SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan kuliah tamu internasional pada Selasa (30/6/2026). Mengangkat tema Transport Economics, acara ini membedah dinamika sistem transportasi modern secara komprehensif. Kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, baik di SmartClassRoom F.203 maupun melalui Zoom. Melalui forum ini, para peserta diajak langsung memahami tantangan nyata sektor ekonomi publik. Acara ini dipandu langsung oleh Dr. Dita Andraeny, S.E., M.Si. selaku moderator.
Urgensi Analisis Sektor Transport Economics
Perkembangan infrastruktur global saat ini menuntut pemahaman lintas disiplin ilmu yang mendalam. Oleh karena itu, materi Transport Economics menjadi sangat relevan bagi mahasiswa ekonomi Islam. Sektor transportasi bukan sekadar alat mobilitas, melainkan urat nadi perekonomian suatu negara. Selanjutnya, pemahaman regulasi yang tepat akan membantu mahasiswa dalam menganalisis kebijakan publik secara kritis. Hubungan antara efisiensi transportasi dan pertumbuhan ekonomi global dikupas secara tajam dalam sesi ini.
“Ekosistem transportasi yang efisien merupakan kunci utama dalam mendorong keadilan distribusi ekonomi masyarakat,” ujar Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah selaku narasumber utama.
Kolaborasi Global Melalui Kelas Inovatif
Suasana kelas terasa sangat hidup karena mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi interaktif. Pertanyaan kritis mengenai regulasi perbankan partisipatif yang menyokong infrastruktur juga turut didiskusikan. Selain itu, integrasi teknologi SmartClassRoom membuat proses belajar daring dan luring berjalan tanpa hambatan. Pada akhirnya, wawasan internasional ini diharapkan mampu mencetak lulusan FEBI yang berdaya saing global. Komitmen FEBI dalam menghadirkan praktisi dunia luar terbukti meningkatkan kualitas akademis kampus secara signifikan.
Penutupan Sesi Kuliah Interaktif
Sebelum acara berakhir, antusiasme peserta masih terlihat tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pandangan baru dari narasumber berhasil membuka cakrawala berpikir mahasiswa mengenai tantangan masa depan. Kemudian, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama secara virtual dan berhadapan langsung. Kuliah visiting lecturer ini sukses membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk menyerap ilmu global. Kegiatan edukatif serupa akan terus digalakkan demi mendukung visi internasionalisasi fakultas.


