Sukoharjo – HMPS Perbankan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan workshop literasi bagi UMKM pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan bertajuk Inklusi Keuangan Syariah dan Literasi UMKM Desa ini digelar di Gedung Rektorat lantai 3 secara interaktif. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap akses layanan perbankan syariah yang lebih adil dan transparan. Anda tentu dapat merasakan betapa pentingnya peran sektor mikro sebagai tulang punggung ekonomi nasional saat ini. Oleh karena itu, sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha desa menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi yang merata. Melalui program ini, fakultas berkomitmen penuh dalam mencetak generasi yang mampu menjadi jembatan edukasi finansial di pelosok daerah.
Strategi Digital dalam Inklusi Keuangan Syariah
Sesi inti menghadirkan Bapak Suharto selaku Senior Marketing Bank Muamalat yang mengupas tuntas potensi besar pasar syariah di Indonesia. Materi yang disampaikan ditekankan pada pentingnya pelaku usaha kecil untuk mulai mengadopsi teknologi digital dalam transaksi keuangan mereka. Digitalisasi dianggap sebagai solusi tepat untuk memperkecil kesenjangan akses modal yang selama ini dialami oleh masyarakat pedesaan. “Generasi muda diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat,” tegas Bapak Suharto di hadapan audiens. Selanjutnya, berbagai skema pembiayaan syariah diperkenalkan sebagai alternatif modal usaha yang lebih berkah dan kompetitif bagi UMKM. Pengetahuan ini sangat diperlukan agar setiap pengusaha mandiri mampu mengelola risiko keuangan dengan lebih matang dan terukur.
Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Ekonomi Desa
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat sesi diskusi mengenai tantangan pasar digital bagi pelaku usaha mikro berlangsung. Program ini pada akhirnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi wadah refleksi bagi mahasiswa untuk terjun langsung membantu warga desa. Kemudian, instrumen Inklusi Keuangan diarahkan untuk membantu UMKM naik kelas melalui standarisasi laporan keuangan yang lebih profesional. Di sisi lain, peningkatan literasi ini diprediksi akan meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pedesaan. Evaluasi terhadap pemahaman peserta dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif yang menutup rangkaian acara dengan penuh kesan inspiratif. Akhirnya, sesi dokumentasi bersama jajaran panitia menandai berakhirnya komitmen awal dalam membangun ekosistem syariah yang berkelanjutan. Harapannya, langkah nyata ini mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih berdaya secara finansial di masa depan.


