SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali membuat terobosan global. Program pelatihan Microsoft Certified Educator (MCE) resmi dibuka oleh Wakil Dekan FEBI, Dr. Arif Muanas, S.E., M.Sc. guna meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik. Sertifikasi internasional ini diposisikan sebagai standar utama dalam mencetak lulusan yang kompetitif di pasar kerja digital. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi fakultas sebagai institusi pendidikan yang progresif dan modern.
Akselerasi Digital melalui Pelatihan Microsoft Certified Educator (MCE)
Kebutuhan akan literasi digital yang mumpuni kini menjadi perhatian utama bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan kampus. Selain itu, pelatihan Microsoft Certified Educator (MCE) ini bertujuan menyelaraskan keterampilan mengajar dengan teknologi terbaru milik Microsoft. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoretis, tetapi juga dilibatkan dalam simulasi pemecahan masalah berbasis teknologi informasi. Fokus utama diarahkan pada kolaborasi dengan TRUST dan IARFC sebagai mitra strategis internasional dalam pengembangan kompetensi Education berbasis teknologi.
Implementasi Sertifikasi Global dalam Kurikulum Akademik
Selanjutnya, hasil dari pelatihan ini akan diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran digital yang lebih inklusif dan interaktif. Ruang kolaborasi dibuka agar peserta dapat berbagi praktik terbaik dalam menggunakan perangkat teknologi untuk edukasi. Oleh karena itu, kurikulum yang relevan akan terus dikembangkan guna mendukung visi universitas sebagai pusat keunggulan riset. Penggunaan alat digital dalam perkuliahan harian dipastikan akan semakin efektif setelah program sertifikasi ini selesai dilaksanakan.
Kontribusi Nyata bagi Kemajuan Pendidikan Nasional
Di sisi lain, peningkatan kualitas pengajar diharapkan mampu memberikan dampak langsung pada kualitas penyerapan ilmu oleh mahasiswa. Tantangan dunia kerja menuntut kita untuk selalu memperbarui keahlian teknis secara berkala dan berkelanjutan. Maka dari itu, dukungan sarana prasarana laboratorium komputer terus ditingkatkan demi kelancaran proses ujian sertifikasi nantinya. Hasilnya, kredibilitas institusi akan semakin diakui oleh mitra kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional.


