GIS FEBI Juara di Ajang Apresiasi BEI 2025

Prestasi GIS FEBI Juara di GI BEI Gathering 2025

Surakarta, 4 Desember 2025 – Galeri Investasi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mencatat capaian membanggakan dalam ajang GI BEI Gathering 2025. Acara ini digelar oleh Bursa Efek Indonesia Wilayah Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya pada 27 November 2025 di Nawa Bistro Surakarta. Keberhasilan ini menegaskan posisi GIS FEBI JUARA sebagai motor edukasi pasar modal syariah di lingkungan kampus.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh M. Wira Adibrata sebagai Kepala BEI Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya. Selain itu, hadir pula M. Yusuf Perkasa Wibowo, S.E., M.E., AWP, Direktur GIS UIN Raden Mas Said, bersama perwakilan dari 33 galeri investasi lainnya. Pada sesi awal, peserta menerima paparan Program BEI Tahun 2026. Setelah itu, kegiatan berlanjut pada evaluasi kinerja edukasi pasar modal sepanjang 2025.

Pada momen penghargaan, GIS FEBI UIN Raden Mas Said berhasil meraih empat kategori utama. Keempatnya meliputi Juara 1 Peserta Edukasi Terbanyak, Juara 1 Kegiatan Edukasi Terbanyak, Juara 1 Pembukaan Rekening Efek Terbanyak, serta Juara 2 Nilai Transaksi Terbanyak. Empat capaian tersebut menegaskan bahwa program literasi keuangan syariah telah dijalankan secara konsisten. Selain itu, kegiatan edukasi yang diberikan mampu menjangkau banyak mahasiswa lintas prodi.

Dalam sambutannya, Direktur GIS menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif tim. “Prestasi GIS FEBI JUARA ini adalah hasil kolaborasi. Mahasiswa, dosen, dan mitra telah berperan besar,” ujarnya. Kutipan ini menunjukkan bahwa penghargaan tersebut bukan semata hasil program, tetapi juga sinergi seluruh pihak.

Kolaborasi Strategis yang Perkuat Literasi Keuangan Syariah

Kegiatan ini turut menghadirkan dialog terkait tantangan literasi investasi pada generasi muda. Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh pembaruan mengenai arah kebijakan BEI di sektor edukasi. Sesi ini menjadi penting, karena mendorong galeri untuk tetap adaptif pada perkembangan pasar modal.

Transisi menuju sesi penutup berlangsung lancar. Para peserta diajak memahami peran galeri investasi di kampus sebagai pusat literasi yang inklusif. Dengan adanya kolaborasi dari BEI dan IndoPremier Sekuritas, GIS UIN Raden Mas Said dinilai berhasil menghadirkan program edukasi yang efektif. Selain itu, inovasi digital turut dimanfaatkan untuk memperluas sasaran kegiatan.

Tim GIS juga menyampaikan rencana peningkatan kapasitas edukasi pada tahun berikutnya. Program mentoring, sertifikasi pasar modal, dan kelas intensif akan diperkuat. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih siap menghadapi dinamika investasi modern yang terus berkembang.

Komitmen FEBI untuk Hadirkan Generasi Melek Investasi

Melalui raihan empat penghargaan ini, GIS meneguhkan posisinya sebagai pelopor literasi investasi syariah di kampus. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen FEBI dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan ekonomi kontemporer. Selain itu, program edukasi yang dijalankan telah memberi dampak langsung bagi mahasiswa yang ingin memahami pasar modal.

Partisipasi GIS pada GI BEI Gathering 2025 juga membuka peluang kolaborasi baru. Kegiatan bersama antar galeri dapat diperluas agar lebih banyak mahasiswa memperoleh akses edukasi. Dengan berbagai capaian tersebut, FEBI berharap lahir generasi muda yang cerdas finansial dan siap bersaing di sektor ekonomi syariah.

literasi-halal-umkm-febi-uin-surakarta-bersama-bpjph

Dosen Manajemen Bisnis Syariah Hadiri Literasi Halal UMKM FEBI UIN Surakarta Bersama BPJPH

Surakarta, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Literasi Halal UMKM. Acara ini berlangsung di Outdoor Hall Gedung SBSN UIN Surakarta pada Sabtu (20/9). Kegiatan dipimpin oleh dosen FEBI, Kisti Nur Aliyah dan Suryati, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.

Acara ini menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar kampus. Mereka dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk halal yang mampu bersaing di pasar.

Kolaborasi FEBI dan BPJPH untuk Sertifikasi Halal

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Narasumber utama, Haq Muhammad Hamka Habibi, memaparkan prosedur sertifikasi halal. Ia menjelaskan dokumen yang diperlukan serta manfaat sertifikasi bagi daya saing produk.

“Produk halal bukan hanya kebutuhan umat Muslim, tetapi juga standar global yang meningkatkan nilai usaha,” ungkap Haq Muhammad. Dengan penjelasan praktis, peserta mudah memahami langkah-langkah pengajuan sertifikasi.

Antusiasme Peserta dan Dampak Nyata

Selain itu, peserta yang sebagian besar pelaku UMKM kuliner sangat antusias. Mereka menilai kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya legalitas halal. Dengan begitu, usaha mereka lebih siap menembus pasar nasional bahkan internasional.

Menurut Kisti Nur Aliyah, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong kemandirian. “Kami ingin UMKM tidak hanya tahu regulasi, tetapi juga berani mengurus sertifikasi halal sendiri,” tegasnya.

Kontribusi FEBI melalui Literasi Halal UMKM

Dengan program Literasi Halal UMKM, FEBI UIN Surakarta membuktikan komitmennya mendukung program pemerintah. Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan memberi manfaat berkelanjutan. Literasi halal tidak hanya memperkuat daya saing UMKM, tetapi juga menjadi kontribusi nyata FEBI untuk masyarakat berbasis nilai Islam dan berdaya saing global.

visiting-professor-febi-uin-surakarta

Visiting Professor FEBI UIN Surakarta: Kupas Tuntas Penulisan Artikel Ilmiah Sesuai PAK

Surakarta, 2 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor dengan menghadirkan Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A., Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak sekaligus Facilitator for Publication Irwan Abdullah Scholar Foundation.

Dalam kegiatan bertajuk “Strategi Penyusunan Artikel Ilmiah Sesuai Standar PAK untuk Peningkatan Karier Dosen”, Prof. Zaenuddin memberikan pemaparan komprehensif mengenai publikasi akademik. Acara berlangsung di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI dan dihadiri oleh para dosen FEBI dengan penuh antusias.

Strategi Publikasi di Visiting Professor FEBI UIN Surakarta

Dalam materinya, Prof. Zaenuddin menegaskan pentingnya publikasi ilmiah bagi perkembangan karier akademik. “Artikel ilmiah bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bukti nyata kontribusi seorang dosen dalam dunia keilmuan,” ujarnya.

Beliau memaparkan langkah-langkah praktis dalam menulis artikel sesuai standar penilaian angka kredit (PAK). Mulai dari pemilihan topik, sistematika penulisan, manajemen sitasi, hingga strategi menghadapi reviewer jurnal, seluruhnya dibahas detail agar dosen dapat langsung mengimplementasikannya.

Dukungan FEBI untuk Peningkatan Karier Dosen

Acara Visiting Professor dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas meningkatkan kapasitas dosen. “FEBI akan terus mendorong dosen untuk lebih produktif menulis dan berkontribusi dalam jurnal bereputasi,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi ruang interaktif bagi peserta. Dosen FEBI tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat dalam diskusi langsung dengan narasumber, sehingga pemahaman mengenai publikasi ilmiah semakin aplikatif.

Harapan dan Dampak Kegiatan

Melalui Visiting Professor FEBI UIN Surakarta, diharapkan lahir budaya akademik yang lebih kuat. Publikasi ilmiah diharapkan bukan sekadar target administratif, melainkan menjadi tradisi yang menguatkan reputasi kampus di level nasional maupun internasional.

Dengan kegiatan ini, FEBI menegaskan perannya sebagai pusat keilmuan yang terus mendukung dosen dan sivitas akademika untuk tumbuh bersama dalam dunia riset dan publikasi.

literasi-halal-umkm-febi-uin-surakarta-bersama-bpjph

Literasi Halal UMKM FEBI UIN Surakarta Bersama BPJPH

Surakarta, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Literasi Halal UMKM. Acara ini berlangsung di Outdoor Hall Gedung SBSN UIN Surakarta pada Sabtu (20/9). Kegiatan dipimpin oleh dosen FEBI, Kisti Nur Aliyah dan Suryati, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.

Acara ini menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar kampus. Mereka dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk halal yang mampu bersaing di pasar.

Kolaborasi FEBI dan BPJPH untuk Sertifikasi Halal

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Narasumber utama, Haq Muhammad Hamka Habibi, memaparkan prosedur sertifikasi halal. Ia menjelaskan dokumen yang diperlukan serta manfaat sertifikasi bagi daya saing produk.

“Produk halal bukan hanya kebutuhan umat Muslim, tetapi juga standar global yang meningkatkan nilai usaha,” ungkap Haq Muhammad. Dengan penjelasan praktis, peserta mudah memahami langkah-langkah pengajuan sertifikasi.

Antusiasme Peserta dan Dampak Nyata

Selain itu, peserta yang sebagian besar pelaku UMKM kuliner sangat antusias. Mereka menilai kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya legalitas halal. Dengan begitu, usaha mereka lebih siap menembus pasar nasional bahkan internasional.

Menurut Kisti Nur Aliyah, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong kemandirian. “Kami ingin UMKM tidak hanya tahu regulasi, tetapi juga berani mengurus sertifikasi halal sendiri,” tegasnya.

Kontribusi FEBI melalui Literasi Halal UMKM

Dengan program Literasi Halal UMKM, FEBI UIN Surakarta membuktikan komitmennya mendukung program pemerintah. Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan memberi manfaat berkelanjutan. Literasi halal tidak hanya memperkuat daya saing UMKM, tetapi juga menjadi kontribusi nyata FEBI untuk masyarakat berbasis nilai Islam dan berdaya saing global.

febi-uin-surakarta-workshop-kedua-inkubasi-bisnis-pibma-2025

Workshop PIBMA 2025: Gen Z Islamicpreneur dan Kurasi Produk UMKM

Surakarta, 29 September 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar rangkaian PIBMA 2025. Pada sesi kedua, kegiatan menghadirkan Harry Lesto Hadi, MSIE dari LPK WANNI Solo. Workshop PIBMA 2025 mengangkat tema “The Rise of Gen Z Islamicpreneur: Wadah Kreativitas, Inovasi & Berkelanjutan“.

Materi yang dibawakan bertajuk Kurasi Produk UMKM dan Produk Karya Mahasiswa. Tema ini dipilih untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya kurasi sebagai kunci keberhasilan produk di pasar.

Pentingnya Kurasi Produk bagi Generasi Z

Dalam pemaparannya, Harry menegaskan bahwa Gen Z Islamicpreneur memiliki potensi besar melahirkan produk inovatif. Namun, produk tanpa kurasi yang tepat seringkali sulit bersaing. “Produk UMKM maupun karya mahasiswa harus melewati tahapan seleksi yang ketat. Kurasi ini tidak hanya menyangkut kualitas fisik, tetapi juga kemasan, branding, dan kesesuaian dengan kebutuhan konsumen,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya menyiapkan produk secara matang agar diterima pasar.

Kurasi sebagai Jembatan Menuju Pasar Kompetitif

FEBI menilai kurasi sebagai elemen penting dalam mencetak wirausaha muda yang mampu berkompetisi secara berkelanjutan. Menurut Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., workshop ini merupakan langkah strategis. “Kami ingin mahasiswa memiliki pola pikir kreatif sekaligus siap bersaing. Kurasi produk adalah jembatan antara ide inovatif dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Menuju Generasi Entrepreneur Unggul

Workshop PIBMA mempertegas peran Gen Z Islamicpreneur sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis nilai Islam. Mahasiswa FEBI tidak hanya berlatih menciptakan karya, tetapi juga belajar menyiapkan produk yang layak jual.

Melalui PIBMA 2025, mahasiswa diajak memahami bahwa wirausaha Islami bukan hanya tentang ide, melainkan juga strategi keberlanjutan. Workshop ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam sekaligus membuka peluang bagi lahirnya generasi entrepreneur unggul.

febi-uin-surakarta-pibma-2025

PIBMA 2025: Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa FEBI Siap Jadi Entrepreneur

Surakarta, 29 September 2025 – Opening Ceremony Pekan Inkubasi Bisnis Mahasiswa (PIBMA) 2025 Batch 2 resmi digelar di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara tahunan ini dibuka langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, yang menekankan pentingnya penguatan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Melalui PIBMA 2025, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan pengalaman nyata sebagai entrepreneur muda,” ujar Prof. Rahmawan. Dengan pernyataan ini, peserta merasa terlibat langsung dalam perjalanan menuju dunia bisnis yang penuh tantangan sekaligus peluang.

PIBMA 2025 Hadirkan Entrepreneur Muda Kreatif

Kegiatan PIBMA 2025 dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat di Selasar Gedung B FEBI UIN Surakarta. Lebih dari 100 tenant kreatif hadir meramaikan suasana, mulai dari makanan, minuman, fashion, hingga aksesoris kekinian.

Mahasiswa semester 5 FEBI mendapat kesempatan bergantian menjalankan 15 kelompok bisnis setiap minggu. Praktik ini menjadi bagian dari output mata kuliah Kewirausahaan Islam dan Kewirausahaan Digital. Dengan demikian, teori yang diajarkan di kelas langsung dipraktikkan dalam wujud nyata.

Wahyu Pramesti, M.Si selaku Kepala Laboratorium FEBI, menyampaikan, “PIBMA adalah ikhtiar kita menyelaraskan teori dengan praktik. Mahasiswa harus bisa beradaptasi dan belajar cepat.”

Kolaborasi Akademik dan Praktik Bisnis

Pengalaman dalam PIBMA 2025 tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan bisnis, tetapi juga menghubungkan mereka dengan konsumen secara langsung. Dengan adanya voucher belanja dan doorprize menarik, masyarakat ikut terlibat menikmati kreativitas mahasiswa FEBI.

Setiap minggu, suasana semakin meriah dengan hadirnya menu spesial seperti cireng kuah keju, green boba, bomboloni, hingga fashion dan aksesoris trendi. Hal ini membuat PIBMA 2025 menjadi laboratorium kewirausahaan hidup yang melibatkan semua pihak.

Dengan dibukanya PIBMA, FEBI UIN Surakarta menegaskan komitmennya mendidik mahasiswa agar siap bersaing sebagai entrepreneur muda. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bagaimana kampus mendampingi generasi muda menghadapi era ekonomi kreatif.

jalan-sehat-febi-uin-surakarta-menuju-keraton-kartasura

Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta: Meriah, Edukatif, dan Penuh Kebersamaan

Surakarta, 26 September 2025 – Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta kembali digelar dengan penuh semangat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi dengan rute unik dari depan gedung FEBI menuju petilasan Keraton Kartasura.

Acara ini diikuti oleh civitas akademika, dosen, staf, dan perwakilan organisasi mahasiswa. Mereka berjalan bersama sejak pukul 07.00 pagi, dipimpin oleh Wakil Dekan II, Dr. Indah Piliyanti, M.Si, dan Wakil Dekan III, Dr. Ika Yoga, M.M. Tidak ketinggalan, Dekan FEBI Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si juga turut serta meramaikan jalannya kegiatan.

Edukasi Sejarah di Keraton Kartasura

Setibanya di petilasan Keraton Kartasura, para peserta disambut dengan penjelasan singkat mengenai sejarah tembok keraton. Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Dekan FEBI.

“Melalui Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta ini, kita tidak hanya berolahraga. Kita juga diajak untuk mengenal sejarah lokal yang penting,” tutur Prof. Rahmawan dalam sambutannya.

Ungkapan itu disambut antusias oleh peserta. Banyak yang merasa bahwa kegiatan sederhana ini memberi pengalaman berharga.

Kebersamaan Ditutup dengan Jamuan

Setelah sesi edukasi, kegiatan berlanjut dengan makan bersama di Griya Dhahar Siti Hinggil, yang baru dibuka di area belakang gedung FEBI. Suasana hangat terasa saat dosen, staf, dan mahasiswa berkumpul tanpa sekat, menikmati hidangan khas dalam suasana penuh keakraban.

Kebersamaan ini menjadi momen penting. Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta tidak hanya menjadi ajang olahraga, melainkan juga ruang memperkuat ikatan akademik dan sosial.

Komitmen FEBI untuk Kebersamaan

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang menyehatkan, mendidik, dan mempererat kebersamaan. Peserta merasakan bahwa kegiatan sederhana dapat menghadirkan manfaat besar, baik bagi tubuh maupun jiwa.

“Jalan sehat seperti ini akan terus kami dukung. Karena manfaatnya nyata, bukan hanya kesehatan, tapi juga kebersamaan,” ungkap Dr. Indah Piliyanti menutup kegiatan.

Dengan demikian, Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara olahraga, pendidikan, dan kebersamaan yang akan terus dikenang oleh semua yang hadir.

icies-febi-uin-surakarta-Dr. Diah Retno

Dr. Diah Retno Bahas Transformasi Budaya Organisasi di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025 – International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES 2025) kembali menghadirkan sesi panel inspiratif. Pada kesempatan pertama, Dr. Diah Retno Wulandaru, MBA, dari FEB UNU Yogyakarta memaparkan materi berjudul Transforming Organizational Culture Towards Sustainability. Diskusi ini dipandu oleh Raja Rizqi Apriandy, S.E., M.S. sebagai moderator.

Dalam paparannya, Dr. Diah Retno menekankan bahwa transformasi budaya organisasi menuju sustainability bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata. “Perubahan organisasi harus diiringi dengan kesadaran kolektif. Nilai keberlanjutan hanya akan hidup jika menjadi bagian dari budaya kerja,” ungkapnya.

Panel Session ICIES 2025 Tekankan Sustainability

Panel session ICIES 2025 ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, dosen, hingga praktisi yang hadir. Peserta merasa dilibatkan dalam diskusi interaktif, sehingga mampu memahami bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya menyangkut profit, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.

Selain itu, konsep sustainability diperkenalkan melalui contoh nyata yang dapat diterapkan dalam dunia akademik dan industri. Diskusi menjadi ruang bertukar gagasan, mendorong peserta untuk berani mengubah pola pikir dan strategi organisasi.

Peserta Rasakan Manfaat Langsung dari Diskusi

Keterlibatan audiens sangat terasa sepanjang sesi. Banyak pertanyaan diajukan terkait bagaimana membangun budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan global. Melalui pertanyaan itu, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga bagian aktif dalam mengembangkan pemahaman.

Menurut perwakilan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, panel session ini membuktikan bahwa ICIES 2025 berhasil menjadi jembatan antara teori dan praktik. “Kami ingin mahasiswa dan sivitas akademika pulang dengan bekal nyata, bukan sekadar wacana,” tegas salah satu panitia.

Dengan kehadiran Dr. Diah Retno, ICIES 2025 menegaskan komitmennya menghadirkan narasumber berkelas internasional. Panel session ini menjadi pengingat bahwa transformasi budaya organisasi menuju sustainability adalah perjalanan kolektif yang harus dimulai sejak hari ini.

icies-febi-uin-surakarta-Asoc-Prof-Min-Teah

Prof Min Teah Kupas Entrepreneurship dan Sustainability di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025 International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES) 2025 menggelar panel session dengan menghadirkan Asoc. Prof. Min Teah, Ph.D., dari Curtin University, Australia. Dalam pemaparannya, Prof. Min menekankan pentingnya entrepreneurship and sustainability in the global economy sebagai fondasi bagi ketahanan ekonomi yang inklusif.

“Entrepreneurship is not just about creating a business, but also about providing solutions that have a positive impact on the environment and society,” ujar Prof. Min di hadapan peserta.

Panel session ICIES 2025 diselenggarakan setelah opening ceremony di Mini Teater SBSN UIN Raden Mas Said. Acara berlangsung secara hybrid dengan partisipasi langsung dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi internasional.

Dalam presentasinya, Asoc. Prof. Min Teah memaparkan tantangan global yang kini dihadapi dunia usaha, mulai dari krisis iklim, keterbatasan sumber daya, hingga disrupsi teknologi. Ia menekankan bahwa entrepreneur harus mampu beradaptasi sekaligus berinovasi agar bisnis tetap relevan di tengah perubahan.

Inspirasi untuk Mahasiswa dan Akademisi

Kehadiran Asoc. Prof. Min Teah dalam panel session ICIES 2025 memberikan manfaat besar, khususnya bagi sivitas akademika FEBI UIN Surakarta. Materi yang dibawakan tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang ekonomi global, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana keberlanjutan dapat dipraktikkan dalam dunia usaha.

“Pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menyerap praktik nyata dari pakar internasional,” ungkap salah satu panitia ICIES 2025.

Komitmen FEBI UIN Surakarta

FEBI UIN Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum akademik yang berkelas internasional. Panel session bersama Prof. Min menjadi bukti nyata bahwa FEBI mendorong mahasiswa dan dosen agar tidak hanya berpikir lokal, tetapi juga membangun jejaring global.

Dengan tema Islamic Economics and Sustainability: Strengthening Resilience and Inclusivity in the Global Environment, ICIES 2025 terus menginspirasi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat peran ekonomi Islam dalam menjawab tantangan global.