Jakarta, 5 November 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melanjutkan rangkaian kegiatan 2nd International Summer Class 2025 dengan semangat tinggi. Memasuki hari ketiga, para delegasi mengikuti agenda edukatif di DPR RI dan Baznas RI. Fokus kegiatan adalah peningkatan literasi keuangan negara dan penguatan peran ekonomi syariah nasional.
Kegiatan dimulai dengan tur edukatif di Kompleks Parlemen DPR RI. Peserta mengunjungi Museum DPR RI untuk mengenal sejarah parlemen dan perkembangan demokrasi Indonesia. Mereka juga berkeliling ke ruang sidang paripurna I, tempat diambilnya keputusan penting kenegaraan. Aktivitas ini memberi pengalaman langsung tentang proses kerja lembaga legislatif dan nilai representasi rakyat.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi di Ruang Command Center DPR RI bersama Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (PA3KN). Materi berjudul “Literasi APBN dan Akuntabilitas Negara” disampaikan oleh empat narasumber: Kiki Zakiah, S.E., M.AP., CRP; Slamet Widodo, S.E., M.E.; Dahiri, S.Si., M.Sc., C.LD; dan Robby Alexander Sirait, S.E., M.E., C.LD.
Para narasumber menekankan pentingnya literasi APBN bagi masyarakat dan akademisi. Mereka menjelaskan bahwa pemahaman terhadap siklus keuangan negara sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas publik. Transparansi dan efisiensi, menurut mereka, menjadi kunci dalam tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Selepas kegiatan di DPR RI, peserta melanjutkan agenda ke Kantor Pusat Baznas RI. Di sana, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D. menyampaikan materi berjudul “Urgensi Riset dan Pengembangan Perzakatan Nasional.” Ia menegaskan bahwa riset adalah fondasi utama untuk memperkuat tata kelola zakat agar lebih adaptif dan akuntabel.
Secara keseluruhan, hari ketiga 2nd International Summer Class 2025 berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Melalui kolaborasi antara DPR RI, Baznas RI, dan perguruan tinggi, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang sistem keuangan negara dan perzakatan nasional. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran akan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan inovasi riset dalam membangun ekonomi syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan.


