Kolaborasi FEBI UIN Surakarta dan Bank Syariah Sragen Perkuat Program Bank Sampah

Kolaborasi FEBI UIN Surakarta dan Bank Syariah Sragen Perkuat Program Bank Sampah

SRAGEN — FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat kontribusi nyatanya. Kontribusi ini diwujudkan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), FEBI berkunjung ke Bank Syariah Sragen. Kunjungan strategis ini bertujuan mematangkan koordinasi Sragen Masjidpreneur FEST 2026. Agenda penting ini bertempat di Rumah Komunitas Bank Syariah Sragen pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Fokus utamanya adalah pengembangan program “Kampung Organik Berbasis Komunitas”. Program tersebut mengintegrasikan inovasi Bank Kompos dan Bank Sampah.

Program Bank Sampah ini dikomandoi oleh Dr. Arif Muannas, S.E., M.Sc. Gerakan lingkungan ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2025 lalu. Tim FEBI berdialog langsung dengan Direktur Bank Syariah Sragen, Bapak Fakhrudin. Mereka menyepakati integrasi program lingkungan dengan produk keuangan syariah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah sampah menjadi klaster ekonomi baru. Masyarakat lokal akan dibimbing untuk mengelola sampah secara produktif.

Selaras dengan Program Prioritas Kementerian Agama

Langkah progresif dari FEBI UIN Surakarta ini tidak berdiri sendiri. Program ini selaras dengan agenda prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. Kemenag RI saat ini gencar mengaselerasi program Kampung Zakat. Selain itu, Kemenag fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Umat. Melalui program PkM, FEBI mengimplementasikan visi besar Kemenag tersebut. Komunitas masyarakat kini dijadikan episentrum transformasi sosial dan ekonomi. Edukasi ekologis juga menjadi pilar penting dalam gerakan ini.

Masyarakat diajak mengonversi sampah menjadi tabungan investasi syariah. Pola pemberdayaan ini meningkatkan literasi keuangan syariah di daerah. Kemenag RI mendukung penuh gerakan ekonomi hijau (Green Economy) ini. Sinergi ini diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan berbasis kelestarian lingkungan.

Komitmen Kolaborasi Jangka Panjang

Pertemuan penting ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEBI Surakarta. Turut hadir Dr. Zakky Fahma Aulia, S.E., M.Si. Hadir pula Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Rizki Nur Ayuningtyas Putri. Mereka siap mengawal implementasi program Bank Sampah di lapangan. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menekankan bahwa sinergi ini memiliki visi jangka panjang.

“Kolaborasi ini bukanlah kolaborasi terakhir dengan Bank Syariah Sragen,” tegas Prof. M. Rahmawan Arifin.

Selanjutnya, berbagai program kemitraan baru akan terus diinisiasi. Integrasi akademik dan sektor keuangan diharapkan membawa dampak luas. Program Bank Sampah ini diproyeksikan menjadi pilot project nasional. Kampung Organik yang mandiri dan berkah kini siap diwujudkan.

Perkuat Kolaborasi, FEBI UIN Surakarta Hadiri Koordinasi Sragen Masjidpreneur Fest 2026

Perkuat Kolaborasi, FEBI UIN Surakarta Hadiri Koordinasi Sragen Masjidpreneur Fest 2026

SRAGENFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi memperkuat sinergi demi menyukseskan Sragen Masjidpreneur Fest 2026. Sejalan dengan visi besar Kementerian Agama Republik Indonesia dalam pemberdayaan umat, langkah ini diawali lewat kehadiran pimpinan kampus di Sragen pada hari Jum’at, 19 Juni 2026. Kehadiran tersebut menjadi komitmen nyata institusi untuk terlibat dalam pengembangan ekosistem ekonomi berbasis masjid di wilayah Sragen. Melalui kolaborasi ini, FEBI berharap dapat membawa dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Sinergi Program Masjidpreneur untuk Umat

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, seperti perwakilan BAZNAS Sragen dan Direktur Bank Syariah Sragen. Program Masjidpreneur sendiri merupakan inisiatif yang sukses menjaring ratusan masjid sejak tahun lalu. Oleh karena itu, FEBI UIN Surakarta menyambut baik perluasan kolaborasi pada tahun ini. Penguatan ekonomi umat dinilai memerlukan keterlibatan aktif dari akademisi, praktisi, serta masyarakat.

“Kami siap berkontribusi penuh untuk menyukseskan program Sragen Masjidpreneur 2026,” ujar Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si.

Implementasi Nyata Pengabdian Masyarakat

Selanjutnya, FEBI UIN Surakarta juga membagikan pengalaman sukses mereka dalam mengelola program pemberdayaan masyarakat terdahulu. Contoh nyata yang dipaparkan adalah pengelolaan Pasar Tempoe Dulu Gunung Kunci dan Car Free Day Kartasura. Program-program tersebut telah terbukti mampu menghidupkan pelaku usaha kecil di sekitar lingkungan kampus. Maka dari itu, skema pengabdian tersebut akan diadaptasikan dalam pendampingan manajemen masjid di Sragen.

Harapan Baru Ekonomi Berbasis Masjid

Secara umum, keterlibatan FEBI diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih terstruktur bagi para finalis masjidpreneur. Kompetensi akademik dan riset dari kampus akan dipadukan dengan program taktis dari Bank Syariah Sragen. Jadi, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kemandirian ekonomi umat. Dukungan dari semua pihak tentu akan menjadi energi tambahan bagi keberhasilan program mulia ini.

Dr. Farida FEBI UIN Surakarta Siap Dobrak Sekat Konvensional Lewat Pembelajaran Digital

Dr. Farida: FEBI UIN Surakarta Siap Dobrak Sekat Konvensional Lewat Pembelajaran Digital

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah besar untuk merombak total mutu akademik demi masa depan mahasiswa. Perubahan ini diselaraskan langsung dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia melalui integrasi sistem pembelajaran digital secara menyeluruh. Agenda besar ini diwujudkan secara konkrit dalam workshop kurikulum  yang dilaksanakan di aula gedung A pada hari kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan seluruh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Langkah strategis tersebut sengaja diinisiasi untuk memastikan bahwa setiap kompetensi lulusan dapat bersaing langsung di pasar industri global.

Urgensi Menatap Fenomena Pendidikan Global

Perubahan peta dunia kerja saat ini memaksa perguruan tinggi keagamaan untuk bergerak lebih lincah dan tidak boleh tertinggal. Menjawab tantangan tersebut, FEBI secara deduktif melihat regulasi penjaminan mutu nasional sebagai peluang emas untuk meluncurkan standardisasi kompetensi mutakhir. Kurikulum baru ini dirancang dengan metode backward design, di mana capaian lulusan ditentukan terlebih dahulu sebelum mata kuliah dibentuk. Pendekatan ini dipastikan mampu memayungi kebutuhan eksternal yang kompleks agar dapat disusun menjadi rencana studi harian yang taktis.

Kesiapan Kerja Lewat Ekosistem Pembelajaran Digital

“Kita tidak bisa lagi bertahan dengan metode ceramah kuno,” tegas Dr. Farida Nurhasanah, M.Pd., selaku narasumber utama kegiatan tersebut. Beliau mengimbau agar pemanfaatan kecerdasan buatan dan Learning Management Systems (LMS) dioptimalkan guna mendukung pembelajaran digital yang interaktif. Berkat transformasi ini, simulasi kasus bisnis riil kini dapat diakses dan dipelajari dengan mudah dari mana saja. Melalui ekosistem baru ini, mahasiswa tidak lagi sekadar mendengarkan ceramah teori yang menjemukan di dalam ruang kelas.

Langkah Konkrit Menuju Akreditasi Multinasional

Langkah progresif ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak reputasi lembaga secara masif, baik di tingkat nasional maupun wilayah regional. Selain mengejar predikat Unggul dari LAM, standardisasi kurikulum ini diselaraskan langsung dengan indikator penilaian internasional kelas dunia seperti AUN-QA. Seluruh instrumen evaluasi akademik dirombak total demi menjamin penguasaan keterampilan abad ke-21 yang nyata oleh para mahasiswa. Kualitas sebuah kampus tidak lagi diukur dari kemegahan gedung, melainkan dari daya saing nyata para lulusannya.

Proses evaluasi menyeluruh terhadap draf kurikulum lama sedang diselesaikan oleh jajaran program studi agar transisi berjalan mulus. Dengan demikian, kualitas akademik institusi diharapkan dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. Kesuksesan akselerasi ini tentu membutuhkan partisipasi aktif serta komitmen kuat dari seluruh mitra pembelajar. Mari bersama-sama menyongsong era baru pendidikan tinggi Islam yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan adaptif.

Menuju Kampus Unggul, FEBI UIN Surakarta Gelar Evaluasi Pembelajaran

Menuju Kampus Unggul, FEBI UIN Surakarta Gelar Evaluasi Pembelajaran

SURAKARTA – Kualitas pendidikan tinggi yang prima tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui komitmen dan proses yang berkelanjutan. Guna mewujudkan standar mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung A. Melalui forum ini, seluruh civitas akademika diajak untuk melihat kembali pencapaian dan tantangan selama satu semester terakhir.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi besar pemangku kebijakan pusat demi kemajuan mutu pendidikan Islam nasional. Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar menekankan bahwa pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas sebagai ilmuwan, tetapi juga berkarakter sebagai intelektual, cendekiawan yang berakhlak mulia, dan mampu bersaing secara global. Arahan tersebut direspon cepat oleh fakultas melalui penguatan sistem pembelajaran yang bermutu tinggi.

Transformasi Mutu Melalui Evaluasi Pembelajaran

Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) FEBI, Mufti Arief Arfiansyah. Seluruh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta turut dihadirkan untuk menyelaraskan visi akademik. Dalam pemaparannya, evaluasi pembelajaran dijadikan sebagai instrumen strategis untuk memetakan capaian sekaligus merumuskan solusi atas kendala perkuliahan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dosen sangat menentukan arah perbaikan mutu ke depan. Langkah ini menegaskan bahwa kualitas lulusan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dikawal ketat.

Mendengar Suara Mahasiswa Lewat EDOM

Selain memaparkan data internal, forum ini juga mengupas tuntas form Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM). Melalui EDOM, kritik serta saran konstruktif dari mahasiswa selama satu semester dibahas secara mendalam. Hal ini membuktikan bahwa aspirasi mahasiswa sangat didengar untuk membawa perubahan nyata. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat capaian pembelajaran kita,” ujar Mufti Arfiansyah di sela-sela acara. Ungkapan langsung tersebut menegaskan komitmen fakultas dalam merespons umpan balik secara adaptif.

Budaya Mutu untuk Kemajuan Bersama

Selanjutnya, hasil evaluasi ini akan dijadikan acuan utama dalam menyusun strategi perkuliahan pada semester berikutnya. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menciptakan ruang belajar yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak luas. Dengan demikian, program evaluasi pembelajaran bukan lagi sekadar rutinitas formal di atas kertas. Sebaliknya, agenda ini diposisikan sebagai jangkar utama dalam meningkatkan kepuasan belajar mahasiswa secara menyeluruh. Peningkatan fasilitas dan metode mengajar akan terus dioptimalkan secara bertahap.

Sebab, mutu akademik bukanlah sebuah target akhir yang statis. Budaya mutu harus terus dijaga dan ditingkatkan bersama oleh seluruh elemen fakultas. Melalui langkah evaluatif ini, FEBI bersiap melangkah lebih jauh untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing. Mari bersama-sama mengawal momentum pertumbuhan ini demi masa depan pendidikan yang lebih gemilang.

Visiting Lecturer FEBI UIN Surakarta Kupas Perbankan Turki

Visiting Lecturer FEBI UIN Surakarta Kupas Perbankan Turki

SURAKARTA, 11 Juni 2026 – Era baru industri keuangan syariah global kini tengah mengalami transformasi besar yang sangat krusial untuk dipahami bersama. Guna menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta secara proaktif menggelar sebuah program akademik internasional. Kegiatan akademis yang dikemas dalam bentuk visiting lecturer ini menghadirkan pakar ekonomi Islam dari Sakarya University Turki, Dr. Aam Slamet Rusydiana. Kegiatan ini dilaksanakan di Hybrid Smart Classroom Lantai 2 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Sesi 3 ini dilaksanakan pukul 13.00-15.00 WIB yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FEBI baik secara langsung maupun melalui zoom meeting. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata kampus dalam memperluas cakrawala berpikir kita semua terkait arsitektur keuangan dunia. Melalui forum ini, seluruh civitas akademika diajak untuk memahami bagaimana nilai historis dan inovasi modern berpadu memperkuat stabilitas ekonomi umat.

Transformasi Perbankan Partisipasi di Turki

Data terbaru per Januari 2026 menunjukkan bahwa total aset perbankan partisipasi di Turki telah menembus angka TRY 4,49 Triliun. Pencapaian luar biasa ini merepresentasikan lonjakan pangsa pasar yang tumbuh dua kali lipat sejak 2017 hingga mencapai 8,9%. Menanggapi fenomena tersebut, Dr. Aam Slamet Rusydiana menegaskan pentingnya menangkap momentum pertumbuhan ini secara cermat. “Pertumbuhan masif perbankan partisipasi di Turki harus dijadikan rujukan berharga untuk mempercepat penetrasi pasar keuangan syariah global,” ujarnya di hadapan peserta. Kerja sama internasional yang diwujudkan melalui agenda visiting lecturer ini diharapkan mampu memantik ide-ide segar bagi pengembangan riset mahasiswa dan dosen. Integrasi model bisnis yang adaptif dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar global yang terus berubah.

Netralitas Hukum dan Kunci Sukses Inovasi

Keberhasilan Turki tidak terlepas dari keunikan regulasi mereka yang sepenuhnya terintegrasi dalam kerangka hukum perbankan sekuler. Istilah ‘Islam’ atau ‘Syariah’ secara sengaja dihindari dalam regulasi resmi demi menjaga netralitas hukum dan sosial di negara tersebut. Kendati demikian, mekanisme operasionalnya tetap murni menggunakan sistem bagi hasil dan pembiayaan berbasis aset riil tanpa bunga. Praktik bisnis yang beretika ini dijalankan secara konsisten guna memastikan keselarasan penuh dengan prinsip-prinsip syariat Islam universal. Model pendekatan yang unik ini dibedah secara mendalam agar dapat diadopsi dalam konteks penguatan industri keuangan syariah di tanah air. Dengan demikian, pemahaman komprehensif mengenai strategi regulasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing global institusi keuangan lokal kita.

Akselerasi Digitalisasi Keuangan Syariah Global

Inovasi perbankan di Turki kini telah digerakkan secara masif oleh kehadiran bank digital baru sejak tahun 2023 lalu. Sektor ini mencatatkan jejak digital yang mengagumkan dengan total 8,37 juta pengguna aktif perbankan digital saat ini. Kita dipaksa untuk melihat bahwa transformasi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak peradaban modern. Oleh karena itu, materi mengenai digitalisasi keuangan ini menjadi topik yang paling hangat didiskusikan oleh para peserta. Melalui penguasaan teknologi finansial, peluang emas untuk memperkecil kesenjangan inklusi serta literasi keuangan di masyarakat terbuka semakin lebar. Pengalaman berharga dari transformasi digital Turki ini memberikan gambaran konkret mengenai arah masa depan industri yang akan kita hadapi.

Menutup Celah Literasi Masa Depan

Meskipun pertumbuhan aset tercatat sangat kuat, industri keuangan Turki rupanya masih menghadapi tantangan berupa celah literasi sebesar 40%. Sebagian masyarakat di sana diidentifikasi masih membutuhkan penguatan pemahaman teknis mengenai mekanisme produk keuangan bebas bunga. Kondisi serupa juga menjadi refleksi bersama bagi kita yang mendambakan ekosistem ekonomi syariah yang mapan di Indonesia. Melalui penyelenggaraan program visiting lecturer ini, FEBI UIN Raden Mas Said terus berupaya mencetak generasi yang literate. Pengetahuan teoretis dan praktis yang diperoleh dari diskusi ini diharapkan dapat disebarluaskan demi kemaslahatan masyarakat yang lebih luas. Pada akhirnya, kontribusi aktif dari institusi pendidikan menjadi pilar utama dalam membangun fondasi ekonomi umat yang kokoh dan berkelanjutan.

Dr. Aam Slamet Rusydiana Kawal Review Kurikulum OBE Ekonomi Islam di FEBI UIN Surakarta

Dr. Aam Slamet Rusydiana Kawal Review Kurikulum OBE Ekonomi Islam di FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA, 11 Juni 2026Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memantapkan langkah menuju internasionalisasi. Upaya strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Review Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk delapan mata kuliah kajian ekonomi Islam. Langkah besar tersebut diambil guna merespons tantangan global sekaligus memperkuat identitas institusi di ranah akademik internasional. Kegiatan penting ini menghadirkan pakar ekonomi Islam terkemuka, Dr. Aam Slamet Rusydiana, sebagai narasumber utama. Diskusi hangat yang berlangsung di ruang rapat pimpinan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua program studi dan dosen FEBI UIN Surakarta.

Membangun Ketangguhan Akademik Melalui Review Kurikulum

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahawan Arifin, M.Si., menekankan pentingnya membangun daya tahan akademik (academic resilience) pada diri mahasiswa. Menurut beliau, proses pembelajaran di kampus perlu dirancang secara menantang agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan ilmiah. Melalui implementasi hasil review kurikulum ini, program pembelajaran pada semester mendatang akan mulai mengangkat tema-tema ekonomi klasik. “Proses pembelajaran perlu dirancang tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang menguasai teori dan konsep,” ujar Prof. Rahawan. Dengan demikian, fondasi keilmuan Anda sebagai bagian dari komunitas akademik akan menjadi semakin kaya dan relevan.

Dr. Aam Slamet Rusydiana Dorong Penguatan Distingsi dan Branding Lokal

Pembahasan selanjutnya menitikberatkan pada pentingnya membangun diferensiasi akademik yang kuat bagi fakultas. Terkait hal ini, Dr. Aam Slamet Rusydiana memberikan pandangan strategisnya mengenai identitas lembaga. Beliau menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi keagamaan Islam harus memiliki keunikan yang menjadi pembeda utama. “Setiap perguruan tinggi perlu memiliki keunggulan yang menjadi ciri khas dan pembeda dengan institusi lain,” papar Dr. Aam. Oleh karena itu, kurikulum baru dirancang agar mampu merumuskan identitas akademik yang kuat dan mudah dikenali.

Mengangkat Kearifan Lokal Ekonomi Islam Nusantara ke Dunia Internasional

Selain pembeda kelembagaan, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen mengembangkan kajian yang berakar pada kearifan lokal. Sistem bagi hasil tradisional dan praktik ekonomi berbasis komunitas dinilai layak diangkat menjadi keunggulan akademik. Langkah glokalisasi ini diharapkan mampu menghubungkan nilai-nilai lokal Nusantara dengan perspektif global yang diakui dunia. Menurut Dr. Aam, kajian bertema sejarah peradaban Islam di Nusantara masih relatif sedikit diteliti oleh akademisi. Melalui sinergi ini, sivitas akademika FEBI diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya khazanah literatur ekonomi Islam dunia.

Peluang Kolaborasi Global dan Sertifikasi Profesional bagi Lulusan

Sebagai langkah nyata internasionalisasi, jejaring akademik akan terus diperluas ke berbagai negara seperti Malaysia dan Turki. Peluang studi lanjut dan program beasiswa parsial kini tengah diinisiasi bersama BAZNAS untuk meningkatkan kapasitas SDM. Di sisi lain, penguatan kompetensi lulusan juga dilakukan melalui sertifikasi profesional yang diakui oleh BNSP. Indikator pemeringkatan dunia seperti Times Higher Education (THE) turut dijadikan sebagai standar mutu internasional. Akhirnya, ekosistem riset yang berkelanjutan antara dosen dan mahasiswa akan tercipta dengan sangat baik di lingkungan kampus.

Dr. Aam Slamet Rusdiyana Bedah Strategi Riset Top 2% Dunia di FEBI UIN Surakarta

Dr. Aam Slamet Rusdiyana Bedah Strategi Riset Top 2% Dunia di Visiting Lecturer FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA – Agenda akademik internasional diawali dengan kegiatan visiting lecturer 2026 yang dilaksanakan di Hybrid Smart Classroom Lantai 2 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan hari Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09.00-10.30 WIB yang diikuti oleh seluruh dosen FEBI baik secara langsung maupun melalui zoom meeting. Kegiatan strategis ini bertujuan untuk merumuskan ulang strategi publikasi global. Kampus kini tidak lagi sekadar mengejar kuantitas artikel ilmiah. Melalui evaluasi Stanford/Elsevier Top 2% Scientist Rankings, FEBI berkomitmen menggeser fokus menuju dampak ilmiah yang terukur. Langkah besar ini diambil agar setiap karya ilmiah mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia. Kesadaran kelompok ini membawa angin segar bagi ekosistem akademik Indonesia yang sering kali terjebak dalam perangkap volume publikasi.

Strategi Mengoptimalkan Efek Akademis Lewat Program Visiting Lecturer

Sebagai bagian dari implementasi visi baru tersebut, institusi mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam agenda akademik internasional. Salah satu program yang diakselerasi adalah kegiatan visiting lecturer yang melibatkan jaringan peneliti global. Melalui kolaborasi ini, para dosen didorong untuk memahami formula composite indicator ($c-score$) yang mengukur dampak sitasi secara akurat. Poin penting yang dikejar bukan lagi seberapa banyak artikel yang terbit, melainkan seberapa besar kontribusi tulisan tersebut. Perubahan haluan ini memaksa para akademisi untuk lebih selektif dalam memilih topik riset yang relevan. Dengan demikian, kualitas output penelitian institusi secara otomatis akan meningkat ke level yang jauh lebih tinggi.

“Akselerasi sitasi sejatinya dapat dicapai melalui kolaborasi yang bertindak sebagai mekanisme pertumbuhan algoritmik,” ujar Dr. Aam Slamet Rusdiyana, peneliti dari Department of Islamic Economics and Finance, Sakarya University, Turki selaku narasumber ahli. “Kerja sama strategis dalam agenda visiting lecture ini akan memperluas jaringan pembaca melalui proses silang budaya akademik global.”

Menata Rekam Jejak Digital dan Kolaborasi Peneliti Dunia

Langkah taktis berikutnya berfokus pada pembenahan identitas digital para peneliti di platform global seperti Scopus dan ORCID. Konsistensi nama dan afiliasi institusi merupakan hal krusial agar data sitasi terekam dengan akurat tanpa kekeliruan. Selain itu, skema penulisan juga diatur secara strategis dengan memprioritaskan posisi First Author atau Last Author. Kolaborasi dengan peneliti bereputasi tinggi dirancang sebagai mekanisme pertumbuhan algoritmik untuk memperluas jangkauan pembaca lintas negara. Hasil riset kemudian diamplifikasi melalui platform open access guna menghilangkan hambatan akses bagi masyarakat luas.

Parameter Evaluasi Transisi Paradigma Riset Baru

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, manajemen FEBI secara ketat membedakan parameter evaluasi antara pendekatan lama yang didorong oleh volume publikasi semata dengan pendekatan baru yang berbasis pada dampak. Pada paradigma lama, keberhasilan peneliti diukur hanya berdasarkan kuantitas artikel di sembarang jurnal tanpa memedulikan bobot peran penulis. Sebaliknya, tata kelola riset yang baru kini mengutamakan kualitas, kecepatan sitasi ($c-score$), serta posisi strategis penulis seperti First Author atau Last Author. Proses diseminasi pun tidak lagi dianggap selesai setelah jurnal berhasil diterbitkan, melainkan dilanjutkan dengan publikasi terbuka untuk memastikan kebermanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas.

Gandeng Dr. Leny Noviani, FEBI UIN Raden Mas Said Rancang Kurikulum Berbasis OBE

Gandeng Dr. Leny Noviani, FEBI UIN Raden Mas Said Rancang Kurikulum Berbasis OBE

KARANGANYARFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menggelar Workshop Kurikulum Implementasi Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ngargoyoso, Karanganyar yang diikuti oleh seluruh dosen FEBI. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Sebagai pilar penting kampus, kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi global menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar lagi. Melalui kegiatan ini, arah baru akademik dirancang demi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi unggul yang diakui secara internasional.

Standardisasi Kurikulum Berbasis Capaian

Penerapan metode pembelajaran yang relevan harus disesuaikan dengan regulasi terbaru, termasuk Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Kebijakan ini menegaskan bahwa standarisasi kompetensi lulusan wajib mencakup kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terukur. Oleh karena itu, rekonstruksi kurikulum prodi di lingkungan FEBI dilakukan secara menyeluruh guna menyelaraskan materi kuliah dengan profil lulusan yang diidamkan. Dengan adanya pembaruan ini, pengalaman belajar mahasiswa akan diarahkan pada penguasaan keahlian praktis dan konseptual yang mendalam. Keterlibatan aktif seluruh civitas akademika sangat dibutuhkan agar visi besar ini dapat dieksekusi dengan matang.

Sinergi Industri dalam Kurikulum OBE

Langkah adaptif FEBI ini didukung penuh oleh pakar pengembang akademik nasional demi mencapai hasil yang optimal. Dr. Leny Noviani, S.Pd., M.Si., hadir sebagai narasumber utama untuk mengawal jalannya perancangan peta pembelajaran baru ini. Beliau menegaskan pentingnya keterkaitan erat antara proses perkuliahan di kelas dengan realitas kebutuhan di dunia industri luar kampus. “Formulasi penataan kurikulum masa kini harus melibatkan pemangku kepentingan dan dunia usaha agar lulusan kita langsung terserap kerja,” ujar Dr. Leny Noviani saat memberikan pemaparan materi. Pernyataan tersebut memperkuat komitmen fakultas untuk memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai sektor korporasi maupun lembaga keuangan Islam.

Metode Interaktif dan Pembelajaran Berbasis Proyek

Selanjutnya, pergeseran paradigma edukasi ini menuntut adanya pembaruan pada rencana pembelajaran semester yang digunakan oleh dosen. Berbagai metode pembelajaran interaktif seperti studi kasus dan pembelajaran berbasis proyek akan mulai diterapkan secara intensif. Model pembelajaran tersebut dipilih karena terbukti efektif dalam mengasah kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah mahasiswa. Di samping itu, modalitas belajar yang fleksibel juga disediakan guna memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaik mereka. Dinamika ruang kelas pun akan diubah menjadi lebih inklusif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Masa Depan Lulusan FEBI di Era Global

Pada akhirnya, segala upaya restrukturisasi ini bermuara pada kesuksesan karir masa depan para alumni di masyarakat. Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kurikulum baru ini akan terus dijalankan secara konsisten oleh pihak manajemen fakultas. Melalui evaluasi tersebut, mutu dan relevansi pendidikan di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta akan selalu terjaga di level tertinggi. Mahasiswa dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan juga penggerak ekonomi syariah yang mandiri.

140 Sivitas Akademika FEBI UIN Surakarta Sepakati Deklarasi Ngargoyoso

140 Sivitas Akademika FEBI UIN Surakarta Sepakati Deklarasi Ngargoyoso

KARANGANYAR — Sebuah momentum bersejarah baru saja diukir oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Sebanyak 140 sivitas akademika berkumpul di Ngargoyoso, Karanganyar pada Kamis, 4 Juni 2026. Mereka secara resmi menandatangani Deklarasi Ngargoyoso dalam agenda Academic Retreat. Komitmen bersama ini diambil untuk membawa perubahan besar pada sistem pendidikan dan tata kelola kampus. Fakultas berharap langkah ini akan melahirkan generasi lulusan yang jauh lebih kompeten.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata terhadap tuntutan dunia kerja global saat ini. Oleh karena itu, sistem pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) akan diterapkan secara penuh di seluruh program studi. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas saja. Struktur kurikulum akan dirancang agar mahasiswa dapat langsung menguasai keterampilan praktis yang dibutuhkan industri. Pendidikan yang berkualitas dan relevan kini menjadi fokus utama yang terus diupayakan oleh pihak dekanat.

Transformasi Pendidikan Melalui Deklarasi Ngargoyoso

Selain reformasi kurikulum, tata kelola organisasi yang bersih juga menjadi poin krusial dalam agenda ini. Roda organisasi FEBI kini resmi dijalankan menuju Pembangunan Zona Integritas (ZI). Kampus ini juga ditargetkan menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Transformasi ini dilakukan demi menciptakan lingkungan akademik yang transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk penyelewengan. Dengan demikian, kenyamanan dan hak-hak akademis mahasiswa akan selalu menjadi prioritas utama.

“Deklarasi Ngargoyoso ini adalah manifestasi nyata dari semangat kolektif kami untuk bertransformasi,” ujar perwakilan pimpinan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. “Kami tidak hanya ingin mencetak lulusan yang cerdas secara akademik. Lebih dari itu, kami berkomitmen melahirkan generasi yang berintegritas tinggi melalui sistem OBE dan ZI-WBK.”

Selanjutnya, penandatanganan komitmen ini diharapkan dapat segera diikuti dengan aksi nyata di lapangan. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan secara bertahap akan mengimplementasikan poin-poin kesepakatan tersebut. Dukungan dari masyarakat dan mahasiswa tentu sangat dibutuhkan agar visi besar ini dapat berjalan dengan lancar. Pada akhirnya, gerakan ini akan membawa FEBI UIN Surakarta menjadi rujukan kampus Islam yang unggul dan berintegritas.

FEBI Resmi Terima Surat Penunjukan Rektor Jadi Pilot Project ZI WBK

FEBI Resmi Terima Surat Penunjukan Rektor Jadi Pilot Project ZI WBK

KARANGANYARFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi mengemban amanah besar demi kemajuan institusi. Berdasarkan Surat Rektor Nomor B-2932/Un.20/B.II/6/2026, FEBI telah ditunjuk menjadi unit kerja Pilot Project Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2027. Penetapan ini diserahkan langsung oleh Kepala Biro AUPK, Dr. Musta’in Ahmad, sebagai langkah awal akselerasi reformasi birokrasi di kampus. Penyerahan surat ini dilaksankan di Ngargoyoso, Karanganyar pada hari Kamis, 4 Juni 2026. Seluruh civitas akademika kini diajak untuk terlibat aktif mendukung program strategis nasional ini.

Komitmen Bersama dalam Pilot Project Pembangunan Zona Integritas

Amanah ini disambut baik oleh internal fakultas sebagai peluang emas untuk meningkatkan mutu layanan publik. Dalam sambutannya, Dr. Musta’in Ahmad menyampaikan apresiasi mendalam kepada FEBI yang siap menjadi motor penggerak perubahan. Perubahan pola pikir (mindset) aparatur sipil negara ditegaskan oleh beliau harus dimulai dari meja kerja masing-masing individu. Oleh karena itu, sinergi yang solid dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa sangat dibutuhkan.

Dampak Positif Layanan Digital bagi Mahasiswa dan Masyarakat

“Kita tidak boleh menolak birokrasi, melainkan harus mewujudkan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.” ujar Dr. Musta’in Ahmad.

Selanjutnya, orientasi utama dari reformasi ini diarahkan sepenuhnya pada kemudahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada sektor umum, program pendampingan UMKM yang selama ini berjalan akan terus dioptimalkan oleh pihak fakultas. Sementara itu, pelayanan khusus mahasiswa ditingkatkan melalui penyediaan fasilitas kelas digital yang modern dan efisien. Melalui inovasi digital tersebut, urusan administrasi mahasiswa dan tenaga kependidikan dapat dipermudah secara signifikan. Pada akhirnya, standar pelayanan yang berintegritas, prima, dan profesional siap dihadirkan di setiap lini.