SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta berhasil menggelar public expose studi kelayakan Prodi S3 Ekonomi Syariah untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Islam. Kegiatan ini dilaksanakan di aula lantai 1 gedung F FEBI pada hari Selasa, 4 Mei 2026. Public expose ini menghadirkan narasumber Prof. Drs. Muhammad Farid Wajdi, M.M., Ph.D. selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Islah Gusmian, M.Ag. serta seluruh tamu undangan.
Visi Menjadi Center of Excellence Ekonomi Syariah di Jawa Tengah
Ambisi FEBI UIN Raden Mas Said bukan sekadar menambah program studi baru. Ini adalah langkah strategis menjadi pusat keunggulan ekonomi syariah di Jawa Tengah dan Solo Raya. Dalam kegiatan public expose tersebut, Prof. Drs. Muhammad Farid Wajdi, M.M., Ph.D. menyampaikan pembentukan Prodi S3 Ekonomi Syariah bisa jadi center of excellent ekonomi syariah di Jateng dan Solo Raya.. Keberadaannya harus mampu mengisi kekosongan rujukan akademik dan praktis saat ini. Oleh karena itu, kurikulum riset wajib memiliki keunikan dan menjawab tantangan global. Posisi strategis Surakarta diharapkan menarik minat para peneliti serta praktisi tingkat lanjut. Program ini bertujuan melahirkan inovasi yang berdampak luas bagi kemajuan ekonomi umat.
Sinergi Akademik: Membangun Reputasi Lewat Analisis SWOT dan SDM Unggul
Keberhasilan pendirian program doktoral ini sangat bergantung pada kematangan persiapan internal, yang dimulai dari analisis SWOT mendalam serta pemetaan (mapping) program sejenis di seluruh Indonesia. Selanjutnya, Luluk Ayuning Tyas, M.Ak. memaparkan hasil survei mengenai besarnya minat pasar masa depan. Namun, narasumber menegaskan bahwa reputasi akademik harus menjadi prioritas utama di atas keuntungan finansial. Oleh karena itu, penguatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola manajemen menjadi harga mati. Di sisi lain, sinergi antar pimpinan dalam mengantisipasi dinamika kurikulum menjadi kunci kesuksesan. Dengan demikian, FEBI akan mampu menghasilkan lulusan kompeten yang diakui secara internasional. Di akhir Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., selaku dekan FEBI menutup dengan harapan mulia bahwa FEBI akan berupaya menghasilkan pengembangan lembaga, berusaha melakukan tindakan antisipasi mulai dari memikirkan keunikan program studi, kurikulum, hingga tataran manajemen.


