pkm-sdgs-febi-uin-surakarta-pembentukan-bank-kompos

FEBI UIN Surakarta Luncurkan Bank Kompos di Kartasura untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kartasura, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen berfokus pada pembentukan Bank Kompos FEBI UIN Surakarta yang melibatkan warga Keputren Kartasura, khususnya jamaah Masjid An Nur.

Tim pengabdian yang terdiri dari Betty Eliya Rokhmah, Ade Setiawan, dan Agus Setiawan mengemas kegiatan dalam bentuk workshop. Melalui pelatihan ini, warga mendapatkan pendampingan langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos bermanfaat untuk pertanian dan penghijauan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menambah nilai guna sampah organik.

Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

Dalam sesi materi, tim PkM memperkenalkan tahapan pembuatan kompos secara sederhana.

  1. Pengumpulan sampah organik – warga diajak memisahkan sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan.
  2. Pencacahan bahan – sampah dipotong kecil agar mudah terurai.
  3. Pencampuran bahan tambahan – tanah, serbuk gergaji, atau aktivator ditambahkan untuk mempercepat pembusukan.
  4. Fermentasi – campuran ditutup selama beberapa minggu dengan pengadukan rutin.
  5. Pemanenan kompos – setelah matang, kompos siap digunakan sebagai pupuk alami.

Melalui metode ini, sampah yang biasanya terbuang percuma dapat diolah menjadi sumber daya produktif bagi masyarakat.

Apresiasi dari Dekan FEBI

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa program bank kompos merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.

“FEBI berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat. Bank kompos ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan keberkahan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujarnya.

Warga Kartasura Antusias

Warga Keputren Kartasura menyambut positif program ini. Banyak di antara mereka berkomitmen menerapkan konsep pengelolaan sampah di rumah masing-masing. Mereka menilai bank kompos mampu menjadi solusi nyata, sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan berbasis nilai Islam.

Tim PkM berharap program ini berkembang menjadi wadah kolektif warga dalam mengelola sampah organik. Hasil kompos bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian lokal atau bahkan menjadi peluang ekonomi baru.

Komitmen FEBI untuk SDGs

Program bank kompos ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Responsible Consumption and Production serta Climate Action. Dengan demikian, FEBI UIN Surakarta tidak hanya menanamkan literasi ekonomi Islam, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan global yang berkelanjutan.