Dr. Farida FEBI UIN Surakarta Siap Dobrak Sekat Konvensional Lewat Pembelajaran Digital

Dr. Farida: FEBI UIN Surakarta Siap Dobrak Sekat Konvensional Lewat Pembelajaran Digital

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah besar untuk merombak total mutu akademik demi masa depan mahasiswa. Perubahan ini diselaraskan langsung dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia melalui integrasi sistem pembelajaran digital secara menyeluruh. Agenda besar ini diwujudkan secara konkrit dalam workshop kurikulum  yang dilaksanakan di aula gedung A pada hari kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan seluruh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Langkah strategis tersebut sengaja diinisiasi untuk memastikan bahwa setiap kompetensi lulusan dapat bersaing langsung di pasar industri global.

Urgensi Menatap Fenomena Pendidikan Global

Perubahan peta dunia kerja saat ini memaksa perguruan tinggi keagamaan untuk bergerak lebih lincah dan tidak boleh tertinggal. Menjawab tantangan tersebut, FEBI secara deduktif melihat regulasi penjaminan mutu nasional sebagai peluang emas untuk meluncurkan standardisasi kompetensi mutakhir. Kurikulum baru ini dirancang dengan metode backward design, di mana capaian lulusan ditentukan terlebih dahulu sebelum mata kuliah dibentuk. Pendekatan ini dipastikan mampu memayungi kebutuhan eksternal yang kompleks agar dapat disusun menjadi rencana studi harian yang taktis.

Kesiapan Kerja Lewat Ekosistem Pembelajaran Digital

“Kita tidak bisa lagi bertahan dengan metode ceramah kuno,” tegas Dr. Farida Nurhasanah, M.Pd., selaku narasumber utama kegiatan tersebut. Beliau mengimbau agar pemanfaatan kecerdasan buatan dan Learning Management Systems (LMS) dioptimalkan guna mendukung pembelajaran digital yang interaktif. Berkat transformasi ini, simulasi kasus bisnis riil kini dapat diakses dan dipelajari dengan mudah dari mana saja. Melalui ekosistem baru ini, mahasiswa tidak lagi sekadar mendengarkan ceramah teori yang menjemukan di dalam ruang kelas.

Langkah Konkrit Menuju Akreditasi Multinasional

Langkah progresif ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak reputasi lembaga secara masif, baik di tingkat nasional maupun wilayah regional. Selain mengejar predikat Unggul dari LAM, standardisasi kurikulum ini diselaraskan langsung dengan indikator penilaian internasional kelas dunia seperti AUN-QA. Seluruh instrumen evaluasi akademik dirombak total demi menjamin penguasaan keterampilan abad ke-21 yang nyata oleh para mahasiswa. Kualitas sebuah kampus tidak lagi diukur dari kemegahan gedung, melainkan dari daya saing nyata para lulusannya.

Proses evaluasi menyeluruh terhadap draf kurikulum lama sedang diselesaikan oleh jajaran program studi agar transisi berjalan mulus. Dengan demikian, kualitas akademik institusi diharapkan dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. Kesuksesan akselerasi ini tentu membutuhkan partisipasi aktif serta komitmen kuat dari seluruh mitra pembelajar. Mari bersama-sama menyongsong era baru pendidikan tinggi Islam yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan adaptif.

Tags: No tags

Comments are closed.