febi-uin-surakarta-workshop-kedua-inkubasi-bisnis-pibma-2025

Workshop PIBMA 2025: Gen Z Islamicpreneur dan Kurasi Produk UMKM

Surakarta, 29 September 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar rangkaian PIBMA 2025. Pada sesi kedua, kegiatan menghadirkan Harry Lesto Hadi, MSIE dari LPK WANNI Solo. Workshop PIBMA 2025 mengangkat tema “The Rise of Gen Z Islamicpreneur: Wadah Kreativitas, Inovasi & Berkelanjutan“.

Materi yang dibawakan bertajuk Kurasi Produk UMKM dan Produk Karya Mahasiswa. Tema ini dipilih untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya kurasi sebagai kunci keberhasilan produk di pasar.

Pentingnya Kurasi Produk bagi Generasi Z

Dalam pemaparannya, Harry menegaskan bahwa Gen Z Islamicpreneur memiliki potensi besar melahirkan produk inovatif. Namun, produk tanpa kurasi yang tepat seringkali sulit bersaing. “Produk UMKM maupun karya mahasiswa harus melewati tahapan seleksi yang ketat. Kurasi ini tidak hanya menyangkut kualitas fisik, tetapi juga kemasan, branding, dan kesesuaian dengan kebutuhan konsumen,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya menyiapkan produk secara matang agar diterima pasar.

Kurasi sebagai Jembatan Menuju Pasar Kompetitif

FEBI menilai kurasi sebagai elemen penting dalam mencetak wirausaha muda yang mampu berkompetisi secara berkelanjutan. Menurut Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., workshop ini merupakan langkah strategis. “Kami ingin mahasiswa memiliki pola pikir kreatif sekaligus siap bersaing. Kurasi produk adalah jembatan antara ide inovatif dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Menuju Generasi Entrepreneur Unggul

Workshop PIBMA mempertegas peran Gen Z Islamicpreneur sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis nilai Islam. Mahasiswa FEBI tidak hanya berlatih menciptakan karya, tetapi juga belajar menyiapkan produk yang layak jual.

Melalui PIBMA 2025, mahasiswa diajak memahami bahwa wirausaha Islami bukan hanya tentang ide, melainkan juga strategi keberlanjutan. Workshop ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam sekaligus membuka peluang bagi lahirnya generasi entrepreneur unggul.

febi-uin-surakarta-workshop-inkubasi-bisnis-pibma-2025

Workshop PIBMA 2025: Gen Z Islamicpreneur Bangun Kreativitas dan Inovasi Berkelanjutan

Surakarta, 30 September 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar rangkaian PIBMA 2025. Salah satu agenda utamanya adalah Workshop Inkubasi Bisnis dengan tema The Rise of Gen Z Islamicpreneur: Wadah Kreativitas, Inovasi & Berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan Yudha Mei Lukmana, praktisi bisnis sekaligus penggerak Inamikro Jakmikro. Workshop ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami konsep Gen Z Islamicpreneur sekaligus melatih jiwa wirausaha yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Inspirasi dan Motivasi dari Praktisi

Dalam pemaparannya, Yudha menekankan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil peluang adalah modal utama generasi muda. “Gen Z Islamicpreneur harus berani tampil dengan ide-ide baru. Inovasi yang lahir dari kampus dapat berkembang menjadi bisnis berkelanjutan,” ujarnya.

Mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori kewirausahaan, tetapi juga diajak menyusun rencana bisnis berbasis inovasi. Melalui metode interaktif, peserta dilibatkan langsung dalam simulasi pengembangan produk dan strategi pemasaran.

Wadah Kreativitas dan Inovasi

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap workshop ini. Menurutnya, kegiatan inkubasi seperti ini penting untuk melatih keberanian mahasiswa. “Kami ingin PIBMA menjadi jembatan dari teori ke praktik. Mahasiswa perlu ruang untuk bereksperimen, gagal, lalu bangkit kembali,” tegasnya.

Workshop ini juga menjadi bagian dari strategi FEBI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi dengan praktisi dinilai sebagai langkah strategis agar mahasiswa lebih dekat dengan dunia nyata.

Menuju Gen Z Entrepreneur Berdaya Saing

Kegiatan ini menegaskan bahwa Gen Z Islamicpreneur bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan zaman. Mahasiswa FEBI diharapkan mampu mengembangkan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa dampak sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui PIBMA 2025, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan yang inovatif dan berdaya saing global. Workshop ini meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa, sekaligus membuka peluang baru bagi lahirnya generasi wirausaha Islami yang kreatif dan tangguh.

febi-uin-surakarta-pibma-2025

PIBMA 2025: Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa FEBI Siap Jadi Entrepreneur

Surakarta, 29 September 2025 – Opening Ceremony Pekan Inkubasi Bisnis Mahasiswa (PIBMA) 2025 Batch 2 resmi digelar di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara tahunan ini dibuka langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, yang menekankan pentingnya penguatan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Melalui PIBMA 2025, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan pengalaman nyata sebagai entrepreneur muda,” ujar Prof. Rahmawan. Dengan pernyataan ini, peserta merasa terlibat langsung dalam perjalanan menuju dunia bisnis yang penuh tantangan sekaligus peluang.

PIBMA 2025 Hadirkan Entrepreneur Muda Kreatif

Kegiatan PIBMA 2025 dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat di Selasar Gedung B FEBI UIN Surakarta. Lebih dari 100 tenant kreatif hadir meramaikan suasana, mulai dari makanan, minuman, fashion, hingga aksesoris kekinian.

Mahasiswa semester 5 FEBI mendapat kesempatan bergantian menjalankan 15 kelompok bisnis setiap minggu. Praktik ini menjadi bagian dari output mata kuliah Kewirausahaan Islam dan Kewirausahaan Digital. Dengan demikian, teori yang diajarkan di kelas langsung dipraktikkan dalam wujud nyata.

Wahyu Pramesti, M.Si selaku Kepala Laboratorium FEBI, menyampaikan, “PIBMA adalah ikhtiar kita menyelaraskan teori dengan praktik. Mahasiswa harus bisa beradaptasi dan belajar cepat.”

Kolaborasi Akademik dan Praktik Bisnis

Pengalaman dalam PIBMA 2025 tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan bisnis, tetapi juga menghubungkan mereka dengan konsumen secara langsung. Dengan adanya voucher belanja dan doorprize menarik, masyarakat ikut terlibat menikmati kreativitas mahasiswa FEBI.

Setiap minggu, suasana semakin meriah dengan hadirnya menu spesial seperti cireng kuah keju, green boba, bomboloni, hingga fashion dan aksesoris trendi. Hal ini membuat PIBMA 2025 menjadi laboratorium kewirausahaan hidup yang melibatkan semua pihak.

Dengan dibukanya PIBMA, FEBI UIN Surakarta menegaskan komitmennya mendidik mahasiswa agar siap bersaing sebagai entrepreneur muda. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bagaimana kampus mendampingi generasi muda menghadapi era ekonomi kreatif.