Sukoharjo (17/9/2025)- Halal Lifestyle menjadi salah satu sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia saat ini, terlebih Indonesia menargetkan diri menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada tahun 2029. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Hesti Candra Sari, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, dalam Studium General yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini berlangsung di Graha UIN Raden Mas Said dan diikuti ratusan mahasiswa baru semester 1 angkatan 2025.
Mengangkat tema “Securing the Future through Islamic Financial Literacy: Strengthening Gen Z Potential”, Hesti menegaskan bahwa Generasi Z memegang peran penting untuk mewujudkan target besar Indonesia. “Kita harus mampu bersaing dengan Timur Tengah, Malaysia, Pakistan, dan Thailand. Generasi Z adalah konsumen dan produsen masa depan yang akan menentukan arah ekonomi syariah Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hesti menjabarkan bahwa halal lifestyle merupakan faktor penentu daya saing global. Halal lifestyle mencakup sektor makanan dan minuman halal, modest fashion, wisata ramah muslim, keuangan syariah, obat-obatan dan vitamin halal, kosmetik halal, hingga media dan hiburan berbasis nilai syariah. Kesadaran Gen Z akan memperkuat ekosistem halal nasional.
Selain dari Bank Indonesia, hadir pula Heri Santoso, Kepala Bagian Pengawasan PUJK, EPK, LMS OJK Solo, yang menegaskan pentingnya pengawasan industri jasa keuangan agar tetap sehat dan melindungi konsumen. M. Wira Adi Brata, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II, memperkenalkan peluang investasi halal di pasar modal, mendorong mahasiswa untuk menjadi investor cerdas yang mendukung pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia.
Studium General ini menjadi langkah awal FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam meningkatkan literasi keuangan syariah sejak dini, sekaligus menumbuhkan pola pikir kreatif dan berkelanjutan di kalangan mahasiswa baru. FEBI berkomitmen menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai sektor untuk mencetak generasi yang siap berkontribusi pada ekosistem ekonomi syariah nasional dan menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.


