Dr. Aam Slamet Rusdiyana Bedah Strategi Riset Top 2% Dunia di FEBI UIN Surakarta

Dr. Aam Slamet Rusdiyana Bedah Strategi Riset Top 2% Dunia di Visiting Lecturer FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA – Agenda akademik internasional diawali dengan kegiatan visiting lecturer 2026 yang dilaksanakan di Hybrid Smart Classroom Lantai 2 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan hari Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09.00-10.30 WIB yang diikuti oleh seluruh dosen FEBI baik secara langsung maupun melalui zoom meeting. Kegiatan strategis ini bertujuan untuk merumuskan ulang strategi publikasi global. Kampus kini tidak lagi sekadar mengejar kuantitas artikel ilmiah. Melalui evaluasi Stanford/Elsevier Top 2% Scientist Rankings, FEBI berkomitmen menggeser fokus menuju dampak ilmiah yang terukur. Langkah besar ini diambil agar setiap karya ilmiah mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia. Kesadaran kelompok ini membawa angin segar bagi ekosistem akademik Indonesia yang sering kali terjebak dalam perangkap volume publikasi.

Strategi Mengoptimalkan Efek Akademis Lewat Program Visiting Lecturer

Sebagai bagian dari implementasi visi baru tersebut, institusi mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam agenda akademik internasional. Salah satu program yang diakselerasi adalah kegiatan visiting lecturer yang melibatkan jaringan peneliti global. Melalui kolaborasi ini, para dosen didorong untuk memahami formula composite indicator ($c-score$) yang mengukur dampak sitasi secara akurat. Poin penting yang dikejar bukan lagi seberapa banyak artikel yang terbit, melainkan seberapa besar kontribusi tulisan tersebut. Perubahan haluan ini memaksa para akademisi untuk lebih selektif dalam memilih topik riset yang relevan. Dengan demikian, kualitas output penelitian institusi secara otomatis akan meningkat ke level yang jauh lebih tinggi.

“Akselerasi sitasi sejatinya dapat dicapai melalui kolaborasi yang bertindak sebagai mekanisme pertumbuhan algoritmik,” ujar Dr. Aam Slamet Rusdiyana, peneliti dari Department of Islamic Economics and Finance, Sakarya University, Turki selaku narasumber ahli. “Kerja sama strategis dalam agenda visiting lecture ini akan memperluas jaringan pembaca melalui proses silang budaya akademik global.”

Menata Rekam Jejak Digital dan Kolaborasi Peneliti Dunia

Langkah taktis berikutnya berfokus pada pembenahan identitas digital para peneliti di platform global seperti Scopus dan ORCID. Konsistensi nama dan afiliasi institusi merupakan hal krusial agar data sitasi terekam dengan akurat tanpa kekeliruan. Selain itu, skema penulisan juga diatur secara strategis dengan memprioritaskan posisi First Author atau Last Author. Kolaborasi dengan peneliti bereputasi tinggi dirancang sebagai mekanisme pertumbuhan algoritmik untuk memperluas jangkauan pembaca lintas negara. Hasil riset kemudian diamplifikasi melalui platform open access guna menghilangkan hambatan akses bagi masyarakat luas.

Parameter Evaluasi Transisi Paradigma Riset Baru

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, manajemen FEBI secara ketat membedakan parameter evaluasi antara pendekatan lama yang didorong oleh volume publikasi semata dengan pendekatan baru yang berbasis pada dampak. Pada paradigma lama, keberhasilan peneliti diukur hanya berdasarkan kuantitas artikel di sembarang jurnal tanpa memedulikan bobot peran penulis. Sebaliknya, tata kelola riset yang baru kini mengutamakan kualitas, kecepatan sitasi ($c-score$), serta posisi strategis penulis seperti First Author atau Last Author. Proses diseminasi pun tidak lagi dianggap selesai setelah jurnal berhasil diterbitkan, melainkan dilanjutkan dengan publikasi terbuka untuk memastikan kebermanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas.

Tags: No tags

Comments are closed.