Ponorogo, 25 Oktober 2025 — Isu lingkungan kini menjadi perhatian global yang membutuhkan sinergi lintas bangsa dan lintas keyakinan. Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran ekologis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Eco-Theology Discussion Forum.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The International Youth Eco-Culture Camp 2025, yang mempertemukan 40 mahasiswa dari 10 negara untuk berdiskusi dan berbagi perspektif tentang spiritualitas, lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Forum ini berlangsung di Aula Sekolah Alam Sabila, Ponorogo, dengan suasana dialog yang terbuka, interaktif, dan reflektif.
Forum dipandu oleh dua akademisi, Dr. Umu Salamah, M.Pd.I. dan Dr. Rifqi Khoirul Iman, S.E., M.M. Keduanya mengarahkan jalannya diskusi dengan mengaitkan nilai-nilai keagamaan dan prinsip keberlanjutan.
Eco-Theology Discussion Forum: Sinergi Spiritualitas dan Aksi Lingkungan
Dalam kegiatan Eco-Theology Discussion Forum ini, para mahasiswa peserta diajak menggali makna teologi lingkungan (eco-theology) sebagai pendekatan spiritual untuk menjaga bumi. Diskusi berkembang pada pentingnya melihat krisis ekologi bukan hanya sebagai masalah ilmiah, tetapi juga sebagai ujian moral dan tanggung jawab manusia terhadap Sang Pencipta.
Pembina kegiatan, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi global dalam isu lingkungan.
“Kita tidak hanya bicara teori. Forum ini mengajak generasi muda menjadi pelaku perubahan dengan memadukan iman, ilmu, dan aksi nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Umu Salamah menegaskan bahwa eco-theology mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi bagian dari ibadah dan rasa syukur kepada Tuhan,” ungkapnya.
Dialog Global, Aksi Nyata untuk Bumi
Melalui berbagai sesi dialog dan refleksi, peserta forum berbagi pengalaman tentang praktik hijau yang diterapkan di negara masing-masing. Mereka juga menyusun eco-pledge, yakni komitmen bersama untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dr. Rifqi Khoirul Iman menambahkan,
“Forum ini bukan sekadar diskusi akademik. Ia menjadi ruang pertemuan antara ilmu, etika, dan aksi sosial untuk bumi yang lebih baik.”
Sebagai bagian dari The International Youth Eco-Culture Camp 2025, kegiatan ini mencerminkan semangat UIN Raden Mas Said Surakarta untuk memperluas peran akademisi dalam membangun kesadaran global. Melalui Eco-Theology Discussion Forum, nilai spiritualitas, keberlanjutan, dan kemanusiaan disinergikan menuju peradaban yang lebih harmonis dan berkeadilan ekologis.


