Urgensi Riset Filantropi Islam Global
Sukoharjo – Kesadaran masyarakat dunia terhadap sistem ekonomi yang berkeadilan sosial kini semakin meningkat secara signifikan di berbagai negara. Menjawab fenomena tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengkajian teori pada Selasa, 30 Juni 2026. Agenda ilmiah ini diselenggarakan di Aula Bangsal Mangkunegaran dengan melibatkan para dosen serta seluruh civitas akademika. Melalui forum strategis ini, ekosistem filantropi Islam berkelanjutan dibedah secara mendalam demi menghasilkan instrumen penelitian yang bereputasi global. Anda tentu dapat merasakan bagaimana urgensi riset ini akan berdampak langsung pada penguatan instrumen sosial keagamaan kita. Acara prestisius ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 2 FEBI, Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si. Oleh karena itu, langkah awal ini menjadi pijakan penting kampus dalam menembus batas riset internasional.
Bedah Perspektif Multilevel Riset Diaspora
Diskusi yang dimoderatori oleh Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E. ini membedah topik intensi donasi dari perspektif makro, meso, dan mikro. Fenomena ini dikaji secara khusus melalui bukti empiris diaspora Muslim Indonesia yang menetap di Korea Selatan. Narasumber utama, Dovvy Kurniawan dari Human Initiative South Korea, dihadirkan untuk membagikan data lapangan yang valid. “Potensi dana sosial sangat besar jika pengelolaan dilakukan secara transparan dan berbasis digital adaptif,” ungkap Dovvy secara langsung. Selanjutnya, analisis deduktif digunakan peserta untuk merumuskan indikator kuantitatif yang relevan dengan dinamika kontemporer saat ini. Di sisi lain, keterlibatan diaspora membuktikan bahwa batas geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi aksi kemanusiaan global. Kita diajak untuk melihat bagaimana kontribusi nyata para perantau mampu menggerakkan roda ekonomi umat secara berkelanjutan.
Dampak Akademik Bagi Ekosistem Kampus Hijau
Pengembangan instrumen riset ini diproyeksikan akan membawa dampak jangka panjang bagi mutu publikasi ilmiah di lingkungan FEBI. Kemudian, metodologi yang tajam diharapkan dapat diimplementasikan oleh para dosen dalam menyusun latar belakang skripsi maupun penelitian hibah. Proses berpikir terstruktur ini melatih civitas akademika agar tidak instan dalam mengambil kesimpulan ilmiah atas fenomena sosial. Dengan demikian, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses memperkuat posisinya sebagai kiblat pengembangan keilmuan ekonomi syariah. Hasil akhir dari FGD ini dipastikan menjadi rujukan berharga bagi perbaikan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Penguatan ekosistem filantropi ini menuntut keterlibatan aktif kita semua demi mewujudkan kemandirian ekonomi sosial Islam yang inklusif.


