icies-febi-uin-surakarta-Dr. Diah Retno

Dr. Diah Retno Bahas Transformasi Budaya Organisasi di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025 – International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES 2025) kembali menghadirkan sesi panel inspiratif. Pada kesempatan pertama, Dr. Diah Retno Wulandaru, MBA, dari FEB UNU Yogyakarta memaparkan materi berjudul Transforming Organizational Culture Towards Sustainability. Diskusi ini dipandu oleh Raja Rizqi Apriandy, S.E., M.S. sebagai moderator.

Dalam paparannya, Dr. Diah Retno menekankan bahwa transformasi budaya organisasi menuju sustainability bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata. “Perubahan organisasi harus diiringi dengan kesadaran kolektif. Nilai keberlanjutan hanya akan hidup jika menjadi bagian dari budaya kerja,” ungkapnya.

Panel Session ICIES 2025 Tekankan Sustainability

Panel session ICIES 2025 ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, dosen, hingga praktisi yang hadir. Peserta merasa dilibatkan dalam diskusi interaktif, sehingga mampu memahami bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya menyangkut profit, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.

Selain itu, konsep sustainability diperkenalkan melalui contoh nyata yang dapat diterapkan dalam dunia akademik dan industri. Diskusi menjadi ruang bertukar gagasan, mendorong peserta untuk berani mengubah pola pikir dan strategi organisasi.

Peserta Rasakan Manfaat Langsung dari Diskusi

Keterlibatan audiens sangat terasa sepanjang sesi. Banyak pertanyaan diajukan terkait bagaimana membangun budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan global. Melalui pertanyaan itu, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga bagian aktif dalam mengembangkan pemahaman.

Menurut perwakilan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, panel session ini membuktikan bahwa ICIES 2025 berhasil menjadi jembatan antara teori dan praktik. “Kami ingin mahasiswa dan sivitas akademika pulang dengan bekal nyata, bukan sekadar wacana,” tegas salah satu panitia.

Dengan kehadiran Dr. Diah Retno, ICIES 2025 menegaskan komitmennya menghadirkan narasumber berkelas internasional. Panel session ini menjadi pengingat bahwa transformasi budaya organisasi menuju sustainability adalah perjalanan kolektif yang harus dimulai sejak hari ini.

Comments are closed.