FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat kualitas pembelajaran. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kegiatan benchmarking.
Kegiatan benchmarking ini dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 8 April 2026. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium berbasis kompetensi.
Selain itu, benchmarking menjadi ruang pertukaran praktik terbaik antar institusi. Oleh karena itu, pengalaman yang diperoleh dapat langsung diadaptasi.
Delegasi FEBI dipimpin oleh Dr. Arif Muanas selaku Wakil Dekan I. Turut hadir para Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium.
Kunjungan tersebut disambut oleh Dr. Sutirman selaku Dekan FEB UNY. Jajaran pimpinan fakultas juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dengan demikian, benchmarking tidak hanya menjadi kunjungan formal. Kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam penguatan tata kelola akademik.
Struktur Laboratorium dan Spesialisasi Praktikum
Dalam pemaparan, struktur laboratorium di UNY dijelaskan secara sistematis. Laboratorium berada di bawah departemen masing-masing bidang.
Model ini memungkinkan adanya spesialisasi laboratorium yang lebih fokus. Selain itu, pengembangan praktikum menjadi lebih terarah.
Beberapa laboratorium yang dikelola meliputi bisnis digital dan analitik. Selain itu, terdapat laboratorium komputer akuntansi dan koperasi syariah.
Laboratorium simulasi perkantoran dan teknologi perkantoran juga menjadi bagian penting. Bahkan, kearsipan digital turut dikembangkan secara profesional.
Diskusi kemudian menyoroti perbandingan sistem kelembagaan laboratorium. Hal ini mencakup aspek sumber daya manusia dan digitalisasi.
“Struktur berbasis departemen memungkinkan pengelolaan lebih fokus dan spesifik,” ujar salah satu narasumber.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat lebih optimal. Oleh sebab itu, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang relevan.
Benchmarking Dorong Adaptasi dan Penguatan Sistem Laboratorium
Tim dari UIN Raden Mas Said Surakarta turut memaparkan kondisi laboratorium saat ini. Sistem yang digunakan masih berada di bawah fakultas.
Namun demikian, rencana pengembangan terus disusun secara bertahap. Praktikum baru akan diimplementasikan pada semester mendatang.
Selain itu, benchmarking memberikan perspektif baru dalam pengelolaan laboratorium. Dengan demikian, sistem dapat dikembangkan lebih adaptif.
Kegiatan ini juga mendorong penguatan kolaborasi antar program studi. Oleh karena itu, integrasi antara kurikulum dan praktikum semakin diperkuat.
Lebih lanjut, hasil benchmarking akan menjadi dasar penyusunan kebijakan akademik. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan.
Penguatan sistem laboratorium menjadi langkah penting menghadapi kebutuhan industri. Selain itu, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dunia kerja.
Dengan demikian, benchmarking menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan FEBI. Upaya ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan inovasi.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem laboratorium yang terstruktur. Sistem tersebut akan mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan.


