WhatsApp Image 2026-01-07 at 14.09.38

Langkah Strategis FEBI UIN Raden Mas Said Menuju Standar International

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said terus berbenah. Mereka kini membidik pengakuan di level global secara serius. Hal ini terungkap dalam sosialisasi persiapan perkuliahan semester genap tahun 2026.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. menegaskan komitmen fakultas dalam meningkatkan daya saing. Beliau mencanangkan program unggulan berupa buku wajib mata kuliah. Selain itu, mahasiswa akan menjalani uji kompetensi profesional. Penguji uji kompetensi tersebut akan didatangkan dari pihak ketiga yang kredibel.

Akselerasi Mutu Menuju Akreditasi International ACQUIN

Persiapan matang terus dilakukan untuk menghadapi asesmen akreditasi dari lembaga ACQUIN. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas pendidikan di FEBI diakui secara International. Standar kurikulum pun mulai disesuaikan dengan kebutuhan pasar global.

Wakil Dekan 1, Arif Muanas, menjelaskan rencana strategis terkait konsorsium program studi. Sebanyak 99 mata kuliah akan dikelola secara lebih sistematis dan terukur. Integrasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.

“Langkah menuju akreditasi International ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada mahasiswa,” ungkap Arif. Beliau menambahkan bahwa proses ini memerlukan kolaborasi dari seluruh civitas akademika. Perubahan besar ini diyakini akan meningkatkan posisi tawar lulusan di dunia kerja.

Penguatan RPS Sebagai Instrumen Utama Akreditasi

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi fokus utama pada pertengahan bulan ini. RPS tersebut dinilai sebagai instrumen vital dalam penilaian akreditasi lembaga luar negeri. Dokumen ini wajib disusun oleh setiap dosen sebelum memulai pengajaran.

Sistematika penilaian di dalam RPS harus mencakup implementasi Taksonomi Bloom secara utuh. Selain itu, soal ujian akhir semester nantinya harus mencantumkan capaian pembelajaran. Hal ini dilakukan agar setiap tahap pembelajaran dapat diukur secara akurat.

Maka dari itu, bimbingan teknis penyusunan RPS diselenggarakan bagi seluruh tenaga pendidik. Dokumen tersebut kemudian dikumpulkan secara terpusat melalui sistem Gugus Kendali Mutu. Kepatuhan terhadap prosedur ini menjadi modal utama dalam mengajar mahasiswa.

Transformasi Digital dan Evaluasi Berbasis Kompetensi

Aspek penilaian kinerja dosen juga mengalami transformasi yang cukup signifikan tahun ini. Sistem penilaian BKD kini telah diintegrasikan sepenuhnya menggunakan aplikasi Sister rujukan kementerian. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas kinerja dosen.

Selanjutnya, evaluasi dari mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kelas. Mahasiswa dilibatkan langsung melalui pengisian portal evaluasi terkait penyampaian materi dosen. Kejelasan metode perkuliahan menjadi salah satu poin utama dalam penilaian tersebut.

Oleh karena itu, seluruh dosen diminta mengisi jurnal perkuliahan dengan sangat baik. Kedisiplinan ini akan berdampak pada pencapaian target mutu akademik tingkat fakultas. Sinergi ini diharapkan mampu membawa FEBI mencapai visi besarnya tahun ini.

Comments are closed.