SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak lulusan kompeten. Hal ini dibuktikan melalui agenda kunjungan kerja sama ke Bank Muamalat Solo oleh Dr. Moh Rifqi Khairul Umam, M.M., dan Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E., selaku ketua dan sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah pada hari Rabu, 22 April 2026. Kunjungan ini memfokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dalam pertemuan strategis tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelaraskan kurikulum akademik dengan standar profesionalisme perbankan syariah yang dinamis. Inti dari kerja sama ini adalah memastikan setiap mahasiswa memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja nanti. Kunjungan disambut dengan baik oleh Ibu Nur Akhyani selaku Manajer Pelayanan Bank Muamalat Solo.
Fokus Penguatan Soft Skill Mahasiswa di Era Digital
Topik utama dalam diskusi ini difokuskan pada standar pelayanan dalam perbankan syariah yang menjadi ciri khas sekaligus kekuatan utama Bank Muamalat dalam memberikan layanan kepada nasabah. Pihak mitra menjelaskan pentingnya kualitas layanan yang tidak hanya memenuhi aspek profesionalitas, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah. Agenda kunjungan kerja sama ke Bank Muamalat Solo juga menjadi wadah untuk diskusi mengenai kompetensi lulusan yang dibutuhkan oleh industri, mencakup kemampuan teknis di bidang perbankan, pemahaman produk dan akad syariah, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja. Diskusi juga menekankan pentingnya penguatan soft skill mahasiswa, seperti komunikasi, integritas, dan etika kerja, yang dinilai sangat menentukan keberhasilan dalam dunia industri. Oleh karena itu, program magang akan segera dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan pengembangan diri para mahasiswa tersebut.
Membangun Ekosistem Ekonomi Islam yang Inklusif
Selanjutnya, kemitraan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem ekonomi syariah di Solo. Berbagai inisiatif strategis seperti keterlibatan praktisi sebagai dosen tamu atau narasumber dalam kegiatan akademik, sehingga mahasiswa dapat memperoleh wawasan langsung dari pengalaman praktis di industri. Tidak kalah penting, dibahas pula potensi kolaborasi dalam kegiatan edukasi keuangan syariah, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat, sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah. Selain itu, keterlibatan aktif industri perbankan dalam proses pendidikan akan membantu meminimalisir kesenjangan antara teori kampus dan realitas. Masyarakat luas pun secara tidak langsung akan menikmati hasil dari layanan perbankan yang dikelola oleh lulusan-lulusan terbaik.
Transisi dan Keberlanjutan Program
Dalam pembahasan kerja sama, kedua pihak mulai mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Salah satu fokus utama adalah pengembangan program magang mahasiswa yang dapat dilaksanakan secara terstruktur di lingkungan Bank Muamalat. Di samping penguatan teknis, aspek integritas moral tetap menjadi pilar utama dalam setiap modul pembelajaran yang dikolaborasikan bersama. Kerja sama ini pun dipandang sebagai langkah awal dari serangkaian inovasi pendidikan yang lebih luas di lingkungan universitas. Akhirnya, visi untuk menjadi pusat rujukan ekonomi Islam di tingkat nasional dapat segera kita wujudkan bersama secara konsisten.


