Inovasi Produk Pesantren untuk Ekonomi Kreatif
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, FEBI menginisiasi pengembangan sentra industri susu kedelai di Pondok Pesantren Al-Fatih, Sukoharjo. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui diferensiasi, rebranding, dan pemasaran kreatif.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., bersama tim pelaksana PKM yang diketuai oleh Dr. Amri Syarif. Dalam pertemuan tersebut, tim PKM menyampaikan rencana pengembangan sentra industri susu kedelai yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada strategi branding dan pemasaran berbasis digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatih, Dr. KH. Heru Utomo, M.Pd., menyambut baik inisiatif FEBI ini. Ia menegaskan bahwa pesantren siap berkolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis santri. “Kami sangat senang dengan adanya program PKM ini. InsyaAllah sentra industri susu kedelai dapat menjadi salah satu produk unggulan pesantren untuk mendukung kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Diferensiasi Produk, Rebranding, dan Pemasaran Kreatif
Salah satu fokus utama program ini adalah melakukan diferensiasi produk susu kedelai agar lebih bervariasi dan diminati masyarakat. Selain itu, dilakukan rebranding untuk memperkuat citra produk serta strategi pemasaran kreatif yang memanfaatkan platform digital. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing susu kedelai Al-Fatih di tengah ketatnya persaingan industri minuman sehat.
Dengan adanya pendampingan dari FEBI, Pondok Pesantren Al-Fatih berpotensi menjadi sentra industri susu kedelai di Sukoharjo. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja bagi santri dan masyarakat sekitar. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis pesantren dan Sustainable Development Goals (SDGs).


