Tembus Jurnal Q1 Wiley Publikasi Artikel FEBI Meroket

Tembus Jurnal Q1 Wiley, Publikasi Artikel FEBI Meroket

SUKOHARJO — Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Dua dosen terbaik dari program studi Akuntansi Syariah, Samsul Rosadi, M.Si dan Aryani Intan Endah Rahmawati, M.Sc, sukses menembus ranah global. Keberhasilan capaian publikasi artikel ilmiah mereka pada penerbit top dunia, Wiley, menjadi bukti nyata kualitas riset kampus kita. Karya riset bereputasi tinggi tersebut secara resmi berhasil diterbitkan ke dalam jurnal internasional bereputasi Q1 Business Strategy and Development. Jurnal tersebut tercatat memiliki nilai Sextile Journal Rank (SJR) yang sangat tinggi dan kompetitif sebesar 0.827.

Pengaruh Struktural CEO dalam Promosi Inovasi Hijau Global

Karya ilmiah yang monumental ini secara resmi dipublikasikan pada tanggal 18 Februari 2026 yang lalu. Tema besar yang diangkat di dalam penelitian global tersebut adalah “A Worldwide Study of the Banking Industry: The Structural Influence of CEOs in Promoting Green Innovation”. Oleh karena itu, kajian mendalam mengenai pengaruh struktural para CEO dalam mempromosikan inovasi hijau pada industri perbankan dunia ini dinilai sangat relevan. Hasil riset strategis ini diharapkan mampu memberikan kontribusi teoretis sekaligus praktis bagi perkembangan kebijakan perbankan yang ramah lingkungan. Kita semua tentu patut berbangga atas sumbangsih pemikiran dari dosen FEBI yang kini telah diakui dunia.

Akselerasi Mutu Akademik Lewat Publikasi Artikel Ilmiah

Selain itu, capaian luar biasa ini diapresiasi secara luas karena berhasil mendongkrak reputasi akademik fakultas di tingkat global. Artikel ilmiah ini ditulis melalui proses riset yang panjang, mendalam, akurat, serta melewati proses peer-review yang sangat ketat. Dengan demikian, standar kualitas riset yang dipraktikkan oleh para dosen Akuntansi Syariah terbukti telah memenuhi kualifikasi internasional. Keberhasilan menembus penerbit kaliber dunia sekelas Wiley menempatkan posisi tawar riset FEBI sejajar dengan universitas top lainnya. Pengakuan internasional ini menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh civitas akademika kampus.

Komitmen FEBI dalam Mendukung Riset Bereputasi Internasional

Selanjutnya, manajemen fakultas menegaskan komitmen penuh untuk terus memfasilitasi serta mendukung iklim riset yang produktif bagi para dosen. Diharapkan, prestasi luar biasa dari kedua ilmuwan ini dapat segera diikuti oleh dosen dan peneliti lain di lingkungan kampus. Dorongan pembiayaan, pelatihan penulisan, dan penyediaan database jurnal internasional akan terus ditingkatkan secara berkala oleh pihak birokrasi. Sinergi yang kuat antara seluruh dosen dan manajemen akan memastikan ekosistem riset yang berkelanjutan tetap terjaga. Melalui atmosfer akademis yang sehat ini, FEBI siap melahirkan lebih banyak inovasi baru.

Pada akhirnya, kesuksesan penulisan karya ilmiah bereputasi global ini bukan sekadar menjadi catatan prestasi di atas kertas saja. Keberhasilan publikasi artikel tersebut diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk terus aktif dalam melakukan riset yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Jejak kepeloporan akademis ini menjadi modal berharga bagi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta untuk melangkah mantap di panggung dunia. Mari kita bersama-sama mendukung dan mengapresiasi setiap langkah nyata dosen kita dalam mengharumkan nama bangsa. Kebanggaan ini adalah milik kita bersama sebagai bagian dari keluarga besar kampus hijau.

Kegiatan Penutupan MDP Batch 3 FEBI Targetkan Mutu OBE & Social Impact

Kegiatan Penutupan MDP Batch 3 FEBI Targetkan Mutu OBE & Social Impact

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar kegiatan penutupan Management Development Program (MDP) Batch 3. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, setelah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar selama tiga hari berturut-turut. Melalui program intensif ini, komitmen besar dalam meningkatkan mutu pelayanan akademik dan kontribusi sosial nyata berhasil diwujudkan oleh seluruh civitas akademika. Performa fakultas kini semakin diperkuat demi menyongsong transformasi pendidikan tinggi Islam yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Pencapaian Target Besar Kurikulum OBE dan Rencana Aksi Sosial

Kegiatan penutupan ini diawali oleh laporan komprehensif dari Wakil Dekan 2, Dr. Indah Piliyanti. Beliau memaparkan bahwa para ketua serta sekretaris program studi telah berhasil menyelesaikan penyusunan dokumen kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Oleh karena itu, pencapaian dokumen akademik tersebut menjadi fondasi penting bagi standarisasi mutu perkuliahan modern. Dokumen kurikulum OBE yang adaptif ditargetkan mampu mencetak lulusan berdaya saing global. Sinergi ini mencerminkan tekad kuat FEBI untuk terus melangkah maju. Selain itu, tenaga kependidikan FEBI juga sudah menyelesaikan penyusunan rencana aksi sosial dengan sasaran masyarakat sekitar kampus.

“Kegiatan MDP sudah berjalan dengan lancar. Para ketua dan sekretaris program studi sudah menyelesaikan dokumen kurikulum OBE,” ujar Dr. Indah Piliyanti penuh optimisme.

Transformasi Pelayanan dan Inovasi Program Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan juga terlibat aktif dalam merumuskan rencana aksi kegiatan yang berdampak sosial langsung bagi masyarakat. Mereka telah menyampaikan berbagai usulan mengenai aksi kegiatan berdampak sosial, seperti bidang literasi keuangan, aksi lingkungan, hingga digitalisasi UMKM. Dalam waktu dekat, program “plogging” berupa jalan sehat sembari membersihkan sampah jalanan akan segera direalisasikan. Finalisasi program kerja ini disepakati bersama guna memastikan kualitas pelayanan administrasi internal kampus berjalan semakin prima.

Keberlanjutan Program untuk Masa Depan FEBI yang Gemilang

Acara Management Development Program Batch 3 ini secara resmi ditutup oleh Wakil Dekan 2, Dr. Arif Muanas, M.Sc. Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa MDP merupakan agenda rutin yang wajib dijaga keberlanjutannya secara konsisten. Diharapkan, program strategis ini dapat terus berlanjut hingga Batch 4 dan seterusnya demi akselerasi mutu fakultas. MDP terbukti efektif menjadi wadah utama bagi civitas akademika untuk menyalurkan pemikiran kreatif demi pengembangan institusi.

Pada akhirnya, ada dua target besar yang berhasil diselesaikan melalui pelaksanaan agenda intensif ini. Pertama adalah penyusunan kurikulum OBE, dan kedua adalah penyusunan rencana aksi sosial. Melalui kegiatan penutupan ini, semangat kebersamaan dan inovasi baru siap dibawa pulang oleh seluruh peserta ke unit kerja masing-masing. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dipastikan akan terus bertumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul, humanis, serta berdampak luas.

FEBI UIN Raden Mas Said Gagas Social Impact Nyata

Bukan Sekadar Teori, FEBI UIN Surakarta Gagas Social Impact Nyata

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat luas. Melalui Workshop Management Development Batch 3, kampus merumuskan rencana aksi strategis berbasis social impact di Hotel Wahid Bandungan, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil untuk merespons regulasi Kemenristekdikti serta Kemenag berdampak mengenai kontribusi nyata perguruan tinggi. Seluruh tenaga kependidikan dilibatkan aktif untuk menyusun program pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berdampak langsung. Agenda ini menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan lagi sekadar formalitas akademik semata.

Komitmen FEBI dalam Menggagas Social Impact

Fakultas merumuskan framework komprehensif untuk memetakan program lima tahun ke depan melalui observasi kebutuhan riil masyarakat. Perencanaan ini ditargetkan secara spesifik dan realistis demi menyentuh berbagai klaster dampak sosial yang tepat sasaran. Wakil Dekan 3 FEBI, Dr. Ika Yoga, menyatakan bahwa kontribusi kampus harus melampaui batas ruang kelas akademik. “Kita semua diundang untuk mengambil peran aktif dalam menggerakkan perubahan sosial di lingkungan sekitar,” ujar Dr. Ika Yoga. Gerakan ini dirancang agar masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran serta manfaat nyata dari civitas akademika FEBI.

Model Rencana Kerja Staf yang Kreatif

Rencana aksi social impact ini secara cerdas dibagi ke dalam program berbasis anggaran maupun gerakan bebas anggaran. Model taktis non-anggaran sengaja dipilih agar komitmen sosial tetap berjalan optimal tanpa membebani keuangan internal fakultas. Beberapa draf usulan kreatif dari staf FEBI mencakup bidang literasi keuangan, aksi lingkungan, hingga digitalisasi UMKM. Program kolaboratif ini menjadi bukti bahwa keterbatasan dana tidak menjadi penghalang untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat.

Sinergi Berkelanjutan Bersama Masyarakat

Selanjutnya, pendampingan terhadap UMKM lokal dan sektor cagar budaya juga terus diperkuat melalui skala program yang besar. Katalog produk digital dan pelatihan pemasaran intensif dipersiapkan dengan matang untuk mendongkrak daya saing ekonomi warga. Standardisasi laporan dan sistem evaluasi berkala diterapkan secara ketat guna menjamin transparansi serta keberlanjutan program. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara pihak kampus dan publik menjadi kunci utama keberhasilan gerakan. Keterlibatan masyarakat tentu akan mempercepat terwujudnya tatanan sosial ekonomi yang lebih baik.

Kepala Biro AUAK Perkuat Persiapan FEBI Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Kepala Biro AUAK Perkuat Persiapan FEBI Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi dicanangkan sebagai pilot project Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk nyata komitmen institusi dalam melakukan reformasi birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani secara prima. Sebagai penguatan persiapan FEBI menuju zona integritas WBK, Kepala Biro AUAK UIN Raden Mas Said Surakarta memberikan beberapa arahan terhadap civitas akademika FEBI. Kegiatan ini berlangsung di hotel Wahid, Bandungan pada hari Jum’at (22/05). Penguatan ini tidak hanya menjadi agenda internal, melainkan sebuah transformasi besar yang dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat dan pengguna layanan akademik. Melalui momentum ini, setiap elemen di dalam kampus didorong untuk mengikis birokrasi yang kaku demi menciptakan ekosistem pendidikan yang transparan.

Inovasi Layanan Publik Nyata Melalui Pilot Project

Perubahan besar ini difokuskan pada enam area utama, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Salah satu contoh nyata yang diadopsi adalah program inovasi pelayanan prima yang memprioritaskan kemudahan serta kecepatan akses. Sebagai unit pilot project, FEBI berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya ramah, tetapi juga bebas dari pungutan liar dan gratifikasi. Dengan demikian, kenyamanan dan keadilan hak-hak masyarakat dapat terus diprioritaskan secara konsisten.

Sinergi Komitmen Pimpinan dan Penilaian Nasional

Keberhasilan program ini tentu menuntut kesiapan legalitas serta pembentukan tim kerja yang solid dari seluruh aparatur sipil negara. Dalam pengarahannya, Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H. selaku narasumber menegaskan pentingnya integritas bagi segenap pelayan masyarakat. Beliau menyatakan, “ASN merupakan eksekutif, sekaligus abdi negara dan masyarakat, sehingga wajib loyal kepada negara dan berkomitmen untuk tidak mengecewakan masyarakat.” Setelah persiapan internal matang, proses evaluasi objektif akan segera dilakukan oleh Tim Penilai Internal dari Kementerian Agama bersama Tim Penilai Nasional.

Strategi Media Transparan Menuju Target Target Perolehan WBK

Selanjutnya, akuntabilitas kinerja institusi akan diperkuat melalui pemantauan berkala dan manajemen media sosial yang aktif. Progres pembangunan karakter bebas korupsi ini sengaja dipublikasikan agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya perubahan secara terbuka. Melalui keterbukaan informasi, setiap kritik dan saran yang masuk akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan mutu kelola. Berbagai dokumen pendukung kini sedang disiapkan oleh tim kerja demi mengejar target submit penilaian pada Desember 2026. Komitmen bersama ini terus digulirkan secara masif demi mewujudkan predikat kelulusan ZI-WBK pada tahun 2027 mendatang.

Sah! Penandatanganan MoA FEBI UIN Surakarta & Ponpes Annashiiha

Sah! Penandatanganan MoA FEBI UIN Surakarta & Ponpes Annashiiha

SALATIGA – Komitmen nyata dalam memperluas jejaring akademik terus diperkuat oleh FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pihak fakultas resmi melaksanakan kunjungan kelembagaan ke Masjid Klenteng dan Pondok Pesantren Annashiiha Salatiga. Langkah strategis ini dilakukan untuk menginisiasi kerja sama dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren entrepreneurship. Dalam momentum tersebut, penandatanganan MoA dilakukan langsung oleh Dekan FEBI dan pimpinan pesantren. Kehadiran rombongan kampus pun disambut dengan sangat hangat oleh keluarga besar pondok pesantren.

Oleh karena itu, kolaborasi ini dirancang untuk membawa dampak nyata bagi kemajuan fakultas. Prof. Dr. Rahmawan Arifin selaku Dekan FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan pentingnya aksi nyata. “Nota kesepahaman (MoU) yang akan disepakati harus benar-benar direalisasikan secara konkret, bukan sekadar di atas kertas,” tegasnya penuh optimisme. Ke depan, pimpinan ponpes juga siap menjadi mentor entrepreneurship bagi civitas akademika FEBI.

Menilik Sukses Bisnis dan Kerja Sama Pesantren

Pondok pesantren Annashiiha berhasil memberikan pendidikan entrepreneurship yang nyata bagi para santri. Berbagai unit usaha produktif dikembangkan mulai dari warung sayuran, toko ATK, rumah makan, hingga bisnis perumahan. Saat ini, terdapat 13 mahasiswa pilihan yang dipercaya penuh untuk memegang unit usaha pondok tersebut. Sebagai contoh, unit usaha warung sayuran saja mampu menghasilkan omset sekitar Rp5.000.000,- per bulan. Pendapatan dari usaha ini sekaligus digunakan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Inovasi Baru Pendampingan Masyarakat

Selanjutnya, program kerja sama ini akan melahirkan kelas khusus berupa program pendampingan yang menyasar panti asuhan. Pelatihan bisnis online juga segera dibuka untuk memperluas jangkauan pasar produk santri. Tak kalah menarik, program tahunan khusus disusun untuk mencari calon santri yang punya semangat tinggi. Santri pilihan tersebut nantinya akan dikuliahkan secara gratis melalui program beasiswa penuh pondok. Kita tentu berharap inovasi sosial ini dapat memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

Penguatan Akademi Entrepreneur FEBI

Sementara itu, FEBI UIN Raden Mas Said juga telah menyiapkan rencana pengembangan internal yang matang. Pendampingan ke pesantren di sekitar kampus segera dioptimalkan dengan menerjunkan SDM dosen dan tendik. Tidak hanya itu, penyewaan ruko akan dilakukan untuk pengembangan akademi entrepreneur berbasis pondok pesantren. Tempat tersebut nantinya difungsikan sebagai pusat pameran, kegiatan PIBMA, hingga pusat pelatihan kewirausahaan. Melalui kerja sama ini, FEBI UIN Raden Mas Said terus melangkah pasti memperkuat ekonomi syariah.

Kunjungan FEBI UIN Surakarta ke Ponpes Annashiiha

Gali Etos Kerja Islami, FEBI UIN Surakarta Lakukan Kunjungan Strategis ke Pondok Pesantren Annashiiha

SALATIGA – Komitmen nyata dalam memperluas jejaring akademik dan pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat oleh FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pihak fakultas secara resmi melaksanakan kunjungan kelembagaan ke Masjid Klenteng dan Pondok Pesantren Annashiiha Salatiga pada Jumat (22/5). Agenda ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI guna menginisiasi kolaborasi strategis antarlembaga. Kunjungan ini juga melibatkan jajaran dekanat dan tenaga kependidikan FEBI. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pengasuh dan pendiri pesantren Annashiiha. Melalui langkah awal ini, sinergi pendidikan tinggi dan nilai lokal mulai dibangun demi kemajuan bersama.

Komitmen Nyata Hasil Kunjungan Kelembagaan

Acara silaturahmi ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang berdampak luas. Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, menegaskan bahwa komitmen ini harus diwujudkan dalam program aksi yang nyata. “Nota kesepahaman yang akan disepakati harus benar-benar direalisasikan secara konkret, bukan sekadar di atas kertas,” tegas Prof. Rahmawan. Oleh karena itu, kegiatan kunjungan ini dirancang untuk mendalami filosofi etos kerja Muslim Tionghoa yang diintegrasikan di sana. Langkah tersebut diharapkan membawa dampak besar bagi kurikulum kewirausahaan di fakultas.

Adopsi Inkubasi Bisnis dan Kemandirian Santri

Pesantren Annashiiha sendiri dinilai sukses mengubah pola pikir mahasiswa menjadi mandiri melalui praktik wirausaha yang terukur. Model pengelolaan usaha mereka melibatkan santri semester akhir dalam mengelola unit bisnis secara mandiri. Bahkan, mahasiswa diberikan tanggung jawab penuh dari proses belanja hingga laporan laba-rugi. Saat ini, sistem kerja kelompok berbasis jam kerja adil tersebut telah menghasilkan laba bersih kumulatif Rp25.000.000,-. Keberhasilan konkret inilah yang menginspirasi universitas untuk mengadopsi sistem mentor bisnis serupa bagi civitas akademika.

Rencana Program Beasiswa dan Inovasi Sosial

Selanjutnya, hasil dialog kedua belah pihak menyepakati perluasan program bagi masyarakat yang kurang mampu. Rencana program santri khusus akan segera diluncurkan tahun depan oleh pihak ponpes Annashiiha dengan menyasar anak yatim piatu dari panti asuhan. Mereka akan difasilitasi dengan pembebasan biaya pendidikan, pemberian uang saku, dan keterlibatan langsung di unit usaha. Selain itu, inovasi sosial ini didukung penuh oleh kerja sama jaringan pengusaha luas.

Prof. Boediono Tekankan Integrasi SKKNI dalam Review Kurikulum FEBI

Prof. Boediono Tekankan Integrasi SKKNI dalam Review Kurikulum FEBI

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah strategis demi meningkatkan mutu lulusan. Manajemen fakultas secara resmi menggelar agenda Review Kurikulum OBE FEBI UIN Surakarta. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Wahid, Bandungan pada hari Kamis (21/05) yang dhadiri oleh jajaran dekanat, ketua program studi dan sekretaris program studi. Langkah ini diambil guna menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan standar Outcome Based Education (OBE) terkini. Melalui kegiatan ini, perbaikan dokumen akademik akan difokuskan pada kebutuhan dunia kerja secara riil. Kehadiran kurikulum yang adaptif tentunya akan berdampak positif untuk peningkatan kualitas pendidikan. Pertemuan penting tersebut menghadirkan pakar nasional, Prof. Dr. Boediono, sebagai narasumber utama dalam membedah dokumen kurikulum.

Urgensi Integrasi SKKNI dalam Review Kurikulum OBE

Selanjutnya, perhatian utama dalam forum ini tertuju pada integrasi kurikulum dengan standar industri modern. Pilihan format terbaik yang direkomendasikan adalah Dokumen Kurikulum OBE Terintegrasi SKKNI dan DUDI. Pendekatan mutakhir tersebut dinilai sangat efektif untuk mendukung penilaian maksimal dari pihak BAN-PT. “Pendekatan yang paling mutakhir saat ini adalah kurikulum terintegrasi SKKNI dan DUDI karena lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tegas Prof. Boediono. Oleh karena itu, unsur dunia industri wajib dilibatkan agar mahasiswa Anda menjadi lebih adaptif saat lulus nanti. Keselarasan ini dipercaya mampu memperkecil jarak antara dunia perkuliahan dan realitas industri.

Penyelarasan Visi Global dan Spesifikasi Target

Di sisi lain, konstruksi penyusunan draf akademik juga tidak luput dari evaluasi mendalam. Berdasarkan hasil tinjauan, rancangan kurikulum sebaiknya diawali dari pemantapan visi program studi, bukan langsung melompat pada CPL. Visi tersebut harus diselaraskan secara vertikal dengan poin-poin unggulan universitas dan fakultas. Selain itu, pihak manajemen juga mencatat bahwa visi program studi saat ini belum memuat target tahun capaian yang jelas. Penyempurnaan ini dilakukan agar arah perkembangan keilmuan di kampus dapat diukur dengan lebih akurat. Dengan demikian, peta jalan pendidikan yang ditempuh oleh para mahasiswa menjadi semakin terarah.

Skema Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa dan Dosen

Selain pembenahan dokumen tertulis, penguatan kompetensi praktis melalui skema sertifikasi juga menjadi poin krusial yang dibahas. Langkah strategis dapat diarahkan melalui pengambilan sertifikasi kompetensi level P1 bagi mahasiswa aktif. Di samping itu, peluang emas untuk meraih sertifikasi tambahan seperti instruktur junior juga terbuka lebar. Tidak hanya mahasiswa, para dosen pun didorong untuk memiliki sertifikasi instruktur level 4 hingga 6. Standardisasi kompetensi ini sengaja dirancang agar keahlian lulusan diakui secara legal oleh negara. Implementasi awal dari program sertifikasi ini disarankan untuk berfokus terlebih dahulu pada bidang MBS.

Sebagai penutup diskusi, potensi pengembangan bidang minat mahasiswa pada program studi MBS turut dipetakan. Minat terbesar sejauh ini masih didominasi oleh bidang Manajemen SDM, pemasaran, serta sektor keuangan. Menanggapi hal tersebut, program studi disarankan segera memilih salah satu bidang paling potensial sebagai keunggulan utama. Contoh konkretnya, lulusan Ekonomi Syariah ke depan dapat diarahkan untuk memiliki sertifikasi khusus Penyelia Halal. Semua perbaikan teknis, termasuk sinkronisasi tanggal pengantar, akan segera diselesaikan oleh tim penyusun. Bersama-sama, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen mencetak generasi profesional yang siap bersaing.

Management Development Program

Buka Management Development Program, Prof. Dr. Rahmawan Arifin Ajak Civitas Akademika FEBI Perkuat Komitmen Manajemen

BANDUNGANFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Management Development Program (MDP) Batch 3. Agenda tahunan ini diselenggarakan di Hotel Wahid Bandungan, Jawa Tengah. Acara ini resmi dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, pada Kamis, 21 Mei 2026. Melalui pembukaan workshop MDP ini, komitmen manajemen civitas akademika FEBI siap dibangun kembali secara kuat. Program strategis tersebut dihadiri oleh jajaran dekanat, kepala program studi, hingga tenaga kependidikan.

Komitmen Baru Melalui Pembukaan Workshop MDP

Sebagai pimpinan, Prof. Dr. Rahmawan Arifin memberikan pesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa kerja seluruh civitas akademika. “Semangat bekerja itu seperti iman, ada kalanya kita naik ada kalanya turun. Kita harus menjaga agar semangat kita tetap di atas,” ujar beliau dengan tegas. Oleh karena itu, momentum pembukaan workshop MDP ini diharapkan mampu melahirkan kembali semangat baru yang lebih segar. Kebersamaan ini juga menjadi ruang terbaik untuk mempererat sinergi antara dosen dan tenaga kependidikan.

Sinergi Tanpa Sekat demi Kemajuan Fakultas

Selanjutnya, sebuah ekosistem kerja yang harmonis ingin diwujudkan melalui kegiatan intensif ini. Batasan komunikasi antara dosen dan tenaga kependidikan (tendik) kini mulai dilebur secara perlahan. Sebab, semua elemen tanpa terkecuali memiliki kontribusi besar bagi kemajuan fakultas. Hubungan kekeluargaan yang erat tentu akan membuat atmosfer kerja yang jauh lebih positif. Alhasil, visi besar FEBI untuk menjadi fakultas yang unggul dapat dicapai dengan lebih mudah.

Membangun Adab dan Profesionalisme Mahasiswa

Di sisi lain, beberapa permasalahan nyata di dunia akademik turut dibahas dalam forum tersebut. Penurunan adab dan etika mahasiswa menjadi perhatian serius yang disoroti oleh manajemen. Contohnya adalah kebiasaan merokok sembarangan, cara berbicara mahasiswa yang tidak sopan dan keengganan mahasiswa untuk menyapa dosen. Maka dari itu, peningkatan keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Langkah konkret seperti menegur mahasiswa secara edukatif akan mulai diterapkan demi menjaga marwah institusi.

Selain tindakan preventif tersebut, penguatan nilai profesionalisme juga menjadi fokus utama dalam diskusi. Seluruh civitas akademika diajak untuk menjadi teladan nyata bagi para mahasiswa. Dengan demikian, atmosfer akademik yang beradab dan berprestasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Workshop ini akhirnya ditutup dengan penyusunan rencana aksi strategis untuk menyambut tahun ajaran baru. Bersama-sama, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang.dan dunia pendidikan.