Bandung, 27 November 2025 — Tim Gugus Kendali Mutu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kunjungan resmi ke STAI Daarut Tauhiid. Kegiatan ini dilakukan untuk menjajaki peluang kolaborasi akademik dan pengembangan mahasiswa. Melalui kunjungan ini, hubungan dua institusi diharapkan semakin kuat.
Tim GKM FEBI diterima langsung oleh pimpinan STAI Daarut Tauhiid. Pertemuan berlangsung hangat dan terbuka. Selain itu, diskusi dilakukan untuk memahami kebutuhan pengembangan institusi. Dengan demikian, peluang sinergi dapat dirancang secara realistis.
Dalam sambutannya, Senki Nurahmadi memaparkan perkembangan kampus. Ia menjelaskan, “STAI Daarut Tauhiid berkembang sejak 2017 dengan dua program studi aktif. Tahun depan kami menambah dua program baru sebagai penguatan layanan pendidikan.”
Peluang Program Mahasiswa antara FEBI dan STAI Daarut Tauhiid
Selama sesi diskusi, berbagai potensi kemitraan dibahas secara rinci. STAI Daarut Tauhiid membuka peluang penempatan mahasiswa magang di empat yayasan Daarut Tauhiid. Selain itu, mahasiswa dapat belajar langsung di unit pendidikan dan sosial yang menaungi banyak kegiatan. Dengan demikian, pengalaman mahasiswa akan lebih kaya.
Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lilalamin dijelaskan sebagai unit pendidikan terbesar. Unit ini membina jenjang TK hingga perguruan tinggi. Selain itu, unit ini memiliki banyak divisi yang relevan dengan mahasiswa FEBI. Peluang kolaborasi pun semakin luas.
Mewakili FEBI, Rais Sani Muharrami menyampaikan pemaparan program studi. Ia mengatakan, “FEBI memiliki enam prodi. Mahasiswa diwajibkan PPL mulai semester lima. Kami siap bekerja sama untuk penempatan di lingkungan Daarut Tauhiid.”

Penguatan Kolaborasi Riset dan Pemberdayaan Pesantren
Kunjungan ini juga memperkuat wacana kerja sama pemberdayaan ekonomi pesantren. Tim GKM menyampaikan pengalaman FEBI dalam program Hebitren. Dalam program tersebut, FEBI terlibat dalam pendampingan produksi susu kedelai, pengelolaan melon, hingga pembuatan pupuk cair. Dengan demikian, peluang pengembangan kewirausahaan pesantren di STAI DT semakin terbuka.
Menanggapi hal itu, Bagja Dani Magribi menyampaikan antusiasme. Ia menegaskan, “Walaupun STAI DT masih kecil, kami sangat siap membangun kolaborasi. Riset bersama dan program magang menjadi prioritas kerja sama kami ke depan.”
Selain itu, pihak STAI DT menilai bahwa kerja sama ini akan memperkaya ekosistem akademik. Dengan demikian, mahasiswa dua institusi dapat memperoleh manfaat nyata. Peluang ini juga memperkuat peran pesantren dalam pendidikan tinggi modern.
Pada akhir pertemuan, kedua institusi sepakat melanjutkan penjajakan teknis. Proses penyusunan MoU dijadwalkan segera dilakukan. Dengan langkah ini, kerja sama dapat berjalan lebih terstruktur.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kemitraan strategis antara FEBI dan STAI Daarut Tauhiid. Sinergi ini diharapkan memperluas jejaring akademik, membuka peluang riset, dan memperkuat pengalaman lapangan mahasiswa.


