icies-febi-uin-surakarta-prof-datien-eriska

Prof. Datien Kupas Peran Sukuk untuk Infrastruktur dan Climate Resilience di ICIES 2025

Surakarta, 23 September 2025International Conference on Islamic Economics and Sustainability (ICIES 2025) menghadirkan diskusi menarik melalui panel session ketiga. Prof. Dr. Datien Eriska Utami, M.Si, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said, menyampaikan materi berjudul Sukuk for Infrastructure and Climate Resilience Financing. Sesi ini dipandu oleh Raja Rizqi Apriandy, S.E., M.S.

Dalam pemaparannya, Prof. Datien menegaskan bahwa sukuk memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. “Instrumen sukuk tidak hanya mendanai proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi solusi pembiayaan mitigasi perubahan iklim,” ujarnya. Penekanan ini membuka wawasan audiens mengenai bagaimana keuangan syariah berkontribusi pada isu global.

Sukuk untuk Infrastruktur dan Ketahanan Iklim

Panel session ICIES 2025 yang membahas sukuk mendapat perhatian besar dari peserta. Mahasiswa, dosen, hingga praktisi merasakan manfaat nyata dari diskusi. Sukuk dipaparkan tidak sekadar sebagai instrumen keuangan, tetapi sebagai alat strategis membangun resilience di tengah tantangan iklim.

Selain itu, materi dikaitkan dengan praktik internasional. Hal ini membuat peserta merasa dilibatkan secara aktif dalam percakapan global tentang keuangan berkelanjutan. Penjelasan sederhana yang disampaikan Prof. Datien memudahkan peserta memahami isu yang kompleks.

Audiens Ikut Merasakan Dampak Diskusi

Banyak peserta mengajukan pertanyaan, mulai dari peluang riset hingga potensi implementasi sukuk di Indonesia. Interaksi ini membuktikan bahwa panel session ICIES 2025 tidak hanya monolog, tetapi ruang berbagi gagasan.

Perwakilan FEBI menambahkan bahwa diskusi ini menjadi momentum penting. “ICIES 2025 menghadirkan platform nyata untuk menghubungkan teori dengan praktik. Peserta tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga inspirasi untuk berkontribusi,” jelas salah satu panitia.

Melalui panel session ini, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan komitmennya menghadirkan isu strategis global ke ruang akademik. Kehadiran Prof. Datien sekaligus memperkuat posisi FEBI sebagai pusat diskursus keuangan syariah yang relevan dengan tantangan zaman.

Comments are closed.