KARANGANYAR — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menggelar Workshop Kurikulum Implementasi Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ngargoyoso, Karanganyar yang diikuti oleh seluruh dosen FEBI. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Sebagai pilar penting kampus, kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi global menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar lagi. Melalui kegiatan ini, arah baru akademik dirancang demi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi unggul yang diakui secara internasional.
Standardisasi Kurikulum Berbasis Capaian
Penerapan metode pembelajaran yang relevan harus disesuaikan dengan regulasi terbaru, termasuk Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Kebijakan ini menegaskan bahwa standarisasi kompetensi lulusan wajib mencakup kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terukur. Oleh karena itu, rekonstruksi kurikulum prodi di lingkungan FEBI dilakukan secara menyeluruh guna menyelaraskan materi kuliah dengan profil lulusan yang diidamkan. Dengan adanya pembaruan ini, pengalaman belajar mahasiswa akan diarahkan pada penguasaan keahlian praktis dan konseptual yang mendalam. Keterlibatan aktif seluruh civitas akademika sangat dibutuhkan agar visi besar ini dapat dieksekusi dengan matang.
Sinergi Industri dalam Kurikulum OBE
Langkah adaptif FEBI ini didukung penuh oleh pakar pengembang akademik nasional demi mencapai hasil yang optimal. Dr. Leny Noviani, S.Pd., M.Si., hadir sebagai narasumber utama untuk mengawal jalannya perancangan peta pembelajaran baru ini. Beliau menegaskan pentingnya keterkaitan erat antara proses perkuliahan di kelas dengan realitas kebutuhan di dunia industri luar kampus. “Formulasi penataan kurikulum masa kini harus melibatkan pemangku kepentingan dan dunia usaha agar lulusan kita langsung terserap kerja,” ujar Dr. Leny Noviani saat memberikan pemaparan materi. Pernyataan tersebut memperkuat komitmen fakultas untuk memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai sektor korporasi maupun lembaga keuangan Islam.
Metode Interaktif dan Pembelajaran Berbasis Proyek
Selanjutnya, pergeseran paradigma edukasi ini menuntut adanya pembaruan pada rencana pembelajaran semester yang digunakan oleh dosen. Berbagai metode pembelajaran interaktif seperti studi kasus dan pembelajaran berbasis proyek akan mulai diterapkan secara intensif. Model pembelajaran tersebut dipilih karena terbukti efektif dalam mengasah kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah mahasiswa. Di samping itu, modalitas belajar yang fleksibel juga disediakan guna memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaik mereka. Dinamika ruang kelas pun akan diubah menjadi lebih inklusif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Masa Depan Lulusan FEBI di Era Global
Pada akhirnya, segala upaya restrukturisasi ini bermuara pada kesuksesan karir masa depan para alumni di masyarakat. Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kurikulum baru ini akan terus dijalankan secara konsisten oleh pihak manajemen fakultas. Melalui evaluasi tersebut, mutu dan relevansi pendidikan di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta akan selalu terjaga di level tertinggi. Mahasiswa dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan juga penggerak ekonomi syariah yang mandiri.


