FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sarasehan bertema penguatan manajemen risiko dalam tata kelola perguruan tinggi keagamaan.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 April 2026. Acara berlangsung di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Sarasehan menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Dr. Faisal Ali Hasyim. Ia merupakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Topik utama yang dibahas adalah penguatan manajemen risiko dalam perspektif pengawasan dan integritas. Tema ini dinilai penting bagi pengembangan tata kelola PTKIN. Oleh karena itu, kegiatan tersebut disambut antusias oleh sivitas akademika.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan universitas. Hadir dalam acara tersebut Rektor Prof. Dr. Toto Suharto. Turut hadir pula Wakil Rektor I Dr. H. Zainul Abas. Selain itu, Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan Dr. H. Musta’in Ahmad juga mengikuti kegiatan ini.
Dengan demikian, sarasehan ini menjadi ruang dialog strategis. Diskusi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan berintegritas.
Perspektif Pengawasan dan Integritas
Dalam pemaparannya, Dr. Faisal Ali Hasyim menekankan pentingnya sistem pengawasan yang kuat. Menurutnya, manajemen risiko harus diterapkan secara sistematis. Selain itu, seluruh unit kerja perlu memahami potensi risiko organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa tata kelola yang baik harus didukung oleh budaya integritas. Tanpa integritas, penguatan manajemen risiko tidak akan berjalan optimal.
“Manajemen risiko bukan hanya prosedur administrasi. Ia harus menjadi budaya kerja di setiap institusi,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa risiko harus diidentifikasi sejak awal. Setelah itu, mitigasi harus dirancang secara terukur. Oleh sebab itu, setiap pimpinan unit memiliki peran strategis dalam proses tersebut.
Paparan tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta. Selain itu, perspektif pengawasan juga dipahami secara lebih komprehensif.
Nilai Kepemimpinan LURIK sebagai Fondasi Penguatan
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Prof. Dr. Toto Suharto memperkenalkan konsep kepemimpinan LURIK. Konsep ini menjadi nilai dasar kepemimpinan di UIN Raden Mas Said Surakarta.
LURIK merupakan akronim dari Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif. Nilai ini menjadi pedoman dalam membangun budaya kerja kampus.
Loyal berarti setia pada visi dan misi universitas. Unggul menekankan orientasi pada kualitas dan prestasi. Responsif berarti cepat menanggapi kebutuhan perubahan.
Selain itu, inovatif mendorong lahirnya ide dan terobosan baru. Sementara itu, kolaboratif menguatkan kerja sama antarunit.
Nilai-nilai tersebut diperkenalkan sebagai fondasi kepemimpinan. Selain itu, konsep ini juga menjadi panduan strategis pengembangan kampus.
Dengan demikian, kegiatan sarasehan ini tidak hanya memperkuat wawasan akademik. Lebih jauh lagi, kegiatan ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola kampus yang berintegritas.
Melalui kegiatan ini, semangat penguatan manajemen risiko semakin ditegaskan. Selain itu, nilai LURIK juga diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif. Akhirnya, upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju perguruan tinggi yang unggul dan berkelas dunia.


