UIN Surakarta – HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar seminar zakat produktif pada Senin, 20 April 2026. Agenda bertema “Optimalisasi Zakat Produktif dan Wakaf UMKM” ini dilaksanakan di Aula Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta dengan menghadirkan para ahli filantropi Islam. Acara dibuka secara khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai peran strategis dana sosial dalam memberdayakan pelaku usaha kecil. kalian tentu dapat merasakan betapa besarnya potensi ekonomi umat jika dikelola dengan sistem yang transparan dan modern. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menjadi motor penggerak dalam pengentasan kemiskinan di masyarakat sekitar.
Inovasi Filantropi dalam Seminar Zakat
Sesi diskusi menghadirkan Mansur Efendi, S.H.I., M.Si. serta Dr. H. Anas Aijudin, S.Sos., M.Hum. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, para ahli menekankan bahwa wakaf dan zakat harus bertransformasi menjadi instrumen ekonomi yang produktif serta berkelanjutan. “Zakat tidak hanya untuk konsumsi, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan sosial secara nyata,” ungkap Dr. H. Anas Aijudin. Oleh karena itu, berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan oleh BAZNAS dipaparkan sebagai contoh nyata bagi para peserta. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat sesi tanya jawab mengenai tantangan pengelolaan dana zakat di era digital berlangsung. Pengetahuan praktis ini diberikan agar setiap individu mampu memahami alur pendayagunaan zakat secara lebih komprehensif. Selanjutnya, sinergi antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan filantropi yang lebih inovatif.
Mahasiswa MAZAWA sebagai Agen Perubahan Ekonomi
Sebagai bagian dari penutup, apresiasi berupa kenang-kenangan diserahkan kepada para pembicara oleh pihak panitia sebagai bentuk rasa syukur. Seluruh rangkaian seminar zakat ini diakhiri dengan doa bersama serta sesi dokumentasi untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut. Nilai-nilai spiritual tetap dijunjung tinggi sebagai landasan utama dalam menjalankan setiap program kerja di lingkungan FEBI. Di sisi lain, peningkatan kapasitas mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional. Evaluasi pasca-acara akan terus dilakukan guna memastikan pesan edukatif ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata oleh peserta. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa dipandang sebagai langkah awal yang baik dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Akhirnya, harapan besar diletakkan pada pundak para generasi muda untuk membawa perubahan bagi masa depan bangsa.


