Kampanye Eco-Theology-febi-uin-surakarta

Kampanye Eco-Theology: Mahasiswa Internasional Serukan Kesadaran Hijau di Ponorogo

Ponorogo, 26 Oktober 2025 — FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta bersama peserta International Youth Eco-Culture Camp 2025 menggelar Kampanye Eco-Theology di kawasan Car Free Day (CFD) Ponorogo. Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, dan sekolah dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan melalui nilai-nilai teologis dan aksi nyata.

Kampanye tersebut berlangsung penuh semangat pada Ahad pagi dan menarik perhatian masyarakat yang memadati area CFD. Tidak hanya mahasiswa internasional, para murid dan wali murid dari Sekolah Alam Sabila juga turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka membawa bibit pohon siap tanam untuk dibagikan kepada pengunjung sebagai simbol kepedulian terhadap bumi.

Kampanye Eco-Theology Dorong Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Melalui Kampanye Eco-Theology ini, peserta menyerukan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual manusia. Mereka mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke energi hijau. Suasana semakin hidup dengan adanya orasi singkat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologi sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI UIN Surakarta, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara ilmu, iman, dan aksi sosial.

“Kita tidak bisa bicara ekonomi tanpa menyinggung ekologi. Eco-theology mengajarkan keseimbangan antara pemanfaatan alam dan tanggung jawab moral manusia,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari IYECC 2025 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar tentang keberlanjutan, budaya, dan solidaritas global. Melalui aksi nyata seperti ini, peserta belajar menerjemahkan nilai-nilai ekologis ke dalam praktik sosial dan spiritual.

Membangun Kesadaran Kolektif Melalui Aksi Nyata

Selain pembagian bibit pohon, para peserta juga berdialog langsung dengan warga untuk berbagi inspirasi tentang gaya hidup ramah lingkungan. Transisi menuju masyarakat hijau, menurut para narasumber, dimulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah dan menanam pohon.

Endang Widayati dari Komunitas Hijau Lestari menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membangun kesadaran kolektif lintas generasi.

“Anak-anak, mahasiswa, hingga orang tua harus terlibat dalam menjaga bumi. Kampanye ini menanamkan nilai tanggung jawab ekologis sejak dini,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi lintas negara, Kampanye Eco-Theology diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bentuk ibadah. FEBI UIN Surakarta terus mendorong sinergi antara pendidikan, teologi, dan aksi sosial untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan, beriman, dan beretika lingkungan.

Tags: No tags

Comments are closed.