakkis resmi dilantik.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., yang melantik para pengurus baru dengan penuh khidmat. Sebagai bagian dari komitmen untuk menjalankan amanah, setiap ketua organisasi menandatangani pakta integritas, simbol tanggung jawab dan transparansi dalam menjalankan tugas mereka.

Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan menyebut pelantikan ini sebagai momen bersejarah. “Ini adalah langkah awal Anda menjadi pemimpin masa depan. Pelantikan ini setara dengan prosesi di istana negara, menunjukkan tanggung jawab besar yang Anda emban,” ungkapnya

Beliau juga mengingatkan pengurus baru untuk bersyukur atas amanah yang diberikan. “Tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan ini. Banggalah pada diri Anda dan jangan pernah berhenti bermimpi untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Dekan FEBI mengajak pengurus untuk memaksimalkan peran mereka dalam mewujudkan visi fakultas, baik melalui kegiatan kemahasiswaan maupun kontribusi kepada masyarakat. Ia juga menutup sambutannya dengan harapan besar untuk 2045, masa Indonesia Emas.

“Selamat mengabdi dan teruslah berjuang. Sampai jumpa di 2045 saat kita merayakan Indonesia sebagai negara emas,” pungkasnya.

Dengan pelantikan ini, FEBI mempertegas komitmennya mencetak generasi pemimpin berintegritas yang siap menghadapi tantangan global.