SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta membuat gebrakan historis dengan menggelar kegiatan Pra Pelaksanaan Kurasi Pusat Studi pada Rabu (24/6). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar fakultas untuk bertransformasi dari sekadar teaching faculty menjadi pusat penggerak perubahan nyata. Melalui momentum ini, dunia akademik kini dirancang untuk lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tiga pusat studi baru resmi dibentuk demi mengintegrasikan kepakaran lintas ilmu dengan kebutuhan riil di lapangan.
Oleh karena itu, transformasi yang diselaraskan dengan agenda nasional Kementerian Agama ini tidak hanya menjadi milik dosen melainkan juga milik masyarakat. Acara yang berpusat di Ruang Aula Gedung F FEBI ini dibuka dengan paparan mendalam mengenai arah baru riset institusi. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menegaskan bahwa inovasi tersebut harus membawa nilai maqashid syariah. Dengan demikian, setiap riset yang lahir dari kampus di bawah naungan Kementerian Agama ini dipastikan memiliki nilai guna tinggi.
Urgensi Kurasi Pusat Studi dalam Hilirisasi Riset
“Pusat studi dibentuk untuk memecah sekat-sekat program studi dan menyatukan para pakar untuk berkolaborasi,” ujar Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau juga menambahkan, “Tema yang dihasilkan harus bisa apply dengan masyarakat, sehingga ada outcome nyata yang dirasakan.”
Selain itu, proses kurasi pusat studi diproyeksikan mampu mendobrak batas-batas akademik tradisional demi mendongkrak reputasi lembaga di kancah nasional. Melalui integrasi ini, sekat antar-program studi resmi dilebur untuk menciptakan kolaborasi riset yang lebih inklusif dan solutif.
Tiga Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Masyarakat
Sementara itu, institusi telah menyiapkan tiga pilar utama yang memiliki fokus gerakan berbeda namun tetap saling berkesinambungan. Ketiga pilar tersebut adalah:
- Center of Sustainable Workplace and Social Change (CSWSC) yang berfokus pada konsep lingkungan kerja berkelanjutan.
- Center for Innovation and Digital Entrepreneurship (CIDEP) yang diorientasikan untuk mengakselerasi wirausahawan muda berbasis digital.
- Center for Rural Economic Development Studies yang memfokuskan diri pada perumusan cetak biru ekonomi pedesaan.
Pada akhirnya, seluruh perwakilan pusat studi melanjutkan agenda diskusi intensif di ruangan terpisah setelah sesi pembukaan selesai. Pematangan konsep, kesiapan teknologi, orisinalitas masalah mitra, serta kesesuaian dengan roadmap universitas menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut. Melalui persiapan yang matang ini, sebuah jembatan multidimensi sedang dibangun untuk menghubungkan dunia akademik dengan kepentingan masyarakat luas.


