IMG_20260507_171342

Bukan Internship “Abal-Abal”, Lima Kaprodi Benchmarking ke UIN Sunan Ampel Siapkan Magang Intensif Berbasis Industri

Surabaya- 7 Mei 2026- Fenomena program magang yang hanya formalitas tanpa pengalaman kerja nyata menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Menjawab tantangan tersebut, Lima Ketua Program Studi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan benchmarking ke FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya guna merancang model internship mahasiswa yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri, bukan sekadar internship “abal-abal”.

Forum Strategis

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menjadi forum strategis dalam membahas sistem magang yang mampu memberikan pengalaman profesional, peningkatan kompetensi, hingga peluang karier bagi mahasiswa setelah lulus.

Hadir dalam kunjungan tersebut Rina Hastuti, MM., Ph.D selaku Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah, Zakky Fahma Auliya selaku Kaprodi Perbankan Syariah, Fitri Laila Wijayanti, M.Si selaku Kaprodi Akuntansi Syariah, Usnan selaku Kaprodi Manajemen Zakat dan Wakaf, serta Asep Maulana Rohimat selaku Kaprodi Bisnis Digital.

Dalam diskusi yang berlangsung intensif, para Kaprodi menyoroti maraknya praktik internship yang hanya menjadi aktivitas administratif tanpa pendampingan, target kompetensi, maupun pengalaman kerja yang jelas. Karena itu, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mulai menyiapkan kebijakan internship yang lebih terstruktur, terukur, dan berbasis kebutuhan dunia usaha serta industri.

“Mahasiswa tidak boleh hanya datang, tanda tangan absensi, lalu selesai tanpa pengalaman nyata. Internship harus menjadi ruang pembelajaran profesional dan penguatan kompetensi,” menjadi salah satu semangat utama dalam agenda benchmarking tersebut.

Sebagai narasumber utama, Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya, Achmad Room Fitrianto, Ph.D. menjelaskan pentingnya membangun model internship yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, lembaga profesional, hingga ekosistem bisnis digital. Menurutnya, pola magang masa kini harus diarahkan pada project based internship, peningkatan soft skill, dan kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap dinamika dunia kerja.

Selain membahas penempatan mahasiswa di perusahaan dan lembaga, forum benchmarking juga mendiskusikan peluang internship di sektor industri halal, perbankan syariah, startup digital, UMKM berbasis teknologi, hingga lembaga filantropi Islam. Hal ini dilakukan agar mahasiswa FEBI memiliki pengalaman yang sesuai dengan karakter program studi masing-masing.

Kegiatan benchmarking ini sekaligus menjadi langkah konkret FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam memperkuat konsep link and match antara kampus dan industri. Para Kaprodi berharap model internship yang nantinya diterapkan mampu menciptakan lulusan yang siap kerja, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tengah transformasi ekonomi digital.

Dengan semangat menghadirkan internship yang berkualitas dan bukan sekadar formalitas “abal-abal”, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong inovasi kebijakan akademik yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia profesional masa depan.

PPL PDAM

Air Bersih Jadi Isu Strategis! Ini yang Dipelajari Mahasiswa PPL MBS UIN Surakarta di PDAM Toya Wening

Surakarta — (23 Januari 2026) Air bersih kini tidak lagi dipandang sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi telah menjadi isu strategis dalam pembangunan perkotaan. Kesadaran inilah yang menjadi fokus pembelajaran mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di PDAM Toya Wening Surakarta.

Melalui kegiatan PPL ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada aspek operasional perusahaan daerah air minum, tetapi juga diajak memahami bagaimana manajemen keberlanjutan diterapkan dalam bisnis air bersih. Mulai dari pengelolaan sumber air, efisiensi distribusi, hingga tanggung jawab sosial dan lingkungan menjadi materi pembelajaran utama di lapangan.

Koordinator Program Studi MBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM., saat melakukan kunjungan monitoring ke Kantor Pusat PDAM Toya Wening Surakarta, menegaskan bahwa pengelolaan air bersih memiliki posisi strategis karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Menurutnya, tanpa manajemen keberlanjutan yang baik, bisnis air berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan sosial di masa depan.

“Bisnis air harus dikelola dengan pendekatan jangka panjang. Keberlanjutan sumber daya, kelestarian lingkungan, serta keadilan akses bagi masyarakat menjadi kunci utama,” jelasnya.

Sementara itu, Khansa Fauzia R., Asisten Manajer SDM PDAM Toya Wening Surakarta, menjelaskan bahwa perusahaan mengelola sumber air yang berasal dari mata air di wilayah Klaten serta Sungai Bengawan Solo. Pengelolaan dari berbagai sumber tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan untuk menjaga pasokan air bersih tetap aman dan berkesinambungan.

Ia menambahkan bahwa PDAM Toya Wening Surakarta terus berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan profesionalisme pengelolaan perusahaan. Kehadiran mahasiswa PPL dinilai turut memperkuat fungsi edukasi dan transfer pengetahuan antara dunia akademik dan praktisi.

Adapun mahasiswa Program Studi MBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yang mengikuti kegiatan PPL di PDAM Toya Wening Surakarta adalah Latifah Sekar Ningtyas, Marisa Anggraini, Indi Dwi Nuryanti, Diana Larasati, dan Intan Kusuma Dewi.

Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa manajemen bisnis syariah tidak hanya berbicara tentang keuntungan, tetapi juga menekankan prinsip keberlanjutan, kemaslahatan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. PPL di PDAM Toya Wening Surakarta menjadi bukti nyata bahwa isu air bersih merupakan tantangan strategis yang membutuhkan pendekatan manajemen yang profesional dan berorientasi masa depan.

15 Dosen FEBI UIN Surakarta Borong Sertifikat HAKI di tahun 2025

Surakarta — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menorehkan capaian membanggakan. Sebanyak 15 dosen lintas program studi resmi memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada tahun 2025, dengan berbagai jenis karya intelektual, mulai dari buku hingga hak cipta karya ilmiah.

Deretan dosen penerima HAKI tersebut antara lain Fitri Laela Wijayati, Helti Nur Aisyiah, Dita Andraeny, Adhelia Desi Prawesti, Aryani Intan, Devi Narulitasari, Usnan, Rahma Khoiriyah, Yuni Astuti, Asep Maulana Rohimat, Prof. Dr. Hj. Datien Eriska Utami, Moh. Irsyad, Safaah RH, Mufti Arief A, dan Betty Eliya Rohmah.

Menariknya, capaian ini datang dari seluruh program studi di lingkungan FEBI, yakni Manajemen Bisnis Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, Akuntansi Syariah, Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, hingga Bisnis Digital. Hal ini menunjukkan bahwa budaya riset, publikasi, dan perlindungan karya intelektual telah tumbuh merata di FEBI.

Perolehan sertifikat HAKI ini tidak hanya menjadi pengakuan hukum atas karya dosen, tetapi juga menegaskan komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek inovasi dan luaran akademik yang berdampak.

Capaian kolektif ini sekaligus menjadi sinyal kuat transformasi FEBI menuju fakultas unggul dan kompetitif, di mana dosen tidak hanya aktif mengajar dan meneliti, tetapi juga sadar akan pentingnya perlindungan dan komersialisasi karya intelektual di era ekonomi berbasis pengetahuan.

pkm bu sri

Halal Cooking Class di UIN Raden Mas Said Surakarta: Tingkatkan Kreativitas Kuliner Berbasis Syariah

Sukoharjo (20/9/2025) – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Halal Cooking Class.” berlangsung di halaman gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta dan diikuti oleh masyarakat umum serta mahasiswa yang antusias memperdalam keterampilan kuliner halal.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Septi Kurnia Prastiwi, S.E., dan Dr. Sri Haryanti, S.E., M.M., dengan menghadirkan narasumber utama Ibu Rose, pemilik Rose Culinary Yogyakarta yang dikenal sebagai praktisi kuliner berpengalaman. Materi yang disampaikan meliputi wawasan mendalam tentang makanan halal dan praktik pembuatan bakpia savory serta cake mirror glaze secara langsung. Peserta berkesempatan mencoba teknik pengolahan, sekaligus memahami pentingnya standar halal dalam industri kuliner.

Menurut penyelenggara, tujuan utama PKM ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah makanan halal, mendorong kreativitas di bidang kuliner, serta membuka wawasan tentang peluang bisnis berbasis syariah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis, tetapi juga mampu melihat potensi usaha kuliner halal sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan,” ungkap Septi Kurnia Prastiwi.

Kontribusi acara ini bagi Prodi MBS sangat signifikan, terutama dalam memperkuat peran akademik pada pengembangan kewirausahaan syariah. Kegiatan ini juga memperkaya kompetensi mahasiswa dalam bisnis kuliner halal, serta mendukung pembentukan ekosistem bisnis Islam yang inovatif dan berdaya saing melalui kolaborasi dengan pelaku industri.

Dengan adanya Halal Cooking Class ini, UIN Raden Mas Said Surakarta semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap terjun dalam dunia usaha, khususnya di sektor bisnis kuliner halal yang terus berkembang di Indonesia.

MBS

Kolaborasi STAI Kuningan dan UIN Surakarta: Review Kurikulum Prodi MBS Berstandar Internasional

Sukoharjo (18/9/2025) – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) STAI Kuningan melakukan benchmarking ke Program Studi MBS Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, sebagai tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi. Kegiatan ini diisi dengan sesi bedah kurikulum yang dipimpin langsung oleh Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CCC, selaku Koordinator Prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Turut hadir dalam kegiatan ini H. Usnan, M.E.I. selaku Sekretaris Jurusan Manajemen dan Akuntansi Syariah, Ketua STAI Kuningan Dedy Setiawan, M.E., Ketua Pusat Penjaminan Mutu Hidayatul Faridah, M.A., Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Muhammad Permadi, M.Pd., Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Aep Syaeful Millah, M.E., serta dosen Manajemen Bisnis Syariah Rizka Rahmayani, M.E. Kehadiran para pimpinan ini semakin memperkuat komitmen STAI Kuningan untuk membangun kurikulum yang sesuai standar nasional dan berorientasi global.

Visi Internasional Prodi MBS
Dalam paparannya, Asep menjelaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang mengacu pada Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 dengan target akreditasi Unggul dari LAMEMBA. Ia menekankan bahwa visi dan misi Prodi MBS harus dirancang agar memiliki orientasi internasional, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat global. Kurikulum juga perlu mendapatkan peninjauan dari para pakar (expert review), baik dari kalangan akademisi internasional, dunia usaha, maupun dunia industri, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja. Selain itu, Asep menegaskan perlunya penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan capaian pembelajaran yang terukur dan relevan. Ia juga menyoroti pentingnya luaran Tri Dharma Perguruan Tinggi dari dosen dan mahasiswa yang tidak hanya berdampak secara nasional tetapi juga diakui di tingkat internasional.

Benchmarking ini memperkuat komitmen FEBI UIN Surakarta dalam mempertahankan akreditasi Unggul Prodi MBS sekaligus berbagi pengalaman dalam membangun inovasi akademik. “Melalui kerja sama ini, kami berharap tercipta sinergi yang saling menguntungkan bagi pengembangan prodi MBS di perguruan tinggi lainnya, serta mengaktifkan Asosiasi Prodi MBS Nasional sebagai wadah kolaborasi,” ungkap Asep.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Islam berbasis bisnis syariah. Dengan adanya review kurikulum ini, Prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said semakin siap menjadi pusat rujukan akademik dan mitra pengembangan program studi serupa di seluruh Indonesia.

helti pabelan

Dosen FEBI Dorong UMKM Desa Pabelan Go Digital

Sukoharjo, (4/9/2025) — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kembali dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/9) pukul 09.00 WIB ini menjadi bagian dari rangkaian acara pertemuan rutin Tim Penggerak PKK RT dan RW se-Desa Pabelan yang dihadiri 80 peserta.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PKK Desa Pabelan, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) unsur perempuan, serta dewan juri lomba optimalisasi pemanfaatan pekarangan yang juga digelar pada kesempatan tersebut.

UMKM Berbasis Teknologi Informasi
Dalam sesi PkM, narasumber Helti Nur Aisyiah, S.Pd., M.Si., dosen Prodi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, menyampaikan materi bertema “UMKM Berbasis Teknologi Informasi: Branding Kuat, Marketing Cepat, UMKM Melesat.” Materi ini bertujuan memberikan wawasan kepada pelaku UMKM agar lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat branding sekaligus mempercepat strategi pemasaran.

Dalam penyampaian materi, Helti didampingi oleh mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah, Falesya Najma Khoiriyah. Mahasiswa tersebut berperan aktif membantu jalannya kegiatan, mulai dari pembagian kuesioner awal untuk memetakan kondisi UMKM dan pemanfaatan teknologi, mendampingi praktik pemanfaatan ponsel dalam pemasaran produk yang dibawa perwakilan tiap RW, hingga pembagian kuesioner akhir untuk mengukur niat peserta dalam mengadopsi teknologi digital.

“Harapannya, setelah kegiatan ini, UMKM di Desa Pabelan dapat lebih percaya diri dalam memasarkan produknya melalui media digital, sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing,” ungkap Helti dalam pemaparannya.

Kegiatan PkM yang dikolaborasikan dengan pertemuan rutin PKK ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka antusias mengikuti praktik langsung pemasaran digital, sekaligus mendapatkan pengalaman baru tentang bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan secara sederhana untuk menunjang usaha keluarga. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Desa Pabelan tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas melalui sentuhan teknologi informasi.

hq720

Hasil PKM di Thailand Selatan Didesimenasikan pada 4th Annual International Conference on Islamic Economics (AICIE) 2025

Ponorogo, 17 Juli 2025 – Hasil penelitian kolaboratif dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Thailand Selatan didesiminasikan pada 4th Annual International Conference on Islamic Economics (AICIE) 2025, yang digelar secara virtual pada Kamis, 17 Juli 2025. Konferensi internasional ini mengusung tema “Restructuring Global Supply Chains: Islamic Ethics and Sustainable Models Amid Geopolitical Turmoil”, menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi Islam dari berbagai negara termasuk Swedia, Malaysia, Pakistan, Thailand, Iraq, dan Nigeria.

Paper berjudul “The Political Economy Of Muslim Minorities: An Analytical Study On Empowerment Strategies For Halal MSMEs In Southern Thailand” ditulis oleh Asep Maulana Rohimat, Mahammadaree Waeno, Zakky Fahma Auliya, Mufti Arief Arfiansyah, dan Ichsanul Ibad Ali. Paper ini merupakan hasil nyata dari kegiatan PKM internasional yang berfokus pada pemberdayaan UMKM halal di wilayah Pattani, Yala, dan Narathiwat, Thailand Selatan, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal meski berada di tengah populasi minoritas Muslim.

Tiga Strategi Utama Pemberdayaan UMKM Halal
Dalam paparannya, tim peneliti yang diwakili oleh Ichsanul Ibad Ali mengungkap tiga strategi utama pemberdayaan UMKM halal di Thailand Selatan, yaitu penguatan ekosistem produksi halal, optimalisasi pemasaran melalui digital marketing, dan penguatan praktik akuntansi syariah guna meningkatkan transparansi keuangan serta akses terhadap pembiayaan berbasis syariah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kebijakan Thailand dalam mendorong penguatan ekosistem bisnis halal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Partisipasi dalam AICIE 2025 ini menegaskan komitmen tim PKM internasional FEBI untuk memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu ekonomi Islam di tingkat global, sekaligus membawa hasil penelitian lapangan dari Thailand Selatan ke forum internasional bergengsi.

PKK kec kartasura

UMKM Kartasura Naik Kelas, Ekonom Muda FEBI Tekankan Branding dan Marketing di Toko PKK

Kartasura – (Jum’at, 11/7/2025) Upaya untuk menaikkan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kartasura terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pokja 2 PKK Kecamatan Kartasura bidang nPendidikan dan keterampilan dan Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Kartasura, dan dihadiri oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK kec. Kartasura Purwanti Ikhwan Sapto Darmono (Ibu Camat), Wakil Ketua 1. Ibu Ismanta ( ibu Sekcam), Wakil Ketua 2. Ibu Ismail (Ibu Danramil), Ibu Tugiyo (Ibu Kapolsek), Ibu Sri Mulyani, A.Md (Ketua Pokja II) beserta pengurus PKK dari seluruh kelurahan dan desa se-Kecamatan Kartasura.

Dalam kegiatan tersebut, Ekonom muda sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CCC., yang juga merupakan Koordinator Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi bertema “Meningkatkan Strategi Marketing dan Branding Bagi UMKM Kartasura serta Koperasi berbasis PKK.”

Branding UMKM: Kunci Daya Saing di Era Digital

Dalam pemaparannya, Asep menekankan bahwa branding bukan sekadar logo atau nama produk, tetapi mencakup identitas, nilai, dan persepsi konsumen terhadap produk UMKM. Dengan pendekatan yang sederhana namun strategis, para peserta dikenalkan pada elemen-elemen penting branding seperti:

  • Pembuatan nama produk yang mudah diingat,
  • Logo, warna, serta Kemasan menarik dan informatif,
  • Storytelling produk yang menggugah kepercayaan konsumen.

“Produk unggulan Kartasura seperti bebek goreng, nasi liwet, keripik emping melinjo, tahu, dan serabi Solo sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Yang dibutuhkan adalah kemasan yang menarik, narasi yang kuat, serta strategi promosi yang tepat sasaran,” jelasnya.

Strategi Marketing 4P: Panduan Sederhana UMKM Tembus Pasar

Materi yang disampaikan juga mencakup teori dasar Marketing Mix 4P yang disederhanakan agar mudah diterapkan oleh pelaku UMKM:

  1. Product (Produk): Fokus pada kualitas dan keunikan produk lokal,
  2. Price (Harga): Menyesuaikan dengan daya beli pasar sambil tetap memberikan nilai tambah,
  3. Place (Distribusi): Memanfaatkan toko oleh-oleh, media sosial, dan layanan antar lokal,
  4. Promotion (Promosi): Menggunakan WhatsApp Business, media sosial, dan event komunitas PKK.

Pendataan Produk Unggulan PKK Kelurahan dan Desa

Sebagai bagian dari tindak lanjut kegiatan ini, dilakukan juga pendataan produk unggulan dari masing-masing PKK kelurahan dan desa. Langkah ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan katalog UMKM PKK Kartasura ke depan, serta memperkuat sinergi antar pelaku usaha perempuan berbasis komunitas.

guest lecture muhammad

International Guest Lecture: Membedah Strategi Politik Ekonomi Halal Indonesia vs Thailand

Surakarta, 4 Juni 2025 – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar International Guest Lecture bertema “The Political Economy of Halal Business: How Law and Policy Shape the Islamic Economy in Indonesia and Thailand.” Acara ini menghadirkan dua narasumber internasional yang kompeten di bidangnya: Asst. Prof. Mahammadare Waeno, Wakil Dekan Faculty of Social and Liberal Arts Fatoni University, Thailand. dan Asep Maulana Rohimat, M.S.I, CCC, ekonom muda sekaligus Koordinator Prodi Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 4 Juni 2025, ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, serta pelaku industri halal, baik dari dalam maupun luar negeri.

Thailand: Strategi Politik Ekonomi Halal Berbasis Ekspor dan Teknologi

Dalam pemaparannya, Asst. Prof. Mahammadare Waeno menjelaskan bahwa Thailand menerapkan strategi politik ekonomi dalam bisnis halal yang sangat terstruktur, meski bukan negara mayoritas Muslim. Ia menyoroti empat strategi utama:

  1. Fokus pada Halal untuk Ekspor, menjadikan produk halal sebagai komoditas unggulan untuk pasar global.
  2. Program Thailand: The Kitchen of the World, yang menempatkan Thailand sebagai pusat produksi makanan halal berkualitas.
  3. Menjadi Hub Halal Asia Tenggara, melalui peran aktif dalam rantai pasok halal global.
  4. Pendekatan Ilmiah dalam Sertifikasi Halal, dengan mengedepankan halal science and technology untuk memastikan kualitas dan kepercayaan pasar.

Indonesia: Dukungan Regulatif dan Kekuatan Trias Politica

Sementara itu, Asep Maulana Rohimat, M.S.I, CCC, menegaskan bahwa politik ekonomi Indonesia dalam mendukung ekonomi syariah sudah berada pada jalur yang tepat.

“Indonesia memiliki payung hukum yang kuat, mulai dari UU Jaminan Produk Halal, kehadiran BPJPH, MUI, KNEKS, hingga komitmen dari Kementerian Agama dan Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi syariah nasional,” ujarnya.

Dalam konteks lokal, Asep mencontohkan kasus Ayam Goreng Widuran di Solo, di mana Wali Kota dan civil society turut mengambil peran dalam menegakkan prinsip halal. Ia menekankan bahwa trias politica (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) harus diimbangi oleh peran netizen dan masyarakat sipil yang memiliki halal awareness tinggi.

Kolaborasi Global dan Literasi Politik Ekonomi Halal

Kuliah umum ini tidak hanya memperkuat wawasan lintas negara, tapi juga mendorong kolaborasi antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan Fatoni University Thailand dalam bidang pengembangan kurikulum, riset halal, dan penguatan jejaring akademik internasional. Acara berlangsung dengan interaksi aktif dan antusiasme tinggi dari peserta, yang menunjukkan bahwa isu halal bukan hanya soal agama, tetapi telah menjadi bagian dari strategi politik ekonomi global.

tasawuf

Penutupan Kelas Akhlak Tasawuf, 200 Mahasiswa FEBI Gelar Sholat Taubat dan Hajat

Surakarta, 2 Juni 2025 — Sebanyak 200 mahasiswa dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) dan Ekonomi Syariah (ES) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengikuti penutupan kelas mata kuliah Akhlak Tasawuf dengan khidmat. Kegiatan digelar di ruang utama Masjid Ibadurrahman, diisi dengan serangkaian agenda spiritual yang berlangsung pada Senin (2/6), mulai dari tilawah Al-Qur’an, sholat Dhuha, sholat Taubat, dan sholat Hajat, hingga presentasi karya buku kumpulan tulisan mahasiswa.

Mata kuliah Akhlak Tasawuf ini diampu oleh Dr. KH. Heru Utomo, M.Pd., yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Muhammad Al-Fatih Kartasura. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akhlak bagi mahasiswa, khususnya dalam menjaga perilaku dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Beliau bahkan mengingatkan secara tegas agar mahasiswa menjauhi budaya pacaran, sebagai bagian dari upaya menghindari perbuatan mendekati zina.

Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an secara berjamaah, di mana masing-masing mahasiswa membaca satu juz sehingga genap mengkhatamkan Al-Qur’an. Usai tilawah, Dr. KH. Heru Utomo memberikan kuliah penutup yang sarat dengan nilai-nilai tasawuf dan pembentukan karakter spiritual mahasiswa.

Dilanjutkan dengan pengarahan dari Koordinator Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Asep Maulana Rohimat, M.S.I., yang menegaskan bahwa nilai-nilai tasawuf dapat diimplementasikan secara modern dan sederhana. “Cinta kepada ibadah sunnah seperti sholat Dhuha, Taubat, dan Hajat merupakan bentuk nyata implementasi tasawuf modern dalam kehidupan mahasiswa,” ujar Asep yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Suryalaya. Ia menekankan bahwa akhlak dan etika merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi ekonom syariah yang menjunjung tinggi prinsip bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Sebagai penutup rangkaian acara, para mahasiswa mempresentasikan karya buku yang berisi kumpulan tulisan mereka tentang pengalaman dan refleksi selama mengikuti mata kuliah Akhlak Tasawuf.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami tasawuf dalam konteks teori, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilainya dalam kehidupan spiritual, sosial, dan profesional mereka sebagai calon ekonom dan pebisnis syariah masa depan.